Selasa, 27 September 2016

Berjalan Bersama Kehidupan

Kehidupan menunggu uluran tangan kita untuk diajak berjalan bergandengan. Menyambut kehidupan seperti menyambut angin pagi yang penuh semangat dan kehangatan.

Mereka yang menghargai kehidupan akan dapat berjalan berdampingan dengan sang kehidupan.

Sabtu, 03 September 2016

Dongeng untuk Masa Depan

Ketika malam merayap semakin gelap, seberapa banyak dongeng kembali diwariskan dari generasi ke generasi? Siapakah yang kini masih suka mendongeng bagi generasi baru negeri ini?

Adakah beban kehidupan telah menghempaskan generasi kita ke dalam ceruk yang melelahkan akal kita menumpulkan nurani kita dari menyajikan buah pikiran yang nikmat bagi anak dan cucu?

Kala televisi belum menjadi pelabuhan hiburan dari pelayaran harian yang memenatkan batin, kala gawai-gawai belum menjajah anak cucu bahkan sebelum mereka bisa mulai bertutur. Masa itu, di antara nyala lampu yang masih merupakan kemewahan, dongeng adalah pupuk bagi kecerdasan imajinasi tanpa batas generasi generasi baru.

Dongeng hidup dari generasi ke generasi karena merupakan bagian dari budaya yang memanusiakan kita. Dan dongeng adalah pengantar jiwa-jiwa muda menuju masa depan bahkan ketika mereka terlelap penuh senyum dan harap.

Sudahkah Anda berdongeng malam ini?

Jumat, 02 September 2016

Tanjakan Kehidupan

Bergembiralah yang hidup naik dan turun, setidaknya Anda menikmati perosotan yang nyaman sesekali. Tapi kehidupan tidak selalu manis, masalah bisa jadi datang bertubi-tubi, dan manusia mengais harapan pada hari esok yang justru menampilkan dinding tebing yang mesti dilewati.

Adakah insan yang hendak mengutuk takdir? Jika bukan aku yang sirna maka engkau yang runtuh!

Ah kawan, apakah kita lupa bahwa makhluk kecil bernama manusia itu begitu rentan digilas oleh roda zaman? Untuk apa kita mengutuk berharap dilempari balik dengan segenggam keadilan?

Mengeluh tidak akan membawa kita beranjak naik di tebing yang curam. Menunda tidak akan mendatangkan keajaiban seperti di kisah-kisah para pencinta.

Tegakkan kepala dan busungkan dada! Katakan, maju!

Satu langkah pertama mungkin yang tersulit salam kehidupan kita. Tapi tanpa langkah pertama, maka tiada sudah langkah-langkah berikutnya yang akan membawa kita ke puncak kehidupan!

Di mana di situ kita melihat betapa indahnya kehidupan.

Jumat, 12 Agustus 2016

Bersama Bahagia

Jika melihat para kucing bergerombol, maka saya bertanya-tanya - apakah mereka bahagia? Ah, mengapa bertanya demikian, toh kita tak akan pernah tahu apa yang mereka pikirkan. Tapi kok rasanya ya mereka memang bahagia.

Sepertinya enak sekali kalau tidak memikirkan terlalu banyak hal, bisa bercengkerama seperti mereka. Seperti kata Koes Plus ketika mereka bernyanyi akan masa bujangan.

Tapi bersama itu memang membuat bahagia. Bagaimana tidak, toh manusia tidak mungkin hidup sendiri kan? Tapi ya tetap saja, ketika orang berusaha hidup bersama, ada saja yang lebih suka mendapat keuntungan pribadi dengan mericuhkan suasana.

Eh... akhirnya berpikir... mau bahagia saja ada yang bikin susah.

Kamis, 11 Agustus 2016

Jauhkan Anak dari Sosmed?

Kadang ada isu menarik untuk mengajak para orang tua menjauhkan anak dari sosial media atau jejaring sosial. Bagi mereka yang mengadopsi pandangan nilai-nilai privasi, tentunya ini terkesan wajar. Namun bagi mereka yang lebih terbuka akan kehidupan pribadi mereka, akan merasa ajakan ini berlebihan.

Tapi kadang sebagai orang tua, masyarakat yang dewasa juga harus mulai mempertimbangkan bagaimana anak melihat diri mereka. Apakah orang tua pernah bertanya tentang apakah anak mereka menginginkan privasi atau tidak dalam kehidupannya?

Bijaksana dalam memilih bagaimana Anda membagikan informasi di media sosial ☺.