Jumat, 12 Agustus 2016

Bersama Bahagia

Jika melihat para kucing bergerombol, maka saya bertanya-tanya - apakah mereka bahagia? Ah, mengapa bertanya demikian, toh kita tak akan pernah tahu apa yang mereka pikirkan. Tapi kok rasanya ya mereka memang bahagia.

Sepertinya enak sekali kalau tidak memikirkan terlalu banyak hal, bisa bercengkerama seperti mereka. Seperti kata Koes Plus ketika mereka bernyanyi akan masa bujangan.

Tapi bersama itu memang membuat bahagia. Bagaimana tidak, toh manusia tidak mungkin hidup sendiri kan? Tapi ya tetap saja, ketika orang berusaha hidup bersama, ada saja yang lebih suka mendapat keuntungan pribadi dengan mericuhkan suasana.

Eh... akhirnya berpikir... mau bahagia saja ada yang bikin susah.

Kamis, 11 Agustus 2016

Jauhkan Anak dari Sosmed?

Kadang ada isu menarik untuk mengajak para orang tua menjauhkan anak dari sosial media atau jejaring sosial. Bagi mereka yang mengadopsi pandangan nilai-nilai privasi, tentunya ini terkesan wajar. Namun bagi mereka yang lebih terbuka akan kehidupan pribadi mereka, akan merasa ajakan ini berlebihan.

Tapi kadang sebagai orang tua, masyarakat yang dewasa juga harus mulai mempertimbangkan bagaimana anak melihat diri mereka. Apakah orang tua pernah bertanya tentang apakah anak mereka menginginkan privasi atau tidak dalam kehidupannya?

Bijaksana dalam memilih bagaimana Anda membagikan informasi di media sosial ☺.

Rabu, 03 Agustus 2016

Dukung Ibu agar Bisa Menyusui Di Mana Saja

Air susu ibu adalah hak dan anugerah yang tak terbantahkan bagi bayi kita. Sayangnya, tidak pada semua kesempatan seorang ibu bisa memberi ASI pada bayinya.

Maka dari itu, mari kita bangun sebuah suasana dan lingkungan di mana masyarakat dapat saling mendukung sedemikian hingga ibu bisa menyusui di tempat-tempat umum dengan tenang dan nyaman demi kebaikan si buah hati.

Senin, 01 Agustus 2016

Mengapa Membakar Tempat Ibadah?

Setahun belakangan ini saya tidak habis pikir, mengapa ada orang yang (sengaja?) Membakar tempat ibadah? Katakanlah mereka oknum agar terdengar lebih nyaman. Dan tidak hanya satu golongan agama saja yang menjadi sasarannya.

Apa yang didapatkan dari membakar tempat ibadah?

Kepuasan akan ego? Menyatakan bahwa agama kita benar sementara yang lain salah dan harus tunduk?

Lalu setelah ego dan emosi terlampiaskan, lalu apa yang didapat? Surga?

Anda belum mati, masih bernapas, surga hanya masih dalam angan saja. Dan jika Anda bisa masuk surga karena menyengsarakan orang lain, maka Anda harus berhati-hati dan waspada, mungkin saja surga itu penuh dengan orang yang gemar memuaskan diri dengan menyengsarakan orang lain, bukan tidak mungkin Anda akan terkena getahnya di dalam sana.

Tuhan dan semesta tidak perlu dibuat terkesan. Tidak siapa pun di dunia ini perlu kita buat terkesima. Apalagi jika menggunakan jalan kekerasan. Kekerasan hanya akan menumbuhkan benih kebencian. Dan jika kebencian telah tumbuh dengan subur, maka tidak akan ada tempat bagi kasih sayang untuk bersemi.

Apakah Anda yakin akan mendapatkan damai di tempat yang gersang akan cinta dan kasih sayang? Dan apakah Anda yakin surga akan hadir di antara tempat-tempat yang hampa kedamaian?

Hanya ketika jiwa tidak terjerumus ke dalam keinginan untuk tampil hebat, ketika tidak terikat dalam lingkaran kebencian, maka kedamaian bisa hadir dalam kehidupan.

Sabtu, 30 Juli 2016

Bermain Pokémon Jangan Berlebihan

Saya sebenarnya tidak masalah jika ada yang bermain game Pokémon GO yang baru-baru ini populer. Tapi sebaiknya jangan bermain dengan berlebihan. Apalagi mengganggu jam kerja aktif sedemikian hingga menghalangi produktivitas.

Pokémon GO cocok untuk bersosialisasi, biar tidak cuma main di dalam rumah mengurung diri. Hanya jangan berlebihan sampai mengganggu kepentingan orang lain, atau mengganggu privasi orang lain - berikan Pikachu sedikit waktu.