Rabu, 19 November 2014

Masih BAB Sembarang?

Kampanye dari UNICEF ini termasuk unik. Bagaimana tidak, mungkin geregatan melihat masih banyak pelaku open defecation atau buang air besar sembarangan di negeri ini.

Sungai harusnya sudah menjadi beranda sebuah kampung atau pemukiman, sudah jamak malah jadi tempat sampah bersama. Mulai dari mandi, cuci, kakus, hingga pembuangan limbah industri.

Buang besar sembarangan sudah jelas menjadi akar masalah dari pelbagai masalah kesehatan. Penularan penyakit mulai dari diare, hingga hepatitis, bahkan Ebola bisa terjadi lewat buang tinja sembarangan. Masyarakat mungkin sudah tahu, tapi banyak yang belum sadar.

Adalah kewajiban kita semua untuk bersama-sama membawa masyarakat memahami hal ini dan membangun kesadaran tersebut.

Selasa, 11 November 2014

Memboyong Mentari

Orang berkata, jangan membiarkan senja mengalahkan kita. Membiarkan waktu menghadirkan kegelapan sekehendak hatinya.

Boyonglah mentari, bawa ia ke dalam bejana langitmu. Tunjukkan pada bintang - bintang yang lain, bahwa belum masanya bagi mereka untuk menari dan bernyanyi.

Demikianlah kata si guru pada muridnya yang belum mampu.

Kamis, 16 Oktober 2014

Kebahagiaan itu Mahal

Mereka yang terjerumus pada depresi sedemikian hingga kehilangan semangat hidup adalah sesuatu yang nyaris tidak bisa kembali. Mereka bahkan tidak berminat untuk berada dalam kondisi yang berbahagia.

Namun hal ini tidak bermakna bahwa guna menghindari depresi setiap orang harus berlari mengejar kebahagiaan bagi dirinya. Sesuatu yang bisa membuat kita tersandung oleh cikal bakal depresi. Mereka yang sibuk mengejar kesenangan lewat judi, bisa tersandung kekalahan materi yang besar, dan menimbulkan depresi.

Kebahagiaan itu mahal, dan jauh lebih mahal ketika kita berada dalam depresi.

Bulan kemarin WHO meluncurkan kampanye "Black Dog" bagi penderita depresi. Mereka kadang tidak bisa menemukan jalan keluar bagi diri mereka sendiri.

Walau orang di sekitar bisa membantu, namun rasanya tanpa diri kita sendiri yang mau keluar dari dalam lingkaran yang serba menekan itu. Kebahagiaan belum tentu akan muncul. Keluar dari depresi bukan berarti melompat menuju kebahagiaan.

Melepas beban yang menyebabkan depresi membuat kita memiliki ruang untuk menjamu kebahagiaan hadir dalam hidup kita.

Rabu, 15 Oktober 2014

Makanan Sehat itu Susah

Saya acap bertukar pendapat dengan pasien dan keluarga. Salah satu obat murah yang susah didapat adalah makanan yang sehat.

Makanan sehat itu tidak selalu enak. Anak-anak tidak terbiasa dengan makanan sehat, karena camilan sudah menjadi komandan mereka saat makan.

Dan ketika dewasa, kebiasaan makan sehat pun sudah tidak ada.

Kenapa sih kita susah sekali memilih makanan yang sehat?

Senin, 06 Oktober 2014

Cuci Otak Masyarakat

Rekan dan sahabat saya di Bali sedang gencar memperjuangkan reklamasi Teluk Benoa. Menjaga tanah pantai kaya Mangrove itu dari tangan - tangan investor yang tidak memedulikan kelestarian alam. Mereka berusaha mengajak masyarakat untuk sadar bahaya dilakukannya reklamasi, mengingat struktur garis pantai pulau dewata ini.

Tapi tampaknya belakangan ini justru ada pihak-pihak masyarakat lokal yang seolah-olah menyetujui adanya reklamasi dalam balut kata-kata revitalisasi. Mereka berkata, uang bisa membeli banyak hal, tapi bisa juga mengubur banyak hal, termasuk nurani.

Kini harus kembali pada masyarakat, belajar mana informasi yang tepat bagi mereka. Tidak mudah dihasut oleh pihak-pihak tertentu. Karena harga yang dibayar dari sebuah kesalahan publik seperti ini adalah masa depan yang hilang bagi generasi setelahnya.