Kamis, 03 Juli 2014

Penasaran dengan Down of Justice

Kadang melihat gambar cuplikan atau promosi film Batman v Superman: Down of Justice bisa bikin penasaran.

Film superman biasanya memiliki nuansa terang, kalau film Batman biasanya lebih banyak nuansa gelap. Nah kalau digabung akan menjadi seperti apa ya?

Sabtu, 28 Juni 2014

Pemikat ala Google Plus

Beberapa bulan terakhir, akun Google Plus banyak ada yang menambah halaman saya ke lingkaran mereka. Dan sebagian besar adalah akun dengan gambar profil gadis-gadis cantik nan ayu.

Hanya saja kebanyakan profil yang memikat ini hanya profil kosong, entah apa maksud dibuatnya. Tapi sering kali dalam maksud yang kurang baik. Antara untuk promosi atau sejenisnya.

Walau tentu saja tidak semua akun itu adalah akun abal-abal. Ada yang memang akun asli, biasanya akun para ABG. Tapi persentase yang asli sangat kecil.

Walau iklannya sama sekali tidak berhubungan dengan perempuan, tapi pencitraan perempuan sebagai objek yang dapat digunakan untuk memikat kaum adam melirik status iklan baru mungkin masih menjadi permintaan pasar yang luas. Eksploitasi perempuan di jejaring sosial Google Plus sepertinya lebih banyak mempan dibandingkan di Facebook yang saya jarang lihat.

Hanya saja untungnya Google punya pilihan sistem lingkaran jadi bisa tidak mengikuti akun abal-abal ini. Pemikat ini bagi saya tidak perlu diindahkan, tapi bisa dipakai pelajaran bagi mereka yang mencoba peluang pasar di jejaring sosial. Walau mungkin tidak akan banyak berhasil.

Senin, 23 Juni 2014

Baju Baru si Bungkus Rokok

Besok semua rokok yang ada di seluruh Indonesia sudah WAJIB menggunakan "baju baru". Aturan ini sudah lama ada, jadi bukan saatnya lagi perusahaan rokok berkilah tidak ada waktu mengganti desain bungkus atau kotak rokok.
Walau saya sendiri pesimis bahwa ini akan terwujud tepat waktu. Tapi ini merupakan salah satu langkah maju memerangi asap rokok yang membahayakan kesehatan.
Apakah di tempat Anda bungkus rokok sudah mulai berganti seperti yang ada pada gambar di atas?

Jumat, 20 Juni 2014

Presiden untuk Anak

Saya rasa, siapa pun yang menjadi pemimpin Indonesia nantinya, wajib memerhatikan nasib lebih dari 4 juta anak ini.

Anak-anak yang mulai belajar bekerja untuk kemandirian mereka adalah hal yang baik. Tapi anak-anak yang dipaksa bekerja tanpa perlindungan untuk bisa bertahan hidup seharusnya sudah mulai berkurang di negeri ini.

Tanpa adanya perlindungan, anak-anak ini sangat rawan menjadi korban kekerasan. Beri perlindungan untuk anak dan beri kesempatan mereka untuk mencapai masa depannya melalui kemandirian yang bertanggung jawab. Ini adalah pekerjaan rumah kita semua, dan semoga presiden terpilih mampu memudahkan jalan menuju arah tersebut.

Senin, 16 Juni 2014

Pilih Prabowo atau Jokowi?



Mungkin baru pertama kali ini politik di Indonesia tampak semeruncing ini dalam hal pemilihan kandidat presiden dan wakilnya. Terutama tampak di jejaring sosial, dan sebagai negara dengan pengguna jejaring sosial terpadat di dunia, kita masih bisa saling jotos argumen di facebook maupun twitter soal calon presiden meskipun internet di tempat kita jalannya seperti siput.

Politik adalah politik, negara hampir semuanya bergerak mengikuti politik; seakan politik adalah gambar keinginan rakyat. Apalagi di masa kampanye seperti ini, mulai dari kampanye politik terang, abu-abu, hingga gelap semuanya ada; dari pendukung setia hingga calon pemilih angin-anginan juga ikut meramaikan.

Tapi rakyat memang harus memilih, mau ke mana negeri ini selanjutnya. Kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat; dan kita tengah di hadapkan pada pilihan siapakah yang layak menjadi pengayom rakyat saat ini.

Silakan Anda tentukan pilihan Anda, tapi ada baiknya jika tetap santun dan cerdas, karena tidak semua hal dalam kampanye politik tampak seperti adanya. Sebagaimana sebuah kitab yang memerlukan tafsirnya masing-masing, salah menafsirkan akan berakibat buruk ke depannya; karena jika pun benar menafsirkan belum tentu mendatangkan kebaikan yang diimpikan.

Lalu siapakah pilihan Anda kali ini? Dan mengapa?