Senin, 23 Februari 2015

Fobia Yang Aneh


Pernahkah Anda menilai fobia apa yang terdengar cukup aneh? Mungkin beberapa fobia di atas cukup aneh, namun ternyata mereka ada

Mendengar fobia akan ruang tertutup, tempat tinggi, ular dan sebagainya mungkin sudah wajar. Tapi bagaimana dengan fobia-fobia yang muncul karena ketakutan akan berada di dalam rumah, ketakutan terhadap sinar matahari, ketakutan berada jauh dari ponsel, ketakutan dari adanya teknologi baru, atau bahkan ketakutan pada semua hal.

Silakan menyimak video di atas untuk melihat sejumlah fobia yang mungkin belum pernah Anda bayangkan.

Minggu, 22 Februari 2015

Sambutlah Kehidupan

Petang ini, hari Minggu sudah terasa berakhir. Dan besok Senin pagi yang padat dimulai. Rasanya, jika memang mau dirasakan, yang namanya istirahat dari kerja itu tak pernah cukup. Seandainya hari Minggu bisa diperpanjang, mungkin demikian dalam benak kita.

Tapi walau hari Senin, matahari tetaplah terbit di Timur dan terbenam di Barat. Apa yang dilalui hari ini adalah bagian dari kehidupan yang layak disyukuri. Jika Anda dapat mensyukurinya tentu saja.

Kita tidak pernah tahu apa yang kehidupan berikan pada kita. Baik saat itu kita sebut hari libur, atau hari kerja.

Kadang seperti hewan kecil di antara belukar dan hutan, mereka akan dengan senang menggapai apa yang ditawarkan pada mereka hari itu. Tentu saja tidak seperti kita, mereka tidak punya hari yang membedakan kesibukan. Tapi mereka selalu tersedia berbuka tangan bagi kehidupan.

Mungkin kita bisa rindu seperti itu. Dapat menyambut kehidupan, apapun yang ditawarkan oleh kita pada hari ini. Yang ada hari ini, belum tentu kembali esok.

Sekecil kecilnya langkah kita, adalah langkah kehidupan, dan menjadi suka cita ketika kita menerimanya dengan tangan terbuka.

Selasa, 17 Februari 2015

Satu Gigitan

Satu gigitan, dan terlelap selamanya. Demikian legenda dari dongeng anak-anak negeri seberang menceritakan tentang seorang putri yang tertidur setelah memakan apel beracun yang diberikan nenek sihir yang iri kepadanya. Anda mungkin sudah tahu kelanjutan ceritanya.

Tapi manusia pada umumnya toh tidak berbeda. "Satu gigitan" bisa membuat setiap orang mabuk kepayang. Jika seseorang menyukai sesuatu, dia bisa terbenam di dalamnya. Hingga ada sesuatu yang bisa menariknya keluar dari sana.

Menjadi awas terhadap satu gigitan adalah keunikan tersendiri. Tapi menjadi sesuatu yang dapat menarik keluar dari keterhanyutan adalah keteduhan tersendiri.

In the end, know your apple, and know your charming prince would helpful. Even in most cases, our ignorance will kill us better than our curiosity.

Kamis, 05 Februari 2015

Orion - Cikal Bakal Perjalanan Ke Luar Angkasa



Perjalanan ke luar angkasa, antar bintang, atau mungkin antar planet terlebih dahulu adalah mimpi manusia sejak lama. Setidaknya sejak ambisi menginjakkan kaki di bulan telah terwujud, kini saat melangkah ke perjalanan yang lebih jauh lagi.

Sejak ide melakukan rupabumi (teraforming) di planet merah Mars, kita berusaha mencari jalan agar dapat tiba di sana. Uji coba Orion, sebuah kapsul luar angkasa yang memungkinkan manusia untuk keluar masuk bumi secara aman tengah diuji coba.

Melihat presentasi dari NASA (tentunya, dengan tidak melupakan pelajaran astrofisika saat SMA agar tidak gagal paham) tentang Orion, setidaknya membawa mimpi melihat beberapa planet tetangga bukan sesuatu yang terlalu mustahil diwujudkan. Mungkin tidak pada generasi saya, namun setidaknya tantangan yang diperlihatkan membuat orang berminat untuk mengejar mimpi ini.

Apakah kamu salah satu orang yang memiliki mimpi untuk melangkah ke luar planet biru ini dan melihat bintang-bintang dari tempat yang belum pernah tercatat dicapai oleh manusia lainnya?

Minggu, 01 Februari 2015

Perangkap Cinta

Kadang ada saja analogi yang lucu di masa kini. Anekdot yang banyak berkisah tentang mereka yang saling kasmaran, tentunya dengan dendang kidung mereka masing-masing.

Jika usiamu cukup panjang, mungkin engkau akan berpikir, bahwa asam dan garam yang sudah kau telan cukup membuat awas terhadap hal-hal yang membuat banyak orang jatuh ke dalam himpitan waktu tanpa penjelasan. Sebuah paradoks dari perasaan dan logika yang tidak bisa saling menjelaskan. Tapi nyatanya, usia tidak mungkin membuat orang bisa lepas dari apapun yang menguntit sudut egonya.

Engkau mungkin melihat perangkap itu jelas, tapi kerumitan di baliknya akan menjadi daya tarik sendiri bagimu. Seperti ngengat yang terjun ke dalam nyala lilin di tengah gubuk pedesaan, engkau menjadi tahu bahwa untuk membuka kerumitan itu, satu nyawa tak akan pernah cukup.

Ada hal-hal di dunia ini yang tak mesti kita harus pahami. Toh, kebanyakan paham sudah cukup jelas membuat orang saling memusuhi dan mencabut nyawa dengan mudah di zaman ini.

Pengetahuanku dan pengetahuanmu tentang sesuatu yang tak memiliki batasan tidak akan pernah membantu. Karena sesuatu itu telah lahir sebelum pengetahuan kita lahir ke alam fana ini. Percuma memikirkan udang di balik batu, saat kamu sudah tahu bahwa udang selalu bersembunyi di balik batu. Pertanyaannya, apa kamu akan menengok ke balik batu atau pergi berlalu?

Tuhan (jika Dia memang ada), mungkin ada pengarang agung. Sehingga membuat banyak orang tidak paham apa yang sedang dimainkan-Nya, dan memilih ikut arus kidung yang melantun  ke penghujung zaman.

Sesuatu itu adalah kidung-Nya. Dan mungkin juga perangkap fana. Engkau dan aku tak mungkin tahu yang mana. Menarik bukan? Dan walaupun tahu, serta melihat, engkau masih akan tetap berminat menginjak keniscayaan derita, karena bahagia mungkin sesuatu yang sudah kadang wajar dan kedaluwarsa.

Tapi itulah manusia.