Kamis, 21 Mei 2015

Mengapa Burung Bangkai Tidak Sakit?


Kita mungkin akan langsung jatuh sakit ketika makan makanan yang agak basi. Makanan olahan kita, baik nabati maupun hewani sangat cepat menjadi ladang tumbuhnya kuman-kuman patogen yang menyebabkan kita jatuh sakit. Oleh karenanya kita memiliki pelbagai "teknologi" untuk mencegah pembusukan makanan, mulai dari pengawetan, pemanasan, atau menaruh di lemari pendingin. Tapi tidak demikian dengan burung bangkai, mereka terbiasa makan makanan yang sudah menjadi bangkai, dalam hal ini tentu saja makanan yang busuk. Tapi mengapa mereka bisa? Mengapa mereka tidak sakit perut atau mulas seperti kita?

Rupanya burung bangkai memiliki asam lambung yang cukup asam untuk membunuh pelbagai kuman yang berbahaya bagi kesehatannya. Dan tidak cuma itu, tampaknya mereka juga mengembangkan daya tahan terhadap pelbagai kuman yang ada di lingkungan, karena tampaknya saat mereka lahir - mereka belum memiliki daya tahan yang lengkap.

Uniknya, ilmuwan mungkin menduga bahwa konsep mereka mengembangkan kekebalan tubuh ini mirip dengan kita melakukan vaksinasi. Apakah ini bermakna sudah waktunya kita saling belajar dengan para hewan yang kebal banyak kuman ini?

Selasa, 19 Mei 2015

Spesies Mana yang Diselamatkan?


Bukankah kamu sudah tahu kalau banyak spesies, baik hewan maupun tumbuhan terancam punah? Kita memiliki banyak yang sudah punah, misalnya saja yang terkenal seperti Burung Dodo, atau mungkin yang dekat adalah Harimau Jawa. Sebentar lagi mungkin lebih banyak yang menyusul, hanya saja kita tidak tahu namanya, atau mungkin enggan untuk tahu.

Permasalahannya adalah, kita tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk menyelamatkan mereka semua setidaknya saat ini. Kita tidak bisa membangun bahtera Nuh untuk menyelamatkan semuanya, apalagi hanya sepasang, karena sepasang mungkin bermakna akhir dari spesies mereka di zaman kita ini. Lalu pertanyaannya adalah, spesies mana yang harus lebih dahulu kita selamatkan?

Ini seperti Tim yang membantu korban bencana massal, siapa yang akan didahulukan untuk diselamatkan ketika Tim tahu mereka tidak akan bisa menyelamatkan semuanya? Apakah yang paling parah kondisinya, apakah yang paling mungkin diselematkan, ataukah mungkin yang paling berpengaruh seperti presiden dan kabinetnya? Atau mungkin orang-orang terdekat Tim tersebut?

Kondisi lapangan kita tampaknya tidak berbeda, apakah kita akan menyelamatkan spesies yang paling sedikit jumlahnya? Apakah kita akan menyelamatkan yang paling penting bagi ekosistem yang menunjang banyak kehidupan spesies lainnya? Apakah kita akan menyelamatkan yang paling lucu dan unyu?

Panda misalnya, tidak terlalu penting dalam ekosistem, namun menghabiskan dana penyelamatan jauh lebih besar dibandingkan spesies lainnya. Tapi orang, manusia mungkin tidak akan mau mengorbankan panda untuk menyelamatkan spesies lainnya. Apakah kita pernah berhitung, mana yang lebih penting untuk diselamatkan terlebih dahulu?

Jaminan Kecelakaan Kerja Return To Work


Saat saya menyaksikan video informasi publik dari BPKJ Ketenagakerjaan ini, sebuah konsep menarik ditawarkan. Yaitu perlindungan tidak hanya pada sebatas kecelakaan kerja, namun juga bagaimana tenaga kerja yang bekerja tadi bisa kembali bekerja jika kecelakaan kerja mengakibatkan cacat yang permanen.

Sangat disayangkan jika para pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan mengalami cacat permanen atau disabilitas kemudian di-PHK begitu saja oleh perusahaan, padahal sebenarnya dengan pemulihan dan pelatihan ulang, tenaga kerja tersebut dimungkinkan bekerja pada bidang yang sama atau pada tugas yang disesuaikan di perusahaan yang sama

Tapi ketika saya mendengar bahwa hanya sekitar baru 300 perusahaan yang ikut serta dalam program jaminan seperti ini, tentunya sangat disayangkan..

Senin, 18 Mei 2015

Bagaimana Awan Terbentuk?


Kita bisa mengatakan dengan sederhana bahwa awan terbentuk dari air yang daratan/lautan yang menguap dan kemudian berkondensasi membuat partikel air di atmosfer, hingga kemudian terbentuk awan hujan, dan seterusnya.

Tapi mengapa awan bisa terbentuk di tempat yang tinggi? Mengapa uap air justru mengarah ke atas? Mengapa mereka tidak di bawah saja?

Pernahkah kamu menanyakan pertanyaan-pertanyaan tersebut?

Video di atas bisa memberikan gambaran pendeknya.

Sabtu, 16 Mei 2015

Beberapa Cara Mengikat Dasi

Bagaimana cara mengikat atau membuat simpul dasi? Saya menemukan beberapa foto panduan langkah demi langkah menyimpul dasi seperti seorang ahli, sayangnya foto ini berserakan, dan kadang hilang begitu saja.

Jadi saya memutuskan untuk memuat beberapa di antaranya di sini, agar lebih mudah untuk menemukannya lagi kemudian.