Rabu, 16 Mei 2012

Bagaimana Email Dikirimkan?



Saya tertarik sekali melihat video animasi dari Google ini, memperlihatkan bagaimana email (surat elektronik) dikirim dari ponsel atau komputer kita ke alamat tujuan. Dan bagaimana teknologi membantu semua itu.

Minggu, 06 Mei 2012

Planet Kecil kita

Planet Residential Park by Photo Dean
Planet Residential Park, a photo by Photo Dean on Flickr.

Kadang kita tidak sadar, betapa kecilnya planet yang kita huni di antara semesta yang luas. Karena pandangan kita yang sempit membuat segala sesuatu di sekelilingnya tampak begitu besar dan luas.

Namun bukan tentang luas dan sempit, kadang saya ingin bertanya pada diri sendiri. Seberapa besar makna planet kecil kita bagi kita sendiri?

Jumat, 20 April 2012

Karena Kita Tak Ingin Sendiri

20042011 one man and his dog by kierentc
20042011 one man and his dog, a photo by kierentc on Flickr.

Kurasa manusia itu sederhana, menyambung kebersamaan - karena ia tak ingin berada sendiri. Bukannya manusia tak bisa hidup sendiri, kita mendengar banyak kisah bahwa orang bisa bertahan hidup seorang diri.

Namun yang hakiki adalah keinginan untuk selalu bersama. Sesuatu yang melindungi manusia tetap bertahan hidup dan berkembang dalam peradaban seperti saat ini.

Pun demikian, tak jarang kita temukan, bahwa manusia bisa membuat kotak, sekat, pemisahan - karena ia juga tak ingin kehilangan rasa amannya akan kebersamaan yang dalam pandangannya adalah yang paling baik. Cemburu, emosi, pertengkaran hingga peperangan adalah hasil dari semua itu.

Kita mungkin sederhana - tak ingin berada sendiri. Namun dari sinilah kompleksitas kehidupan seorang anak manusia dimulai.

Rabu, 18 April 2012

Mata-Mata di Tubuh Demokrat

Kadang saya merasa ada kelucuan tersendiri mendengar berita dan perbincangan berita pagi ini. Karena pidato (sindiran?) Pak Presiden yang tertutup di antara petinggi Partai Demokrat tersebar ke luar oleh sebuah rekaman misterius.

Yang menjadi masalah tentu karena - katanya - isinya adalah sindiran terhadap partai lain. Saya sendiri tidak tahu pasti karena tidak pernah mendengar rekaman itu, dan memang tidak tertarik.

Namun kadang ya itu, lucu mendengar jika ada wacana bahwa pihak media menyusupkan mata-mata ke tengah tubuh partai untuk mendapatkan rekaman ini. Atau sebaliknya.

Ah, dunia ini memang tidak aman, pintu dan dinding pun punya mata dan telinga.

Senin, 16 April 2012

Pendidikan itu untuk Kehidupan

Hari ini pelajar kita mulai menghadapi ujian nasional. Hanya saja saya masih sedih mendengar bahwa masih ada upaya mencari kunci jawaban, membocorkan soal - bahkan hingga rentetannya berupa rasa tidak percaya dan pemeriksaan lokasi ujian agar bebas ponsel - termasuk dengan mengerahkan petugas keamanan.

Saya mungkin mesti mengakui, bahwasanya, ujian itu tidaklah mudah, tidak jarang membuat kepala terasa berdenyut nyeri.

Namun jauh daripada itu, orang-orang tampaknya mulai menggeser bahwa pendidikan sebenarnya ditujukan bagi kehidupan secara luas, menjadikan seseorang terdidik sehingga dapat hidup sebagai manusia seutuhnya.

Pendidikan bukanlah tentang menciptakan nilai-nilai tinggi, jawara-jawara hebat, atau lulusan-lulusan yang diterima di jenjang bergengsi berikutnya. Karena pada akhirnya, semua itu akan terjadi dengan sendirinya sebagai buah dari proses pendidikan yang baik.

Pun jika itu tidak terjadi, kita tidak dapat memaksanya terjadi. Atau kita akan mulai menciptakan kepalsuan, nilai-nilai palsu, lulusan-lulusan palsu, dan gelar-gelar palsu. Dan pada akhirnya kita menciptakan masyarakat dan negara yang palsu yang mulai berteriak kebenaran akan pembenaran hal-hal yang dibiasakannya, korupsi, cauvinisme, nepotisme, dan sebagainya yang menjadi roda iblis di bumi pertiwi.

Pendidikan itu untuk kehidupan, dan saya tidak tahu, seberapa banyak dari kita yang masih dapat tersenyum bahagia melihat mereka yang giat menempa ilmu - bukan hanya untuk nilai dan gelar semata.

Jumat, 13 April 2012

Istri Simpanan untuk Anak SD

Don't Piss Me Off! by Extra Medium
Don't Piss Me Off!, a photo by Extra Medium on Flickr.

Aku agak tersenyum (mungkin sedikit sinis) mendengar berita marak tentang buku "Lembar Kerja Siswa" Sekolah Dasar yang berisi materi bertajuk istri simpanan - atau sesuatu seperti itu dalam cerita "Bang Maman dari Kali Pasir".

Dari berita juga kutahu bahwa banyak yang protes tentang hal ini, kenapa bisa diloloskan pada buku SD.

Namun aneh juga, selain pengawas tidak tahu menahu bahwa materi ini beredar di buku anak sekolahan, orang tua sendiri mungkin tidak pernah peduli isi buku pendidikan anak-anaknya, sehingga baru sekarang terbuka kasusnya, padahal ada berapa ratus eksemplar di luar sana. Mungkin kebobolan ini juga - jika masyarakat mau jujur - adalah akibat penyerahan sepenuhnya si anak untuk menjadi tanggung jawab sekolah mendidiknya, ya akui saja kadang ketakacuhan orang tua itu seperti inilah dampaknya. Namun tentu saja pelbagai instasi terkait tidak dapat lepas tangan juga akan kasus ini.

Hal lain juga, orang berpendapat bahwa materi ini tidak sesuai dengan pendidikan anak-anak. Ada yang berpendapat ini adalah masalah orang dewasa, lha bukannya pendidikan itu sewajarnya mendewasakan anak?

Kukira suatu saat anak akan belajar tentang yang namanya "istri simpanan", dan Anda mungkin menyesal jika bukan Anda yang memberi penjelasan pada si anak tentang itu.

Pun demikian, aku tetap setuju, bahwa materi ini sebaiknya tidak dituangkan terlalu dini pada anak-anak yang belum cukup dapat memahinya. Lagi pula untuk memahami sisi "gelap" kehidupan, ada baiknya dengan mengenalkannya pada "terang". Tidak semua anak dapat mencerna "gelap"-nya kehidupan dengan bijak, karenanya-lah mereka memerlukan bimbingan.

Mengajari anak tentang saling menyayangi dan nilai kesetiaan serta kebersamaan, maka suatu saat jika si anak bertemu dengan topik "istri simpanan", maka diharapkan dia akan cukup bisa memahami itu sebagai sesuatu yang tidak sepatutnya menjadi pilihan baginya.

Dan orang tua mesti tetap tidak melepas tanggung jawab pendidikan anak pada pihak lain begitu saja. Seyogyanya yang namanya orang itu - ya - mengayomi. Masih ada banyak tantangan di luar sana, termasuk konten hiburan yang kadang tidak memberikan nilai pendidikan positif pada anak.

Kamis, 12 April 2012

Jangan Menindas yang Lemah



Inilah mengapa kita selalu diingatkan untuk tidak menindas yang lemah. Bukan karena suatu saat penindasan itu akan berbalik pada kita. Namun kadang hal-hal itu hanyalah kekonyolan belaka.