Kamis, 16 Oktober 2014

Kebahagiaan itu Mahal

Mereka yang terjerumus pada depresi sedemikian hingga kehilangan semangat hidup adalah sesuatu yang nyaris tidak bisa kembali. Mereka bahkan tidak berminat untuk berada dalam kondisi yang berbahagia.

Namun hal ini tidak bermakna bahwa guna menghindari depresi setiap orang harus berlari mengejar kebahagiaan bagi dirinya. Sesuatu yang bisa membuat kita tersandung oleh cikal bakal depresi. Mereka yang sibuk mengejar kesenangan lewat judi, bisa tersandung kekalahan materi yang besar, dan menimbulkan depresi.

Kebahagiaan itu mahal, dan jauh lebih mahal ketika kita berada dalam depresi.

Bulan kemarin WHO meluncurkan kampanye "Black Dog" bagi penderita depresi. Mereka kadang tidak bisa menemukan jalan keluar bagi diri mereka sendiri.

Walau orang di sekitar bisa membantu, namun rasanya tanpa diri kita sendiri yang mau keluar dari dalam lingkaran yang serba menekan itu. Kebahagiaan belum tentu akan muncul. Keluar dari depresi bukan berarti melompat menuju kebahagiaan.

Melepas beban yang menyebabkan depresi membuat kita memiliki ruang untuk menjamu kebahagiaan hadir dalam hidup kita.

Rabu, 15 Oktober 2014

Makanan Sehat itu Susah

Saya acap bertukar pendapat dengan pasien dan keluarga. Salah satu obat murah yang susah didapat adalah makanan yang sehat.

Makanan sehat itu tidak selalu enak. Anak-anak tidak terbiasa dengan makanan sehat, karena camilan sudah menjadi komandan mereka saat makan.

Dan ketika dewasa, kebiasaan makan sehat pun sudah tidak ada.

Kenapa sih kita susah sekali memilih makanan yang sehat?

Senin, 06 Oktober 2014

Cuci Otak Masyarakat

Rekan dan sahabat saya di Bali sedang gencar memperjuangkan reklamasi Teluk Benoa. Menjaga tanah pantai kaya Mangrove itu dari tangan - tangan investor yang tidak memedulikan kelestarian alam. Mereka berusaha mengajak masyarakat untuk sadar bahaya dilakukannya reklamasi, mengingat struktur garis pantai pulau dewata ini.

Tapi tampaknya belakangan ini justru ada pihak-pihak masyarakat lokal yang seolah-olah menyetujui adanya reklamasi dalam balut kata-kata revitalisasi. Mereka berkata, uang bisa membeli banyak hal, tapi bisa juga mengubur banyak hal, termasuk nurani.

Kini harus kembali pada masyarakat, belajar mana informasi yang tepat bagi mereka. Tidak mudah dihasut oleh pihak-pihak tertentu. Karena harga yang dibayar dari sebuah kesalahan publik seperti ini adalah masa depan yang hilang bagi generasi setelahnya.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Omong Kosong

4Apa kita termasuk orang yang suka menitikberatkan pembicaraan dan pemahaman pada hal yang sebenarnya tidak esensial? Berputar pada topik yang sama yang sudah berlalu dan tidak mungkin diubah? Apalagi jika sebagian besar isinya adalah penyesalan?

Jika iya, mungkin kita adalah orang yang suka omong kosong. Atau kata anak muda sekarang,  orang yang gagal "move on".

Tidak apa-apa jika sekali dua kali galau. Tapi jika tidak pernah melangkah maju meninggalkan masa lalu. Maka kita akan menjadi seperti kubangan yang tergenang lama, menjadi bau, karena yang menumpuk semua tidak berguna dan membusuk terus menerus.

Kamis, 02 Oktober 2014

Mengurangi Garam Menyelamatkan Jantung

Bagi penggemar makanan yang asin atau kaya garam, ini mungkin bukan kabar gembira. Tapi memang demikian dari dulu disampaikan.

Saya selalu bilang pada pasien yang memiliki tekanan darah yang di batas tinggi hingga yang kelewatan tinggi, "jika bisa, batasi asupan garam". Tentu saja ini berarti membatasi semua kenikmatan di mulut yang dekat dengan sensasi "asin".

Garam memiliki sifat menahan air. Singkat katanya, jika asupan garam berlebihan, maka kadar air dalam pembuluh darah meningkat, dan tekanan darah menjadi atau tetap tinggi.

Sebelum maju ke obat-obat, maka mereka dengan gejala menuju hipertensi disarankan diet garam terlebih dahulu. Jika dengan mengurangi asupan garam (jika bisa ditambah pola hidup sehat lainnya) bisa membuat tekanan darah kembali ke nilai aman tanpa risiko lainnya. Tentu saja ini yang menjadi harapan banyak orang yang terancam oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Hipertensi tidak pernah bagus untuk jantung kita. Mengurangi asupan garam bermakna mengurangi risiko sakit jantung, yang juga berpotensi menyelamatkan jiwa kita dari kematian akibat penyakit jantung dan komplikasinya.