Jumat, 13 Januari 2017

Sang Akhir

Segala sesuatu yang fana memiliki akhir, sebagaimana segala sesuatu yang lahir di dunia ini. Orang mencari jawaban atas keabadian, namun berpaling dalam kehampaan. Yang abadi mungkin hanya ketidakabadian.

Dalam lini masa yang pendek ini. Sudahkah kita hidup sepenuhnya?

Apakah kita mengisi kehidupan dengan penyesalan?

Apakah kita mengisi kehidupan dengan amarah serta kebencian?

Apakah kita mengisi kehidupan akan keserakahan?

Adakah kaki melangkah membawa hati yang penuh ketenangan dan kedamaian?

Dalam kontemplasi sederhana ini, anak manusia merenung akan keberadaan yang segera berakhir ini. Dan ia memutuskan untuk berkenalan dengan sang akhir, berjabat tangan dan berjalan beriringan.

Jumat, 06 Januari 2017

Kepekaan

Aku berucap pada kehidupan dan juga pada mentari yang selalu menerangi mereka yang datang berhadapan dengannya. Tentang siapa yang cukup peka untuk melihat kehidupan seutuhnya, sebagaimana rembulan menatap dirinya dalam cerminan telaga yang tenang di sebuah malam nirmega.

FB_IMG_1482920553254

Kamis, 05 Januari 2017

Selamat Tahun Baru 2017

Oh ya, tulisan ini memang datang terlambat. Namun setidaknya bukan sewarsa terlmabat, sehingga masih dapat disapakan kepada siapa saja.

Orang-orang bergembira ketika Tahun Baru tiba di seluruh dunia. Walau tidak sedikit yang berada dalam dekapan duka. Tapi tentu saja saya melihat ada yang entah mengapa antipati dengan Tahun Baru.

Saya sudah lama tidak terlalu memeriahkan pergantian tahun, pun demikian, budaya ini tetaplah hal yang menggembirakan. Untuk sesuatu yang membawa kegembiraan bagi banyak orang, mengapa tidak kita turut berbahagia?

Dunia akan tetap penuh masalah, meski kita bergembira atau bersedih. Seperti malam yang dingin akan tetap tiba meski kita meneguk secangkir kopi hangat di hadapan kita atau tidak, demikian juga dengan masalah dunia dan tahun baru. Jadi saya memilih meneguk secangkir kopi ini.

Selamat Tahun Baru 2017 bagi semuanya. Dan mari kita bersiap menghadapi tantangan yang menanti di depan kita.

Jumat, 23 Desember 2016

Song of teh Rain

I am dotted silver threads dropped from heaven by the gods.
Nature then takes me, to adorn her fields and valleys.
I am beautiful pearls, Plucked from the crown of Ishtar by the daughter of Dawn to embellish the gardens.
When I cry the hills laugh; When I humble myself the flowers rejoice; When I bow, all things are elated.
The field and the cloud are lovers And between them I am a messenger of mercy.
I quench the thirst of one; I cure the ailment of the other. The voice of thunder declares my arrival; The rainbow announces my departure.
I am like earthly life, Which begins at the feet of the mad elements And ends under the upraised wings of death.

I emerge from the heard of the sea Soar with the breeze.
When I see a field in need, I descend and embrace the flowers and the trees in a million little ways.
I touch gently at the windows with my soft fingers, And my announcement is a welcome song all can hear But only the sensitive can understand.
The heat in the air gives birth to me, But in turn I kill it, As woman overcomes man with the strength she takes from him.
I am the sigh of the sea; The laughter of the field; The tears of heaven.
So with love— Sighs from the deep sea of affection; Laughter from the colourful field of the spirit; Tears from the endless heaven of memories.

Gibran, Kahlil. The Complete Works of Kahlil Gibran: All poems and short stories (Global Classics) (Kindle Locations 565-582). GENERAL PRESS.

Sabtu, 19 November 2016

Planet Kita hanya Satu

Di antara banyak hal dunia ini, kadang masih bisa tertawa geli melihat orang saling berebut kekayaan. Planet kita cuma satu, jika berebut apa jadinya nasib orang-orang yang lemah? Ini seperti sebuah rumah yang hanya punya satu toilet.