Minggu, 14 Desember 2014

Tumbuhan yang Mematikan



Kalau menemukan tumbuhan ini di sekitar Anda, sebaiknya tidak berpikir untuk mencicipinya, apalagi meraciknya ke dalam hidangan makan malam!

Hewan-Hewan Aneh di Lautan



Video ini mengingatkan saya, mengapa saya tidak suka menyelam (alasan lain dari tidak bisa berenang). Laut menjadi daya tarik sendiri, kecuali untuk hewan seperti cumi-cumi vampir mungkin?

Rumah Siapa?

Negeri kita tercinta, Indonesia, selalu dikritik masalah deforestasi, kehilangan hutan yang semakin menjadi-jadi dari tahun ke tahun. Dan semuanya berubah menjadi sesuatu demi nama kesejahteraan umat manusia.

Tapi seberapa banyak kita sudah mengambil? Dan seberapa banyak kita sudah memberikan kembali?

Kita mengambil rumah - rumah dari kehidupan yang lainnya, dan mengubahnya menjadi tambahan receh di kantong kita yang sudah mulai sesak.

Bertanya saja kembali pada diri kita: Rumah siapakah yang terjarah itu?

Rabu, 19 November 2014

Masih BAB Sembarang?

Kampanye dari UNICEF ini termasuk unik. Bagaimana tidak, mungkin geregatan melihat masih banyak pelaku open defecation atau buang air besar sembarangan di negeri ini.

Sungai harusnya sudah menjadi beranda sebuah kampung atau pemukiman, sudah jamak malah jadi tempat sampah bersama. Mulai dari mandi, cuci, kakus, hingga pembuangan limbah industri.

Buang besar sembarangan sudah jelas menjadi akar masalah dari pelbagai masalah kesehatan. Penularan penyakit mulai dari diare, hingga hepatitis, bahkan Ebola bisa terjadi lewat buang tinja sembarangan. Masyarakat mungkin sudah tahu, tapi banyak yang belum sadar.

Adalah kewajiban kita semua untuk bersama-sama membawa masyarakat memahami hal ini dan membangun kesadaran tersebut.

Selasa, 11 November 2014

Memboyong Mentari

Orang berkata, jangan membiarkan senja mengalahkan kita. Membiarkan waktu menghadirkan kegelapan sekehendak hatinya.

Boyonglah mentari, bawa ia ke dalam bejana langitmu. Tunjukkan pada bintang - bintang yang lain, bahwa belum masanya bagi mereka untuk menari dan bernyanyi.

Demikianlah kata si guru pada muridnya yang belum mampu.