Rabu, 25 Maret 2015

Pagi Hari dengan Kopi

Tentu saja saya tahu bahwa sedikit olahraga di pagi hari lebih baik dibandingkan dengan secangkir kopi untuk memicu sedikit energi sebelum berangkat kerja. Tapi kopi di pagi hari memang menggoda.

Tentu saja kasusnya tidak selalu demikian. Seandainya satu siklus malam sudah dipenuhi dengan begadang di kantor, dan paginya harus memulai kerja di kantor lagi. Maka dalam keputusasaan (baca: kemalasan), kopi adalah secangkir penyelamat hari yang baik hati.

Dan yang menyenangkan adalah ketika menahan diri dalam porsi yang tidak berlebih dan berulang-ulang. Karena jika tubuh sudah membentuk cukup toleransi terhadap kafein, dunia akan kehilangan salah satu sentuhan pahitnya yang memikat.

Mungkin Mereka Mitos?



Membaca kisah tentang naga, menara babel, suku amazon, hobit dan sebagainya mungkin hanya kita temukan di novel-novel lama. Namun bagaimana jika kemungkinan bahwa mereka pernah ada dan bukan sekadar hikayat apalagi mitos?

Senin, 23 Maret 2015

Katanya Kebenaran itu Relatif

Jika kamu tidak tahu, jangan bicara tentang kebenaran. Biasanya orang berbicara dengan sederhana. Sayangnya, ketika "aku" merasa tahu akan kebenaran, maka aku suka menyuarakan tentang itu.

Bukankah manusia memang demikian?

Senin, 23 Februari 2015

Fobia Yang Aneh


Pernahkah Anda menilai fobia apa yang terdengar cukup aneh? Mungkin beberapa fobia di atas cukup aneh, namun ternyata mereka ada

Mendengar fobia akan ruang tertutup, tempat tinggi, ular dan sebagainya mungkin sudah wajar. Tapi bagaimana dengan fobia-fobia yang muncul karena ketakutan akan berada di dalam rumah, ketakutan terhadap sinar matahari, ketakutan berada jauh dari ponsel, ketakutan dari adanya teknologi baru, atau bahkan ketakutan pada semua hal.

Silakan menyimak video di atas untuk melihat sejumlah fobia yang mungkin belum pernah Anda bayangkan.

Minggu, 22 Februari 2015

Sambutlah Kehidupan

Petang ini, hari Minggu sudah terasa berakhir. Dan besok Senin pagi yang padat dimulai. Rasanya, jika memang mau dirasakan, yang namanya istirahat dari kerja itu tak pernah cukup. Seandainya hari Minggu bisa diperpanjang, mungkin demikian dalam benak kita.

Tapi walau hari Senin, matahari tetaplah terbit di Timur dan terbenam di Barat. Apa yang dilalui hari ini adalah bagian dari kehidupan yang layak disyukuri. Jika Anda dapat mensyukurinya tentu saja.

Kita tidak pernah tahu apa yang kehidupan berikan pada kita. Baik saat itu kita sebut hari libur, atau hari kerja.

Kadang seperti hewan kecil di antara belukar dan hutan, mereka akan dengan senang menggapai apa yang ditawarkan pada mereka hari itu. Tentu saja tidak seperti kita, mereka tidak punya hari yang membedakan kesibukan. Tapi mereka selalu tersedia berbuka tangan bagi kehidupan.

Mungkin kita bisa rindu seperti itu. Dapat menyambut kehidupan, apapun yang ditawarkan oleh kita pada hari ini. Yang ada hari ini, belum tentu kembali esok.

Sekecil kecilnya langkah kita, adalah langkah kehidupan, dan menjadi suka cita ketika kita menerimanya dengan tangan terbuka.