Rabu, 18 Oktober 2017

Menemani

Aku menemanimu melewati randu kesunyian.

Aku bersandar bersamamu, mendengarkan kidung keheningan.

Gita dari setiap suka cita menjadi sekuntum bunga kalbu yang semerbak mewangi. Laras kidung kesedihan berkumpul dalam genangan getir ingatan.

Aku menggandeng genggaman senyummu, di bawah langit kita berteduh, di atas bumi kita bersimpuh.

Aku menemanimu melewati randu kesenyuian. Aku bersandar bersamamu, mendengarkan kidung keheningan.

Anak manusia yang belum menutup mata, belum pula membuka mata.

Kamis, 05 Oktober 2017

Son of Man

O son of man, why you still here?
The sun already ignites the amazing Moonlight.
The daughter of time already invite you for a dance.
And the breeze of destiny already embraces you warmly.

Come O son of man.

The desolate song may forgotten O son of man, but your very breath already sing them for the whole world.

Rise O son of man.

No more cuddling with curtain of fear of incertainty. The moon are yours, the holy torch of infinity heaven is your loyal guide.

O son of man, be brave, and yet wise.
O son of man, be strong, and yet gentle.
O son of man, be true, and yet humble.

O son of man, go, mau the daughter of time shall be your eternal companion. 

Rabu, 27 September 2017

Pantai Kekasihku

Di pesisirmu aku berjalan. Mencari keteduhan di bawah arakan sang awan, dan kehangatan dalam benaman pasirmu.

Aku menatap gelombang pesisirmu, menjadikan mereka cerminan hatiku. Seperti menanti kekasih yang akan mengetuk pintuku, kedamaian yang luruh lembut di resapan bibirmu.

Angin membawa senyummu padaku, kekasih, yang menjadikanku ada dalam buai kedamaian.

Sabtu, 18 Maret 2017

Penyangkalan

Penyangkalan merupakan salah satu bumbu kehidupan yang unik. Hampir setiap orang pernah melakukan penyangkalan. Karena kehidupan tidaklah selalu bisa diterima oleh akal sehat.

Namun sekali lagi, ibarat orang berkata bahwa cinta itu buta. Mereka yang mencintai kehidupan tak akan melakukan penyangkalan, oleh karena kehidupan adalah kekasih mereka, dan menerima yang terkasih apa adanya menjadi wujud cinta yang tak bersyarat.

Apakah kita sedang melakukan penyangkalan terhadap kehidupan?

Maka mungkin kita sedang berusaha memahami kehidupan dengan akal. Coba tanya kembali pada nurani yang terlupakan, karena dialah yang memegang sepasang cincin yang menjadi bukti pengikat abadi antara insan dan kehidupan.

Rabu, 15 Februari 2017

Karena Pilihan Selalu Memiliki Alternatif

Jika bingung memilih sesuatu, maka selalu ingat bahwa pilihan tidak mutlak tunggal, selalu memiliki alternatif, oleh karena itu disebut sebagai pilihan.

Instead of stupid allies, a wise man would rather a smart enemy.

Pilihlah dengan cerdas, dan bertanggung jawablah kemudian.

Selamat merayakan pesta rakyat melalui pilkada.

Selasa, 14 Februari 2017

Karena Cinta tak Menjelaskan Semuanya

Kadang wajahnya tersipu malu seperti rerumputan yang tertiup angin, dan menundukkan kepala laksana cerminan hati yang tersembunyi di dalam Pertiwi.

Perasaan manusia sering tak bisa menjelaskan segalanya, karena perasaan ini telah menolak segala jenis problematika dialektika dan kesenjangan logika analogi anak manusia.

Maka biarlah dia mengalir dan menjadikannya ada.

Happy Valentine's day to all.

Jumat, 20 Januari 2017

Hampa

Kehidupan adalah hampa. Bukan hampa sebagaimana sebidang langit yang dilewati elang dan tak meninggalkan apa-apa di belakang, namun juga adalah langit yang sama.

Hampa tidak bermakna kosong, namun hampa adalah kekosongan.

Hampa selayaknya suara rintik hujan yang datang dan pergi, sedemikian hingga suara rintik hujan berikutnya dapat datang dan juga pergi.

Jika kehidupan seperti suara hujan yang datang, namun tidak kunjung pergi, maka kehidupan tidaklah hampa, dan juga bukanlah kehidupan.

Jumat, 13 Januari 2017

Sang Akhir

Segala sesuatu yang fana memiliki akhir, sebagaimana segala sesuatu yang lahir di dunia ini. Orang mencari jawaban atas keabadian, namun berpaling dalam kehampaan. Yang abadi mungkin hanya ketidakabadian.

Dalam lini masa yang pendek ini. Sudahkah kita hidup sepenuhnya?

Apakah kita mengisi kehidupan dengan penyesalan?

Apakah kita mengisi kehidupan dengan amarah serta kebencian?

Apakah kita mengisi kehidupan akan keserakahan?

Adakah kaki melangkah membawa hati yang penuh ketenangan dan kedamaian?

Dalam kontemplasi sederhana ini, anak manusia merenung akan keberadaan yang segera berakhir ini. Dan ia memutuskan untuk berkenalan dengan sang akhir, berjabat tangan dan berjalan beriringan.

Jumat, 06 Januari 2017

Kepekaan

Aku berucap pada kehidupan dan juga pada mentari yang selalu menerangi mereka yang datang berhadapan dengannya. Tentang siapa yang cukup peka untuk melihat kehidupan seutuhnya, sebagaimana rembulan menatap dirinya dalam cerminan telaga yang tenang di sebuah malam nirmega.

FB_IMG_1482920553254

Kamis, 05 Januari 2017

Selamat Tahun Baru 2017

Oh ya, tulisan ini memang datang terlambat. Namun setidaknya bukan sewarsa terlmabat, sehingga masih dapat disapakan kepada siapa saja.

Orang-orang bergembira ketika Tahun Baru tiba di seluruh dunia. Walau tidak sedikit yang berada dalam dekapan duka. Tapi tentu saja saya melihat ada yang entah mengapa antipati dengan Tahun Baru.

Saya sudah lama tidak terlalu memeriahkan pergantian tahun, pun demikian, budaya ini tetaplah hal yang menggembirakan. Untuk sesuatu yang membawa kegembiraan bagi banyak orang, mengapa tidak kita turut berbahagia?

Dunia akan tetap penuh masalah, meski kita bergembira atau bersedih. Seperti malam yang dingin akan tetap tiba meski kita meneguk secangkir kopi hangat di hadapan kita atau tidak, demikian juga dengan masalah dunia dan tahun baru. Jadi saya memilih meneguk secangkir kopi ini.

Selamat Tahun Baru 2017 bagi semuanya. Dan mari kita bersiap menghadapi tantangan yang menanti di depan kita.