Kamis, 10 November 2016

Jadilah Pahlawan

Anak-anak pada zaman saya dahulu disuguhi pelbagai karakteristik kepahlawanan. Mulai dari para pahlawan nasional di buku-buku sejarah, pahlawan mitologi seperti di kisah-kisah Ramayanan dan Mahabarata yang merupakan karya klasik tak lekang oleh waktu, hingga karakter pahlawan import seperti Batman, Superman atau Ultraman - jangan lupa juga Kesatria Baja Hitam yang sempat melenggang di layar kaca ketika itu.

Mungkin banyak anak yang tumbuh dan ingin menjadi pahlawan. Tapi pahlawan yang seperti apa?

Pahlawan selalu ditampilkan dalam sisi terang, sisi kebenaran, sisi membela yang lemah, dan sisi yang menegakkan keadilan. Walau tidak selalu dipuja, setidaknya dicintai oleh banyak orang.

Mungkin karena dampak hebat dari citraan ini, banyak orang hingga besart ingin tampil sebagai pahlawan.

Sayangnya, sisi terang tak selamanya terang, kebenaran tidak selalu hakiki, dan kaum lemah kadang hanya selubung kemunafikan, bahkan keadilan pun tak serta merta berperasaan dan berkemanusiaan.

Membela yang satu dan menjatuhkan yang lain. Menjadi pahlawan di mata yang satu, dan menjadi musuh di mata yang lain. Ini adalah lingkaran kehidupan, roda sebab dan akibat yang tak dapat dipungkiri.

Tidak perlu menjadi Dead Pool untuk menyelami sisi gelap dunia kepahlawanan. Namun mengetahuinya tidak patut menjadikan orang mundur dari apa yang hendak dicapainya. Karena pahlawan tidak selamanya jaya, kadang berkubang lumpur merupakan sebuah berkah yang tak terhingga.

Anda mungkin berjuang menjadi pahlawan, namun belum tentu waktu membuktikannya demikian. Anda mungkin tidak hendak menjadi pahlawan, namun waktu bisa jadi menghadiahkan Anda kejutan ini. Mengapa? Karena jejak yang Anda tinggalkan telah mengubah kehidupan banyak orang menuju kebaikan bagi mereka dan orang-orang yang mereka kasihi.

Berjalanlah di jalan Anda, dan mungkin kelak Anda menemukan orang yang berbahagia karenanya. Dan jangan melupakan mereka yang menjadi pahlawan bagi Anda, meski Anda tak bisa berbuat banyak untuk berterima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar