Sabtu, 29 Oktober 2016

Di Bawah Kilauan Waktu

Aku bertanya padamu sebagaimana awal yang pernah membisikkan pada tarikan napas yang pertama. Apa yang kau renungkan di bawah kilauan waktu?

Seperti angin yang pergi tak pernah kembali, seperti itu juga waktu yang pernah kita dekap dengan erat.

Aku akanmu, hanya menjadi tebaran bintang di langit malammu, menjadi kilauan kenangan yang selalu menaungi perjalananmu.

Jangan bersedih, jangan berhenti. Karena engkau tetap berada di bawah kilauan sang waktu. Dan napasmu masih cukup untuk melantunkan Gita kehidupan, sebagaimana yang pernah kita dendang bersama pada awal permulaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar