Senin, 01 Agustus 2016

Mengapa Membakar Tempat Ibadah?

Setahun belakangan ini saya tidak habis pikir, mengapa ada orang yang (sengaja?) Membakar tempat ibadah? Katakanlah mereka oknum agar terdengar lebih nyaman. Dan tidak hanya satu golongan agama saja yang menjadi sasarannya.

Apa yang didapatkan dari membakar tempat ibadah?

Kepuasan akan ego? Menyatakan bahwa agama kita benar sementara yang lain salah dan harus tunduk?

Lalu setelah ego dan emosi terlampiaskan, lalu apa yang didapat? Surga?

Anda belum mati, masih bernapas, surga hanya masih dalam angan saja. Dan jika Anda bisa masuk surga karena menyengsarakan orang lain, maka Anda harus berhati-hati dan waspada, mungkin saja surga itu penuh dengan orang yang gemar memuaskan diri dengan menyengsarakan orang lain, bukan tidak mungkin Anda akan terkena getahnya di dalam sana.

Tuhan dan semesta tidak perlu dibuat terkesan. Tidak siapa pun di dunia ini perlu kita buat terkesima. Apalagi jika menggunakan jalan kekerasan. Kekerasan hanya akan menumbuhkan benih kebencian. Dan jika kebencian telah tumbuh dengan subur, maka tidak akan ada tempat bagi kasih sayang untuk bersemi.

Apakah Anda yakin akan mendapatkan damai di tempat yang gersang akan cinta dan kasih sayang? Dan apakah Anda yakin surga akan hadir di antara tempat-tempat yang hampa kedamaian?

Hanya ketika jiwa tidak terjerumus ke dalam keinginan untuk tampil hebat, ketika tidak terikat dalam lingkaran kebencian, maka kedamaian bisa hadir dalam kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar