Sabtu, 09 Januari 2016

Aku Menantimu di Bawah Rembulan

Seperti aroma basahnya ilalang oleh embun malam, aku menantimu di bawah rembulan. Dan kubiarkan angin membawa muram, yang telah lama dibungkus oleh waktu dan pengharapan.

Kepada siapa lagi aku berkata, tentang kisah yang hilang di antara dua cakrawala senja. Dan ketika semburat perak itu muncul di langit merah, maka ingatlah bahwa aku menantimu di bawah rembulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar