Minggu, 11 Oktober 2015

Bukan Melihat ke Depan

Bermimpi itu indah, melihat jauh dibandingkan apa yang dilihat oleh orang lain. Seakan-akan meninggalkan dunia jauh ke depan.

Hanya saja, kehidupan kadang bukan tentang melihat ke depan. Namun melihat apa yang ada di depan, di hadapan kita.

Melihat dunia dengan begitu murni, dengan tanpa ide dan interpretasi. Seperti ketika berjalan pulang ke rumah dan melewati tepi sungai nan jernih. Adakah yang kita lihat rumah, ataukah kita melihat sungai?

Melihat dalam makna yang sesungguhnya - benar-benar melihat dengan seluruh daya hidup kita. Bukan angan-angan atau ingatan kita akan sungai yang setiap hari kita lewati.

Jika kita tidak melihat kehidupan dengan bersubgguh-sungguh, berapa banyak hal yang telah kita lewatkan selama ini?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar