Rabu, 10 Juni 2015

Menertawakan Kekinian

Katanya, kita beruntung lahir di zaman yang serba modern. Tapi saya rasa, kata-kata yang sama pernah diucapkan dulu pada generasi sebelumnya di era "space race", di mana televisi pertama kali menjelma dan segera jadi primadona bersama rekan-rekannya. Dan entah beberapa generasi sebelum itu di Yunani, Mesir, atau hingga Mesopotamia.

Tapi fenomena global air bah teknologi mungkin baru ada saat ini. Sehingga banyak orang tenggelam di dalamnya. Jika dilihat oleh mereka yang tidak ikut arus, dan bersantai menikmati hidup di luar modernisasi, mereka mungkin akan tertawa.

Dan jika kita melihat diri kita saat ini, kita mungkin juga akan tertawa.

Misalnya tidak bisa lepas dari gawai untuk melakukan swapotret dan berlomba mengunggah ke jejaring sosial untuk kemudian dibredel dengan puluhan bahkan hingga ribuan jempol.

Jika Anda tidak tertawa, maka mungkin biar saya saja yang tertawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar