Jumat, 26 Juni 2015

Internet sebagai media perlawanan

Dahulu, perlawanan terhadap kekuasaan dilakukan dengan menumpahkan darah. Kritik sejak zaman dahulu, merupakan makanan pedas yang membuat mulas perut para penguasa yang tidak mendengar jeritan rakyat. Terlepas dari apakah rakyat menjerit karena menderita sengsara atau karena menderita oleh ketidakmampuan mereka mandiri dan lepas dari kemanjaan subsidi.

Dahulu revolusi dilakukan dengan mengangkat senjata, sekarang serangan bisa dilakukan dengan membentuk opini di masyarakat. Kadang, tidak jarang penguasa cukup mematikan Internet untuk membendung gelombang pembentukan opini yang bisa mengarah pada revolusi.

Ini menunjukkan bahwa Internet memiliki peran yang sangat besar dan juga potensi yang luar biasa sebagai alat menumbangkan sebuah kekuasaan di muka bumi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar