Minggu, 19 April 2015

Bantul Marak Dengue Kembali

Demam dengue dan demam berdarah dengue sekarang marak lagi. Meskipun penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya, namun perburukannya ketika menjadi sindrom rejatan dengue tetap memiliki angka kematian yang signifikan. Dan di wilayah saya di Bantul, kini dengue sedang meroket kasusnya dalam beberapa bulan ini.

Dalam sehari, sekitar saya pernah menjumpai hingga kurang lebih delapan kasus kecurigaan dengue. Karena tidak semua dengue bermanifestasi parah, kadang para pasien hanya datang dengan keluhan seperti flu. Apalagi di daerah Bantul juga sedang ada kewaspadaan leptospira, sehingga kecurigaan bisa saling tumpang tindih.

Saya hanya bisa menyarankan untuk lebih waspada, menjaga kebersihan lingkungan, dan melakukan gerakan 3M plus di wilayah masing-masing. Jika muncul gejala demam tinggi yang mendadak, segera hubungan petugas kesehatan di layanan primer terdekat, dan sebaiknya tidak ditunda.

Jangan menunggu adanya pengasapan (fogging) dari instasi terkait, pencegahan di sekitar lingkungan kita sendiri akan jauh lebih efektif.

Jangan buru-buru juga melakukan pemeriksaan laboratorium atau mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter. Karena dapat mengaburkan pemeriksaan di kemudian waktu jika dilakukan.

Jika pada pemeriksaan Anda dinyatakan diduga terkena gejala demam berdarah dengue, dan masih dapat rawat jalan, maka pastikan asupan nutrisi mencukupi sehingga kondisi Anda bisa dipertahankan, bahkan dipulihkan jika memungkinkan. Biasanya berkurangnya nafsu makan dan minum membuat gejala demam berdarah memburuk. Pastikan Anda lebih banyak minum dibandingkan hari biasa, dan makan makanan bergizi.

Saya hanya berharap, gelombang kasus demam berdarah ini bisa segera berkurang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar