Sabtu, 18 April 2015

Apa Kita Punya Kepedulian?

Katanya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa ada tetangganya manusia lainnya. Tapi seberapa peduli kita dengan orang lain?

Kata-kata populer kemarin seperti “Bukan urusan saya”, sempat menjadi tren di media sosial. Mungkin karena yang mengeluarkan kata-kata tersebut adalah orang yang populer. Jadi jika kita yang mengeluarkan, bisa jadi tidak akan mencuat ke publik. Tapi bukan itu intinya, walau entah kata-kata itu menunjukkan kepedulian atau bukan.

Tapi juga, katanya orang zaman sekarang makin kurang gotong royongnya (cuma katanya), mungkin juga kurang kepeduliannya.

Tapi kepedulian punya terlalu banyak sudut pandang, dan banyak orang mencari pembenaran di dalamnya. Manusia itu rakus, kadang kenyang sampai lupa orang-orang di sekitarnya kelaparan. Tapi apakah kita sama-sama sudah melihat bahwa baik yang kekenyangan maupun yang kelaparan juga sama-sama perlu dikasihani?

Jika kita melihat sebuah potret kehidupan, kepada siapa kita berempati?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana ini membawa kita untuk membelah ke dalam diri kita sendiri? Sudahkah saya peduli? Peduli dalam makna sesungguhnya?

Anak yang terjatuh tidak akan pernah belajar berdiri jika orang tuanya selalu membantunya untuk berdiri.

Kepedulian tidak selalu bermakna mengulurkan tangan. Kepedulian tidak serta merta bermakna bahwa saya akan mengurusi semua masalah di atas bumi.

Kepedulian bagi saya bermakna, bahwa saya melihat itu adanya, dan saya bergerak atas itu!

Tidak ada motif, tidak ada kecenderungan. Dan mungkin demikian kepedulian saya akan menjadi sesuatu yang bebas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar