Rabu, 30 Desember 2015

Berteori dengan Perdamaian

Tahu teori berenang, paham teori berenang, mampu berenang, dan berenang itu sendiri adalah hal-hal yang berbeda.
Perdamaian adalah hal semacam itu. Paham dan mampu berdamai belum tentu membuat orang memilih jalan perdamaian. Karena itulah musuh dari perdamaian itu sendiri ada di dalam diri masing-masing manusia.
Jika kita menghendaki perdamaian, jangan cari di luar sana. Atau mungkin kita justru akan mulai beradu argumentasi, kemudian saling jotos, dan akhirnya jauh lebih mengerikan.
Maka pertama tama berdamai dengan diri kita sendiri terlebih dahulu.


Sabtu, 12 Desember 2015

Pilkada dan Politik Buang Uang

Apa yang paling tidak menyenangkan dari Pilkada? Jawabannya mungkin beragam.
Obral janji? Politik uang? Kampanye sembarangan? Atau lainnya?
Untunglah pilkada sudah berakhir periode ini, dan selamat bagi yang mendapatkan kepala daerah dambaan, dan mungkin berbela sungkawa pada yang mendapatkan kucing dalam karung.
Masyarakat kini kian cerdas, walau mungkin masih ada yang tetap dungu. Politik adalah pendidikan pendewasaan, sehingga orang bisa melihat bagaimana kekuasaan dimainkan bak sendratari yang gegap gempita.
Bayangkan saja, uang dipersiapkan untuk maju pilkada kebanyakan tidak sedikit. Atau jika ada yang bisa maju tanpa uang, saya pun  penasaran ingin tahu seperti apa kisahnya.
Mereka datang memperkenalkan diri dengan baliho dan spanduk bertebaran, kadang foto pasangan calon pemimpin lebih mendominasi pengenalan dibandingkan informasi akan apa yang dapat mereka perbuat untuk sebuah daerah. Jika pengenalan dirasa mahal, cukup pakai orang yang sudah terkenal, tinggal ambil kendaraan politik yang agak besar lah.
Mereka datang menebar janji, tapi apakah sempat memberikan kejelasan bagaimana janji tersebut dapat terpenuhi? Dan rakyat pun tergiur dengan madu manis yang dijanjikan dari buah pohon maja.
Mereka hadir memberikan gambaran kekuatan, lihat saja kampanye-kampanye yang menggelegar. Dibandingkan orasi yang menyentuh hati rakyat, suara dengungan knalpot para pendukungnya jauh lebih menusuk telinga rakyat seperti saya.
Pada akhirnya, rakyat akan melihat semua dengan - ah sudahlah - dan tidak terlalu memikirkan. Tak jauh belalang dari ilalang.
Tinggal sekarang rakyat yang cerdas dan bosan dengan kemapanan semu mulai memilih calon pemimpin dengan hati-hati. Jika tidak puas dengan yang di masa lalu, mereka bisa jadi pindah ke lain hati, meski pun pindah itu bak melempar dadu yang tidak tentu jelas masa depannya - setidaknya berharap lebih baik dari masa lalu.
Pilkada adalah politik membuang uang. Tapi di sisi lain mungkin tidak. Setidaknya sejumlah atau sebagian dari kita sudah dibuat belajar, dari aktivitas buang uang selama ini. Belajar bahwa pada akhirnya kita harus berharap kita cukup beruntung untuk bisa memilih yang layak membawa daerah kita menjadi lebih baik. Dan jika pilihan itu tidak ada, kita belajar harus bersiap bersabar untuk beberapa tahun mendatang.

Senin, 12 Oktober 2015

Hingga di Ujung Semesta

Kayuhlah bahteramu hingga ke ujung semesta, di kaki langit di mana para bintang dilahirkan untuk menyala sebelum padam di akhir zamannya. Biarlah benderang malam menjadi saksi akan jejakmu yang hilang di atas bumi demikian juga di muka samudra.

Engkau adalah titipan yang dari yang diharapkan dalam impianku. Datanglah seperti sunyi yang menyanyikan dendang pengantar lelap. Dan biarkan kebenaran beristirahat sementara tiada insan yang memedulikan.

Datanglah di atas bahtera, dan kunanti engkau di ujung semesta, di batas angan dan hasratmu akan rahasia seluruh alam.


Minggu, 11 Oktober 2015

Bukan Melihat ke Depan

Bermimpi itu indah, melihat jauh dibandingkan apa yang dilihat oleh orang lain. Seakan-akan meninggalkan dunia jauh ke depan.

Hanya saja, kehidupan kadang bukan tentang melihat ke depan. Namun melihat apa yang ada di depan, di hadapan kita.

Melihat dunia dengan begitu murni, dengan tanpa ide dan interpretasi. Seperti ketika berjalan pulang ke rumah dan melewati tepi sungai nan jernih. Adakah yang kita lihat rumah, ataukah kita melihat sungai?

Melihat dalam makna yang sesungguhnya - benar-benar melihat dengan seluruh daya hidup kita. Bukan angan-angan atau ingatan kita akan sungai yang setiap hari kita lewati.

Jika kita tidak melihat kehidupan dengan bersubgguh-sungguh, berapa banyak hal yang telah kita lewatkan selama ini?


Menjaga Lingkungan Tetap Sehat

Sudahkah kita membuang sampah pada tempatnya? Bersih-bersih di dalam maupun  luar rumah? Membasmi sarang nyamuk, kecoak dan tikus? Membuka jendela setiap hari dan membiarkan udara segar masuk? Serta tidak buang air kecil dan besar sembarangan?

Semua itu terkesan sederhana, tapi begitu sederhananya toh tidak semua orang bisa bersikap demikian. Karena wacana jauh lebih mudah daripada realita.

Orang hanya tahu, tapi tidak semuanya sadar, lingkungan bersih adalah penjaga harta yang berharga - yaitu kesehatan. Karena ketika kita jatuh sakit akibat lingkungan yang tidak bersih, maka semua sesal akan selalu datang terlambat.

Yup, sehingga jangan lupa untuk selalu menjaga agar lingkungan kita tetap bersih. Hari Minggu ini adalah hari bersih-bersih yang baik.


Sabtu, 10 Oktober 2015

Ruang tak Berbatas

Apa yang kau tatap ke dalam bilik kecil di dalam masa lalumu? Bukankah semua itu sudah engkau tinggalkan semenjak angin tak lagi berlabuh dalam secangkir kopi yang kau nikmati setiap pagi?

Apa yang membuatmu terpikat dari wajah keberadaan yang tiada berwujud? Adakah kerendahan hati dalam sebuah wujud yang menahan nuranimu dalam bilik kecil ini?

Lepaskan jiwamu, karena yang tak berwujud menunjukkan kedalaman tak bertepi. Seperti engkau juga, akulah seluruh keberadaan, aku pula awal dan akhir dari ketiadaan.

Tapi apakah engkau melihat maya dari pikat bilik berbatas ini? Karena sesungguhnya, engkaulah yang membangun semua ini.


Selalu Melihat Padamu

Dunia tak cukup luas, dan juga tak cukup terang. Aku melihat dari dalam gulita yang menyenandungkan Gita sunyi.

Aku bertanya pada rembulan, tentang waktu yang ditinggalkan oleh masa lalu, apakah kita akan berjumpa lagi?

Karena pada akhirnya, apa pun jawabannya - maka aku selalu melihatmu.


Kamis, 08 Oktober 2015

Bertambah Tua

Menggerakkan badan itu bukan tidak mungkin, lembur juga bukan tidak mungkin. Tapi seiring bertambah usia (baca: bertambah tua) maka semua menjadi terasa "berbeda".

Bukan beda seperti di saat orang bilang "jatuh cinta membuat dunia terasa berbeda", tapi beda karena perubahan yang "begitu" alami. Tidak bisa lagi lari keliling lapangan tanpa tersengal, atau renang tanpa nyeri kepala. Tidak juga kuat angkat terlalu banyak atau jauh. Bahkan tidur pun bisa menimbulkan sakit-sakit di badan.

Ya, yang bisa dilakukan bertahan untuk tetap hidup sehat. Mau bagaimana lagi, uang masih bisa dicari, tapi tidak dengan waktu dan usia.


Rabu, 07 Oktober 2015

Karena Kita Ingin Tahu?

Kadang cara manusia memandang dunia sangat aneh, mungkin karena dia senantiasa selalu ingin tahu akan sesuatu. Penasaran? Atau hanya sekadar ingin membandingkan?

Manusia tumbuh besar dengan menumpuk banyak pengetahuan di atas batinnya. Dia tahu akan ini dan akan itu, dan mungkin lebih banyak lagi.

Tapi setelah dia tahu, kapankah dia melihat sesuatu lebih dalam lagi?

"Saya tahu ini kembang melati!" - tapi kemudian apakah kita pernah melihat dengan lebih seksama si "kembang melati" ini ketika kita menjumpai mereka kembali?

Kita selalu punya rasa ingin tahu, karena itulah kita memerhatikan dunia. Tapi ketika kita (sudah merasa) tahu, kita sering kehilangan harta yang berharga ini, lalu ketika ternyata kita tidak bisa melihat kehidupan dengan utuh, siapa lagi yang akan kita salahkan?


Ketika Rakyat Makan Asap

Kabut asap (yang kebanyakan) menutupi wilayah Riau bisa dikatakan bencana nasional. Ancaman kesehatan merupakan potensi risiko nyata yang dihadapi "korban" kabut asap, di mana udara tidak lagi sehat dihirup.

Tapi ke mana pemerintah? Saya tidak tahu. Karena berita dan media sosial hanya diliputi oleh bencana yang tampaknya belum memiliki solusi.

Kita berada dalam musim kering yang panjang, area bencana yang luas, kesulitan akses ke wilayah penyebab bencana, dan tentu saja diperparah memang wilayah gambut adalah "makanan renyah" yang akan mendorong kelanjutan bencana kebakaran yang kemudian memperburuk bencana kabut asap.

Sebagai bagian dari yang tidak berdaya dalam bencana seperti ini, saya hanya bisa berharap semoga lekas teratasi. Dan jangan sampai sindiran bahwa pemegang dan pelaksana kebijakan tak acuh akan kondisi bencana ini menjadi kenyataan pahit bagi kita semua.


Tetap Rendah dan Ramah

Tidak selamanya menyusuri langit tak bertepi itu memuaskan. Manusia kadang turun kembali berpijak ke bumi untuk melihat keindahannya dari dekat, demikian juga dengan kehangatannya. Mungkin dewata yang ada di langit juga merasakan hal yang sama.

Tapi dengan berpijak di bumi, kita akan menjadi sama rendah dengan semua, hanya dengan berada sama rendah kita dapat melihat apa yang mereka lihat di bumi sebagaimana dikisahkan dari sejak dahulu kala.

Lipat sayap sayap kecil kita, tanda sebuah keramahan yang mengikhlaskan identitas. Karena pada akhirnya kita semua sama, tanpa perbedaan kecuali apa yang tampak.

Memijak kaki di bumi, setelah lama lelah terbang di langit.


Selasa, 06 Oktober 2015

Tidak Seperti yang Diharapkan?

Kehidupan kadang bisa menjadi lucu, ketika tiba pada apa yang dicari-cari, ternyata di situ tidak ditemukan apa yang dicari. Akhirnya manusia pun cuma bisa berekspresi.

Semua orang punya harapan, tapi seberapa orang yang tidak terikat pada hasil?


Jumat, 26 Juni 2015

Pendidikan untuk mengejar apa?

Orang yang terdidik memiliki kesempatan untuk hidup lebih baik, dan ini seperti sebuah fatwa yang sudah diterima oleh sebagian besar dari kita (saya tidak tahu jika ada yang tidak setuju). Tapi kemudian, kita melihat tidak sedikit mereka yang sudah mendapat gelar terdidik dari jenjang pendidikan formal, kadang tidak hidup dengan baik.

Orang kemudian bertanya ulang, mengapa kita perlu pendidikan? Mengapa kita perlu bersekolah?

Ketika banyak sekarang lapangan pekerjaan hanya mensyaratkan ijazah sebagai formalitas, maka makna hakiki proses pendidikan kembali dipertanyakan. Dan pada akhirnya ada juga yang mengambil jalan pintas dengan cukup mencetak ijazah saja. Apalagi ketika kemudian pekerjaan bisa dibeli.

Ada orang yang konon bersedia membayar belasan hingga puluhan juta rupiah untuk bisa menjadi pegawai honor atau bahkan calon PNS di instansi pemerintah. Dan tentunya dengan hitungan balik modal, dan hitungan lapangan kerja yang sulit, mau tidak mau pintu belakang selalu punya kelompok orang yang memfavoritkannya.

Maka ketika kita sampai di sini. Eksistensi pendidikan menjadi nirasa, sudah hambar kata orang-orang. Asal nilai bagus, syukur bisa dibeli, dan punya ijazah, sekolah cukup formalitas saja.

Dulu, ketika nilai buruk. Orang tua memarahi anak-anak mereka, karena mereka tahu, anak-anak harus berusaha keras demi masa depan mereka. Sekarang ketika nilai buruk, sekolah dan guru takut mendapat nama buruk dan jadi kecaman para wali murid. Dan sekolah tertekan untuk mencetak nilai di atas lembar prestasi siswa, bukan mencetak prestasi dalam arti yang lebih dimanusiakan.

Lalu sekarang kita akan bertanya, pada akhirnya, semua proses pendidikan itu untuk mengejar apa? Seakan-akan para pelajar berlari ke sini dan ke sana begitu sibuknya.

Internet sebagai media perlawanan

Dahulu, perlawanan terhadap kekuasaan dilakukan dengan menumpahkan darah. Kritik sejak zaman dahulu, merupakan makanan pedas yang membuat mulas perut para penguasa yang tidak mendengar jeritan rakyat. Terlepas dari apakah rakyat menjerit karena menderita sengsara atau karena menderita oleh ketidakmampuan mereka mandiri dan lepas dari kemanjaan subsidi.

Dahulu revolusi dilakukan dengan mengangkat senjata, sekarang serangan bisa dilakukan dengan membentuk opini di masyarakat. Kadang, tidak jarang penguasa cukup mematikan Internet untuk membendung gelombang pembentukan opini yang bisa mengarah pada revolusi.

Ini menunjukkan bahwa Internet memiliki peran yang sangat besar dan juga potensi yang luar biasa sebagai alat menumbangkan sebuah kekuasaan di muka bumi.

Kamis, 25 Juni 2015

Kehidupan di luar sana

Kadang teknologi dan gawai modern yang menyertai generasi saat ini membuat (kita dan) mereka tidak bisa lagi melihat kehidupan di luar sana. Di luar dari layar kecil yang menjadi jendela dunia baru yang konon mewakili citra modernitas.

Kadang rasanya melihat dunia di luar sana bisa menjadi seperti si buta yang bisa melihat (lagi). Bahwa rajut dunia tidak hanya sebatas kelimah bercahaya dari gawai yang dibawa ke mana-mana.

Tinggalkan gawai sejenak. Dan ucapkan, selamat datang dunia!

Rabu, 10 Juni 2015

Menertawakan Kekinian

Katanya, kita beruntung lahir di zaman yang serba modern. Tapi saya rasa, kata-kata yang sama pernah diucapkan dulu pada generasi sebelumnya di era "space race", di mana televisi pertama kali menjelma dan segera jadi primadona bersama rekan-rekannya. Dan entah beberapa generasi sebelum itu di Yunani, Mesir, atau hingga Mesopotamia.

Tapi fenomena global air bah teknologi mungkin baru ada saat ini. Sehingga banyak orang tenggelam di dalamnya. Jika dilihat oleh mereka yang tidak ikut arus, dan bersantai menikmati hidup di luar modernisasi, mereka mungkin akan tertawa.

Dan jika kita melihat diri kita saat ini, kita mungkin juga akan tertawa.

Misalnya tidak bisa lepas dari gawai untuk melakukan swapotret dan berlomba mengunggah ke jejaring sosial untuk kemudian dibredel dengan puluhan bahkan hingga ribuan jempol.

Jika Anda tidak tertawa, maka mungkin biar saya saja yang tertawa.

Selasa, 09 Juni 2015

Seberapa Besar Bintang yang Paling Besar?


Planet kita, bumi, termasuk besar, setidaknya nomor urut 5 di tata surya kita. Tapi matahari, yang merupakan bintang yang menjadi pusat tata surya memiliki diameter sekitar 109 kali diameter bumi. Anda bisa membayangkan, berapa ribu planet bumi bisa disesakkan ke dalam matahari jika dia merupakan sebuah kantung.

Banyak Suara Emas



Belakangan ini banyak suara emas baru berdendang di dunia maya, sebut saja seperti Sterre van Boxtel atau Amira Willighagen. Rasanya tidak akan beberapa kali memutar-mutar lagu-lagu yang sama via YouTube.

Kamis, 21 Mei 2015

Mengapa Burung Bangkai Tidak Sakit?


Kita mungkin akan langsung jatuh sakit ketika makan makanan yang agak basi. Makanan olahan kita, baik nabati maupun hewani sangat cepat menjadi ladang tumbuhnya kuman-kuman patogen yang menyebabkan kita jatuh sakit. Oleh karenanya kita memiliki pelbagai "teknologi" untuk mencegah pembusukan makanan, mulai dari pengawetan, pemanasan, atau menaruh di lemari pendingin. Tapi tidak demikian dengan burung bangkai, mereka terbiasa makan makanan yang sudah menjadi bangkai, dalam hal ini tentu saja makanan yang busuk. Tapi mengapa mereka bisa? Mengapa mereka tidak sakit perut atau mulas seperti kita?

Rupanya burung bangkai memiliki asam lambung yang cukup asam untuk membunuh pelbagai kuman yang berbahaya bagi kesehatannya. Dan tidak cuma itu, tampaknya mereka juga mengembangkan daya tahan terhadap pelbagai kuman yang ada di lingkungan, karena tampaknya saat mereka lahir - mereka belum memiliki daya tahan yang lengkap.

Uniknya, ilmuwan mungkin menduga bahwa konsep mereka mengembangkan kekebalan tubuh ini mirip dengan kita melakukan vaksinasi. Apakah ini bermakna sudah waktunya kita saling belajar dengan para hewan yang kebal banyak kuman ini?

Selasa, 19 Mei 2015

Spesies Mana yang Diselamatkan?


Bukankah kamu sudah tahu kalau banyak spesies, baik hewan maupun tumbuhan terancam punah? Kita memiliki banyak yang sudah punah, misalnya saja yang terkenal seperti Burung Dodo, atau mungkin yang dekat adalah Harimau Jawa. Sebentar lagi mungkin lebih banyak yang menyusul, hanya saja kita tidak tahu namanya, atau mungkin enggan untuk tahu.

Permasalahannya adalah, kita tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk menyelamatkan mereka semua setidaknya saat ini. Kita tidak bisa membangun bahtera Nuh untuk menyelamatkan semuanya, apalagi hanya sepasang, karena sepasang mungkin bermakna akhir dari spesies mereka di zaman kita ini. Lalu pertanyaannya adalah, spesies mana yang harus lebih dahulu kita selamatkan?

Ini seperti Tim yang membantu korban bencana massal, siapa yang akan didahulukan untuk diselamatkan ketika Tim tahu mereka tidak akan bisa menyelamatkan semuanya? Apakah yang paling parah kondisinya, apakah yang paling mungkin diselematkan, ataukah mungkin yang paling berpengaruh seperti presiden dan kabinetnya? Atau mungkin orang-orang terdekat Tim tersebut?

Kondisi lapangan kita tampaknya tidak berbeda, apakah kita akan menyelamatkan spesies yang paling sedikit jumlahnya? Apakah kita akan menyelamatkan yang paling penting bagi ekosistem yang menunjang banyak kehidupan spesies lainnya? Apakah kita akan menyelamatkan yang paling lucu dan unyu?

Panda misalnya, tidak terlalu penting dalam ekosistem, namun menghabiskan dana penyelamatan jauh lebih besar dibandingkan spesies lainnya. Tapi orang, manusia mungkin tidak akan mau mengorbankan panda untuk menyelamatkan spesies lainnya. Apakah kita pernah berhitung, mana yang lebih penting untuk diselamatkan terlebih dahulu?

Jaminan Kecelakaan Kerja Return To Work


Saat saya menyaksikan video informasi publik dari BPKJ Ketenagakerjaan ini, sebuah konsep menarik ditawarkan. Yaitu perlindungan tidak hanya pada sebatas kecelakaan kerja, namun juga bagaimana tenaga kerja yang bekerja tadi bisa kembali bekerja jika kecelakaan kerja mengakibatkan cacat yang permanen.

Sangat disayangkan jika para pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan mengalami cacat permanen atau disabilitas kemudian di-PHK begitu saja oleh perusahaan, padahal sebenarnya dengan pemulihan dan pelatihan ulang, tenaga kerja tersebut dimungkinkan bekerja pada bidang yang sama atau pada tugas yang disesuaikan di perusahaan yang sama

Tapi ketika saya mendengar bahwa hanya sekitar baru 300 perusahaan yang ikut serta dalam program jaminan seperti ini, tentunya sangat disayangkan..

Senin, 18 Mei 2015

Bagaimana Awan Terbentuk?


Kita bisa mengatakan dengan sederhana bahwa awan terbentuk dari air yang daratan/lautan yang menguap dan kemudian berkondensasi membuat partikel air di atmosfer, hingga kemudian terbentuk awan hujan, dan seterusnya.

Tapi mengapa awan bisa terbentuk di tempat yang tinggi? Mengapa uap air justru mengarah ke atas? Mengapa mereka tidak di bawah saja?

Pernahkah kamu menanyakan pertanyaan-pertanyaan tersebut?

Video di atas bisa memberikan gambaran pendeknya.

Sabtu, 16 Mei 2015

Beberapa Cara Mengikat Dasi

Bagaimana cara mengikat atau membuat simpul dasi? Saya menemukan beberapa foto panduan langkah demi langkah menyimpul dasi seperti seorang ahli, sayangnya foto ini berserakan, dan kadang hilang begitu saja.

Jadi saya memutuskan untuk memuat beberapa di antaranya di sini, agar lebih mudah untuk menemukannya lagi kemudian.

Kamis, 14 Mei 2015

Supergirl - Cupikan Seri di 2015


Salah satu sepupu Clark Kent si Superman yang fenomenal adalah Supergirl atau Kara Zor-el. Hei, tapi bukannya memang dia hanya punya satu sepupu? Tentu saja kalau kita tidak bicara tentang Prime Superman.

Supergirl akan mulai segera tayang, dan di atas adalah  cuplikan tayangan musim pertamanya. Mungkin mengingatkan saya akan musim-musim awal Smalville, dan setelah beberapa musim menjadi membosankan dan saya berhenti menontonnya.

Karakter superhero dari komik memang tidak akan selesai dibahas, tapi apakah Anda akan menontonnya?

Jumat, 08 Mei 2015

Ketika Pantai Kotor

Salah satu yang membuat malas datang ke pantai adalah pantai bisa menjadi begitu kotor. Dulu mungkin saja kita pernah mengunjungi pantai yang bersih dan indah, namun saat ingin bernostalgia kembali, hanya kita temukan pantai yang kotor dan kadang beraroma tidak menyenangkan. Maka hilang sudah selera mengunjungi pantai itu.

Tapi selain memang sampah alami. Lebih banyak sampah dari kita sendiri yang merusak pantai. Baik yang dibuang di sungai dan sampai ke pantai. Ataupun yang dibuang langsung di pantai.

Mungkin kita memang belum dewasa, atau kita tidak pernah acuh. Budaya bersih dan tertib buang sampah belum mendarah daging. Jadi apakah Anda tipe orang yang suka membuang sampai di sembarang tempat?

Rabu, 06 Mei 2015

10 Parasit yang Bisa Ada di dalam Tubuh Kita


Parasit bisa jadi menyerang kita tanpa kita ketahui kapan datangnya, cacingan mungkin adalah yang paling populer di negara kita. Bahkan banyak yang menyarankan mengonsumsi obat cacing secara teratur setiap enam bulan, walau hal ini mungkin tidak tepat. Atau malaria yang terkenal menyebabkan demam malaria yang cukup mengkhawatirkan.

Tapi apa saja parasit-parasit yang dikumpulkan Tn. Santoro dalam video terbarunya? Jika Kita melihat ini, saya rasa cukup menjadi pendidikan kesehatan yang bermanfaat bagi kita. Walau tentu saja, 10 parasit ini dia pilih sendiri dan tidak mesti menjadi 10 jenis parasit yang paling umum yang kita akan temui.

Selasa, 05 Mei 2015

Anak dan Rokok

Banyak orang dewasa yang merokok, ingin berhenti merokok karena dampak buruknya bagi kesehatan, namun mengalami kesulitan. Dan orang dewasa yang merokok, masih ada yang cukup bijak dengan mengontrol diri dengan tidak merokok di fasilitas publik, atau merokok terlalu banyak.

Tapi anak-anak selayaknya mendapatkan kesempatan perlindungan dari bahaya asap rokok. Tentu saja dari mereka yang dewasa, tidak hanya menjauhkan pola merokok di depan anak-anak, sedemikian hingga mereka tidak terpapar asap rokok, namun juga mencegah kebiasaan merokok muncul pada anak-anak, sampai dengan membuat kebijakan untuk tidak menjual rokok kepada anak di bawah umur.

Mereka selayaknya mendapatkan kesempatan belajar dan bermain tanpa terganggu oleh bahaya asap rokok bagi kesehatan mereka. Dan mereka lebih dahulu selayaknya mendapatkan kesempatan mengembangkan kesadaran tentang bahaya merokok dan budi pekerti yang baik. Sehingga ketika besar diharapkan tidak menjadi perokok demi kesehatan mereka, dan jika pun memilih menjadi perokok, maka diharapkan tidak merokok dengan merugikan kesehatan orang lain dan keluarga.

Jumat, 01 Mei 2015

Puntung Rokok, Dibuang di Mana?

Salah satu sampah yang paling jamak ditemui adalah puntung rokok. Dan dengan melupakan sejenak pro kontra tentang merokok, maka sampah puntung rokok bisa ditemukan hampir di semua tempat. Dari kebun, pekarangan rumah, hingga tempat-tempat umum.

Padahal puntung rokok ini sangat kecil dan mudah masuk ke saluran air, dan karena sifatnya yang sulit terurai, akan menjadi sampah yang berpotensi menyumbat saluran air, setidaknya membantu penyumbatan saluran air bersama sampah lainnya.

Jadi, jika Anda perokok, di mana biasanya membuang puntung rokok anda?

Senin, 27 April 2015

Obama Punya Penterjemah Marah



Jika biasanya para pimpinan negara memiliki penterjemah bahasa untuk diskusi bilateral atau dalam forum resmi antara bahasa. Maka - mungkin saja sebagai sebuah guyonan - sehingga orang yang mendengar apa yang disampaikannya tidak bosan, Presiden Amerika Serikat, Obama memiliki penterjemah untuk "amarahnya", Tuan Luther.

Saksikan saja bagaimana ia menyampaikan mengenai dampak pemanasan global secara serius (umum), dan diterjemahkan dengan bahasa rakyat sehari-hari yang menyentil dampak menyebalkan dari suatu pemanasan global.

Minggu, 26 April 2015

Retasan via WhatsApp?

Sepertinya ada modus baru sesuatu yang tidak sehat melalui WhatsApp. Baru masuk ke ponsel saya melalui sebuah nomor.

Pelbagai informasi mencurigakan bisa dilihat pada cuplikan gambar di atas. Walau sulit dipastikan apakah ini jenis spam, scam, backdoor atau lainnya. Karena saya sendiri tidak ingin membuka tautan yang diberikan.

Amannya, langsung block nomor yang bersangkutan.

Ada yang punya ide lain?

Sabtu, 25 April 2015

Jangan Terbiasa dengan Sungai Kotor

Tercemarnya perairan mungkin sekarang seperti barang yang lumrah. Tapi janganlah kita terbiasa dengan semua itu. Cuma bilang, "sungai ini mah memang kotor sejak dulu".

Jika Anda tidak membersihkan sungai-sungai itu. Setidaknya jangan membuat kotor. Termasuk tidak mencuci, mandi, dan buang air di sungai.

Anda tidak hidup sendiri, ada orang lainnya yang akan terpengaruh oleh sungai atau badan air lain yang tercemar. Dan pada akhirnya, manusia juga tidak sendiri. Yang memerlukan sungai bebas dari limbah yang dihasilkan manusia bukan hanya manusia itu sendiri.

Kita berbagi air bersih yang jumlahnya sedikit kepada sesama manusia yang jumlahnya bertambah sepanjang waktu. Dan pada bentuk kehidupan lainnya yang memerlukan air bersih.

Senin, 20 April 2015

Batman v Superman: Dawn of Justice - Bocoran Awal


Kemarin nonton bocoran di blog Om Gadgetboi untuk layar tancap Batman vs Superman yang akan tayang filmnya tahun mendatang, gambarnya susah dicerna. Tapi kemudian Warner Bros. Picture langsung menampilkannya ke YouTube dan membuat kita bisa menikmatinya.

Sayangnya bocoran atau trailer film Dawn of Justice hanya berkisar sekitar 2:13 menit, dan lebih banyak menampilkan suara latar, sedikit aksi laga, dan secuil monolog Batman ke Superman. Hampir tidak ada yang bisa ditangkap dari cuplikan ini, kecuali rasa penasaran yang bertambah.

Jika hanya melihat dari cuplikan pendek di atas, atau dari situs resminya di: http://www.batmanvsupermandawnofjustice.com/ maka kita bisa melihat bahwa mungkin film ini berkisah tentang penempatan posisi Superman di antara populasi manusia, apakah dia sebagai penyelamat, atau sebagai diktator? Manusia cenderung mencari kekuatan, dan tunduk pada kekuatan, pada akhirnya kekuatan memberikan kekuasaan, dan lama kelamaan kekuasaan berpotensi menimbulkan korupsi/kerusakan. Jika manusia takut pada kuasa kekuatan ini, maka mereka akan menolaknya dari kehidupan mereka.

Batman sendiri tidak tampak banyak, kecuali dia muncul diakibatkan keputusasaan dan rasa takut dari situasi yang berkecamuk (oleh adanya Superman?) - Dalam dialog akhir cuplikan, tampak Batman bertanya ke Superman, "Do you bleed? ----- You Will." Dan tampak pertarungan akan dimulai.

Hei, tapi ini sekadar cuplikan. Saya bukan orang yang gemar mengikuti film seperti ini, tapi Batman dan Superman adalah ikon yang sejak dulu mendominasi kisah superhero modern di kancah global, sayang bukan jika nanti film ini dilewatkan.

Minggu, 19 April 2015

Bantul Marak Dengue Kembali

Demam dengue dan demam berdarah dengue sekarang marak lagi. Meskipun penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya, namun perburukannya ketika menjadi sindrom rejatan dengue tetap memiliki angka kematian yang signifikan. Dan di wilayah saya di Bantul, kini dengue sedang meroket kasusnya dalam beberapa bulan ini.

Sabtu, 18 April 2015

Apa Kita Punya Kepedulian?

Katanya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa ada tetangganya manusia lainnya. Tapi seberapa peduli kita dengan orang lain?

Kata-kata populer kemarin seperti “Bukan urusan saya”, sempat menjadi tren di media sosial. Mungkin karena yang mengeluarkan kata-kata tersebut adalah orang yang populer. Jadi jika kita yang mengeluarkan, bisa jadi tidak akan mencuat ke publik. Tapi bukan itu intinya, walau entah kata-kata itu menunjukkan kepedulian atau bukan.

Sediakan Keikhlasan

Tidak selalu bermakna memberi, namun juga menerima dengan tanpa terbebani oleh kekhawatiran apapun. Selama kita bernapas, selama itu juga kita masih punya masalah yang namanya perut lapar; katanya sih, asal manusia kenyang apapun bisa jadi mudah, yang tidak mudah cuma bagaimana membuat si manusia ini kenyang.

Jika ada sesuatu yang tidak terpenuhi dalam hidupnya, dia mungkin akan segera merasa khawatir. Atau jika ada sesuatu yang mungkin tidak terpenuhi, dia mungkin akan merasa takut.

Jumat, 17 April 2015

Bagaimana Pesawat Udara Bisa Terbang?



Jika pada usia saya sekarang bertanya, kenapa pesawat udara bisa terbang? Mungkin akan menjadi sebuah pertanyaan bodoh, karena pesawat udara memang bisa terbang bukan? Tapi walau setidaknya kita tahu bahwa pesawat punya mesin dan bla-bla-bla..., tetapi konsep di baliknya menjadi sesuatu yang menarik.

Konsep fisika pesawat yang didapatkan di bangku sekolah selalu tentang sayap, aerodinamika, dan hukum tekanan/gaya. Tapi kadang sulit memahaminya jika memang tidak teliti.

Video di atas memberikan gambaran, bagaimana sebuah pesawat bisa melaju dan berada di udara. Bagaimana pesawat mendorong udara ke belakang, dan membuat udara juga mendorong sayap-sayapnya ke atas lebih kuat daripada ke bawah? Nah, video itu akan memberikan jawabannya.

Kamis, 09 April 2015

Dari Ladang Hingga ke Piring


Keamanan sandang adalah prioritas kita semua. Menghindari risiko makanan tercemar adalah salah satu upaya pencegahan kesakitan akibat kualitas makanan yang baruk.

Hari Kesehatan Sedunia kali ini mencetuskan, bahwa semua pihak harus berupaya untuk membuat makanan dari ladang tetap higienis hingga sampai ke piring sebelum kita menyantapnya.

Rabu, 25 Maret 2015

Pagi Hari dengan Kopi

Tentu saja saya tahu bahwa sedikit olahraga di pagi hari lebih baik dibandingkan dengan secangkir kopi untuk memicu sedikit energi sebelum berangkat kerja. Tapi kopi di pagi hari memang menggoda.

Tentu saja kasusnya tidak selalu demikian. Seandainya satu siklus malam sudah dipenuhi dengan begadang di kantor, dan paginya harus memulai kerja di kantor lagi. Maka dalam keputusasaan (baca: kemalasan), kopi adalah secangkir penyelamat hari yang baik hati.

Dan yang menyenangkan adalah ketika menahan diri dalam porsi yang tidak berlebih dan berulang-ulang. Karena jika tubuh sudah membentuk cukup toleransi terhadap kafein, dunia akan kehilangan salah satu sentuhan pahitnya yang memikat.

Mungkin Mereka Mitos?



Membaca kisah tentang naga, menara babel, suku amazon, hobit dan sebagainya mungkin hanya kita temukan di novel-novel lama. Namun bagaimana jika kemungkinan bahwa mereka pernah ada dan bukan sekadar hikayat apalagi mitos?

Senin, 23 Maret 2015

Katanya Kebenaran itu Relatif

Jika kamu tidak tahu, jangan bicara tentang kebenaran. Biasanya orang berbicara dengan sederhana. Sayangnya, ketika "aku" merasa tahu akan kebenaran, maka aku suka menyuarakan tentang itu.

Bukankah manusia memang demikian?

Senin, 23 Februari 2015

Fobia Yang Aneh


Pernahkah Anda menilai fobia apa yang terdengar cukup aneh? Mungkin beberapa fobia di atas cukup aneh, namun ternyata mereka ada

Mendengar fobia akan ruang tertutup, tempat tinggi, ular dan sebagainya mungkin sudah wajar. Tapi bagaimana dengan fobia-fobia yang muncul karena ketakutan akan berada di dalam rumah, ketakutan terhadap sinar matahari, ketakutan berada jauh dari ponsel, ketakutan dari adanya teknologi baru, atau bahkan ketakutan pada semua hal.

Silakan menyimak video di atas untuk melihat sejumlah fobia yang mungkin belum pernah Anda bayangkan.

Minggu, 22 Februari 2015

Sambutlah Kehidupan

Petang ini, hari Minggu sudah terasa berakhir. Dan besok Senin pagi yang padat dimulai. Rasanya, jika memang mau dirasakan, yang namanya istirahat dari kerja itu tak pernah cukup. Seandainya hari Minggu bisa diperpanjang, mungkin demikian dalam benak kita.

Tapi walau hari Senin, matahari tetaplah terbit di Timur dan terbenam di Barat. Apa yang dilalui hari ini adalah bagian dari kehidupan yang layak disyukuri. Jika Anda dapat mensyukurinya tentu saja.

Kita tidak pernah tahu apa yang kehidupan berikan pada kita. Baik saat itu kita sebut hari libur, atau hari kerja.

Kadang seperti hewan kecil di antara belukar dan hutan, mereka akan dengan senang menggapai apa yang ditawarkan pada mereka hari itu. Tentu saja tidak seperti kita, mereka tidak punya hari yang membedakan kesibukan. Tapi mereka selalu tersedia berbuka tangan bagi kehidupan.

Mungkin kita bisa rindu seperti itu. Dapat menyambut kehidupan, apapun yang ditawarkan oleh kita pada hari ini. Yang ada hari ini, belum tentu kembali esok.

Sekecil kecilnya langkah kita, adalah langkah kehidupan, dan menjadi suka cita ketika kita menerimanya dengan tangan terbuka.

Selasa, 17 Februari 2015

Satu Gigitan

Satu gigitan, dan terlelap selamanya. Demikian legenda dari dongeng anak-anak negeri seberang menceritakan tentang seorang putri yang tertidur setelah memakan apel beracun yang diberikan nenek sihir yang iri kepadanya. Anda mungkin sudah tahu kelanjutan ceritanya.

Tapi manusia pada umumnya toh tidak berbeda. "Satu gigitan" bisa membuat setiap orang mabuk kepayang. Jika seseorang menyukai sesuatu, dia bisa terbenam di dalamnya. Hingga ada sesuatu yang bisa menariknya keluar dari sana.

Menjadi awas terhadap satu gigitan adalah keunikan tersendiri. Tapi menjadi sesuatu yang dapat menarik keluar dari keterhanyutan adalah keteduhan tersendiri.

In the end, know your apple, and know your charming prince would helpful. Even in most cases, our ignorance will kill us better than our curiosity.

Kamis, 05 Februari 2015

Orion - Cikal Bakal Perjalanan Ke Luar Angkasa



Perjalanan ke luar angkasa, antar bintang, atau mungkin antar planet terlebih dahulu adalah mimpi manusia sejak lama. Setidaknya sejak ambisi menginjakkan kaki di bulan telah terwujud, kini saat melangkah ke perjalanan yang lebih jauh lagi.

Sejak ide melakukan rupabumi (teraforming) di planet merah Mars, kita berusaha mencari jalan agar dapat tiba di sana. Uji coba Orion, sebuah kapsul luar angkasa yang memungkinkan manusia untuk keluar masuk bumi secara aman tengah diuji coba.

Melihat presentasi dari NASA (tentunya, dengan tidak melupakan pelajaran astrofisika saat SMA agar tidak gagal paham) tentang Orion, setidaknya membawa mimpi melihat beberapa planet tetangga bukan sesuatu yang terlalu mustahil diwujudkan. Mungkin tidak pada generasi saya, namun setidaknya tantangan yang diperlihatkan membuat orang berminat untuk mengejar mimpi ini.

Apakah kamu salah satu orang yang memiliki mimpi untuk melangkah ke luar planet biru ini dan melihat bintang-bintang dari tempat yang belum pernah tercatat dicapai oleh manusia lainnya?

Minggu, 01 Februari 2015

Perangkap Cinta

Kadang ada saja analogi yang lucu di masa kini. Anekdot yang banyak berkisah tentang mereka yang saling kasmaran, tentunya dengan dendang kidung mereka masing-masing.

Jika usiamu cukup panjang, mungkin engkau akan berpikir, bahwa asam dan garam yang sudah kau telan cukup membuat awas terhadap hal-hal yang membuat banyak orang jatuh ke dalam himpitan waktu tanpa penjelasan. Sebuah paradoks dari perasaan dan logika yang tidak bisa saling menjelaskan. Tapi nyatanya, usia tidak mungkin membuat orang bisa lepas dari apapun yang menguntit sudut egonya.

Engkau mungkin melihat perangkap itu jelas, tapi kerumitan di baliknya akan menjadi daya tarik sendiri bagimu. Seperti ngengat yang terjun ke dalam nyala lilin di tengah gubuk pedesaan, engkau menjadi tahu bahwa untuk membuka kerumitan itu, satu nyawa tak akan pernah cukup.

Ada hal-hal di dunia ini yang tak mesti kita harus pahami. Toh, kebanyakan paham sudah cukup jelas membuat orang saling memusuhi dan mencabut nyawa dengan mudah di zaman ini.

Pengetahuanku dan pengetahuanmu tentang sesuatu yang tak memiliki batasan tidak akan pernah membantu. Karena sesuatu itu telah lahir sebelum pengetahuan kita lahir ke alam fana ini. Percuma memikirkan udang di balik batu, saat kamu sudah tahu bahwa udang selalu bersembunyi di balik batu. Pertanyaannya, apa kamu akan menengok ke balik batu atau pergi berlalu?

Tuhan (jika Dia memang ada), mungkin ada pengarang agung. Sehingga membuat banyak orang tidak paham apa yang sedang dimainkan-Nya, dan memilih ikut arus kidung yang melantun  ke penghujung zaman.

Sesuatu itu adalah kidung-Nya. Dan mungkin juga perangkap fana. Engkau dan aku tak mungkin tahu yang mana. Menarik bukan? Dan walaupun tahu, serta melihat, engkau masih akan tetap berminat menginjak keniscayaan derita, karena bahagia mungkin sesuatu yang sudah kadang wajar dan kedaluwarsa.

Tapi itulah manusia.

Firefox OS - Tiba di Tahun ini



Nyaris terlewatkan, sepertinya tahun ini Firefox OS sudah mulai melebarkan sayapnya, apalagi menggandeng Panasonic, sepertinya merupakan strategi yang tepat. Kita tidak tahu, bersama dengan Tizen dan Android, Firefox OS membuat open source semakin bersaing di pasaran yang bersentuhan langsung dengan pengguna akhir.

Tampilan video pengenalan di atas cukup membuat semua orang berminat melirik Firefox OS, tapi mungkin bukan pengguna pada awalnya, pengembang perangkat keras akan tertarik melirik sistem operasi ini untuk perangkat mereka. Mulai dari ponsel, arloji, televisi, kamera, laptop, mesin cuci, semua menggunakan sistem operasi yang saling bersinkronisasi. Anda bisa mengurus cucian sambil mengobrol di dekat tetangga, atau mengetahui bahwa menu di microwave sudah matang ketika sedang menggunakan laptop?

Masa depan membuat kita melihat ada banyak kesempatan yang mungkin selama ini cuma angan-angan, dan Firefox OS salah satu yang menunjukkan itu bisa diwujudkan. Berminat?

Selasa, 27 Januari 2015

Laut Biru dalam Dongeng

Mungkin tidak lama lagi (walau dalam hitungan generasi), bisa jadi laut yang baru hanya ada di dalam dongeng saja. Bagaimana tidak, berjalan saja ke pinggir pantai, entah itu akan menjadi area penuh sampah buah tangan dari para pelancong, atau hasil tabungan dari tangan-tangan di pemukiman sepanjang daerah aliran sungai yang malangnya bermuara di situ.

Di tengah laut tidak usah ditanya lagi. Dongeng tentang mikropartikel plastik menghiasi sejumlah halaman majalah lingkungan sejak tahun lalu. Pakai plastik menjadi "kepingan debu" dan masuk ke dalam rantai makanan, yang tentu saja penikmat akhirnya adalah kita juga si pengkreasi plastik.

Tanya juga tentang limbah cair dan padat yang tak berhenti mengalir ke laut. Laut yang dulu dikenal mungkin tidak akan pernah sama lagi, dan tidak akan sama untuk mereka yang datang di abad mendatang.

Apalagi jika kita justru mulai mencoba untuk menutup mata dengan menyatakan bahwa keburukan bagi laut sebenarnya adalah kebaikan mereka. Marah itu sayang, reklamasi itu untuk revitalisasi katanya. Dan jargon lainnya. Politik kita akan keuntungan finansial telah membuat remah laut kita semakin dekat menjadi kenangan ke dalam buku cetakan dongeng masa depan.

Pertanyaannya, apakah kita akan meninggalkan laut dan pantai yang indah ke dalam tulisan dan dongeng semata?

Kereta Api Hogwarts Express Akhirnya Siap

Ternyata mereka bisa juga merampungkan kereta dunia khayal ini.  Kita bisa baik kereta api di peron yang tak nyata ini, hmm... Walau mungkin tujuannya bukan Hogwarts dan menjadi penyihir.

Sepertinya baru akan dibuka di bulan April nanti. Yang berminat mungkin bisa mulai menabung - untuk bisa mengunjungi stasiun dan kereta api dari legenda Harry Potter ini.