Kamis, 02 Oktober 2014

Mengurangi Garam Menyelamatkan Jantung

Bagi penggemar makanan yang asin atau kaya garam, ini mungkin bukan kabar gembira. Tapi memang demikian dari dulu disampaikan.

Saya selalu bilang pada pasien yang memiliki tekanan darah yang di batas tinggi hingga yang kelewatan tinggi, "jika bisa, batasi asupan garam". Tentu saja ini berarti membatasi semua kenikmatan di mulut yang dekat dengan sensasi "asin".

Garam memiliki sifat menahan air. Singkat katanya, jika asupan garam berlebihan, maka kadar air dalam pembuluh darah meningkat, dan tekanan darah menjadi atau tetap tinggi.

Sebelum maju ke obat-obat, maka mereka dengan gejala menuju hipertensi disarankan diet garam terlebih dahulu. Jika dengan mengurangi asupan garam (jika bisa ditambah pola hidup sehat lainnya) bisa membuat tekanan darah kembali ke nilai aman tanpa risiko lainnya. Tentu saja ini yang menjadi harapan banyak orang yang terancam oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Hipertensi tidak pernah bagus untuk jantung kita. Mengurangi asupan garam bermakna mengurangi risiko sakit jantung, yang juga berpotensi menyelamatkan jiwa kita dari kematian akibat penyakit jantung dan komplikasinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar