Senin, 06 Oktober 2014

Cuci Otak Masyarakat

Rekan dan sahabat saya di Bali sedang gencar memperjuangkan reklamasi Teluk Benoa. Menjaga tanah pantai kaya Mangrove itu dari tangan - tangan investor yang tidak memedulikan kelestarian alam. Mereka berusaha mengajak masyarakat untuk sadar bahaya dilakukannya reklamasi, mengingat struktur garis pantai pulau dewata ini.

Tapi tampaknya belakangan ini justru ada pihak-pihak masyarakat lokal yang seolah-olah menyetujui adanya reklamasi dalam balut kata-kata revitalisasi. Mereka berkata, uang bisa membeli banyak hal, tapi bisa juga mengubur banyak hal, termasuk nurani.

Kini harus kembali pada masyarakat, belajar mana informasi yang tepat bagi mereka. Tidak mudah dihasut oleh pihak-pihak tertentu. Karena harga yang dibayar dari sebuah kesalahan publik seperti ini adalah masa depan yang hilang bagi generasi setelahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar