Minggu, 01 Juni 2014

Trauma yang Melekat

Saya mendapatkan sebuah gambar dari jejaring sosial badan dunia yang menaungi masalah anak dan pendidikan. Dalam gambar yang digambar oleh anak-anak yang mengalami langsung bagaimana perang dan kekerasan terjadi di hadapan mereka, mereka masih mengingatnya dan menuangkannya kembali.

Saya dan beberapa dari Anda mungkin masih beruntung tidak pernah menyaksikan apa yang terlukis di sana. Sesuatu yang saya rasa tidak bisa digambarkan dengan kata-kata apa yang dirasakan oleh saksi.

Kekerasan ini memang terjadi di daerah konflik di Benua Afrika. Dan sama saja dengan daerah kita, kekerasan memiliki potensi yang dapat meledak dan terjadi begitu saja.  Kita hidup di negara yang ber bhinneka. Ini merupakan kekayaan sekaligus potensi keretakan bagi yang tidak bisa hidup dalam keberagaman.

Kita telah mendengar kisah-kisah bagaimana kekerasan muncul di negeri ini dari era ke era. Dan tidak menutup kemungkinan akan terulang kembali. Ketika, tentunya kita yang mampu mencegahnya berdiam diri.

Trauma seperti yang dialami anak ini mungkin akan melekat seumur hidupnya.

Do what we must do!

Lindungi masa depan yang memberikan kedamaian. Kita semua bisa jika bahu membahu.

Mumpung kita juga sedang berada dalam euforia pemilih pemimpin ke depannya. Saya sangat menginginkan kita dapat memilih sosok yang memang dapat menghargai perbedaan, memiliki kebijaksanaan dalam berjalan bersama bangsa yang besar dan beragam, memberikan komitmen dalam perlindungan hak anak dan perempuan.

Dan semoga negeri ini terhindar dari trauma-trauma mengerikan yang akan melekat pada anak cucu kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar