Sabtu, 28 Juni 2014

Pemikat ala Google Plus

Beberapa bulan terakhir, akun Google Plus banyak ada yang menambah halaman saya ke lingkaran mereka. Dan sebagian besar adalah akun dengan gambar profil gadis-gadis cantik nan ayu.

Hanya saja kebanyakan profil yang memikat ini hanya profil kosong, entah apa maksud dibuatnya. Tapi sering kali dalam maksud yang kurang baik. Antara untuk promosi atau sejenisnya.

Walau tentu saja tidak semua akun itu adalah akun abal-abal. Ada yang memang akun asli, biasanya akun para ABG. Tapi persentase yang asli sangat kecil.

Walau iklannya sama sekali tidak berhubungan dengan perempuan, tapi pencitraan perempuan sebagai objek yang dapat digunakan untuk memikat kaum adam melirik status iklan baru mungkin masih menjadi permintaan pasar yang luas. Eksploitasi perempuan di jejaring sosial Google Plus sepertinya lebih banyak mempan dibandingkan di Facebook yang saya jarang lihat.

Hanya saja untungnya Google punya pilihan sistem lingkaran jadi bisa tidak mengikuti akun abal-abal ini. Pemikat ini bagi saya tidak perlu diindahkan, tapi bisa dipakai pelajaran bagi mereka yang mencoba peluang pasar di jejaring sosial. Walau mungkin tidak akan banyak berhasil.

Senin, 23 Juni 2014

Baju Baru si Bungkus Rokok

Besok semua rokok yang ada di seluruh Indonesia sudah WAJIB menggunakan "baju baru". Aturan ini sudah lama ada, jadi bukan saatnya lagi perusahaan rokok berkilah tidak ada waktu mengganti desain bungkus atau kotak rokok.
Walau saya sendiri pesimis bahwa ini akan terwujud tepat waktu. Tapi ini merupakan salah satu langkah maju memerangi asap rokok yang membahayakan kesehatan.
Apakah di tempat Anda bungkus rokok sudah mulai berganti seperti yang ada pada gambar di atas?

Jumat, 20 Juni 2014

Presiden untuk Anak

Saya rasa, siapa pun yang menjadi pemimpin Indonesia nantinya, wajib memerhatikan nasib lebih dari 4 juta anak ini.

Anak-anak yang mulai belajar bekerja untuk kemandirian mereka adalah hal yang baik. Tapi anak-anak yang dipaksa bekerja tanpa perlindungan untuk bisa bertahan hidup seharusnya sudah mulai berkurang di negeri ini.

Tanpa adanya perlindungan, anak-anak ini sangat rawan menjadi korban kekerasan. Beri perlindungan untuk anak dan beri kesempatan mereka untuk mencapai masa depannya melalui kemandirian yang bertanggung jawab. Ini adalah pekerjaan rumah kita semua, dan semoga presiden terpilih mampu memudahkan jalan menuju arah tersebut.

Senin, 16 Juni 2014

Pilih Prabowo atau Jokowi?



Mungkin baru pertama kali ini politik di Indonesia tampak semeruncing ini dalam hal pemilihan kandidat presiden dan wakilnya. Terutama tampak di jejaring sosial, dan sebagai negara dengan pengguna jejaring sosial terpadat di dunia, kita masih bisa saling jotos argumen di facebook maupun twitter soal calon presiden meskipun internet di tempat kita jalannya seperti siput.

Politik adalah politik, negara hampir semuanya bergerak mengikuti politik; seakan politik adalah gambar keinginan rakyat. Apalagi di masa kampanye seperti ini, mulai dari kampanye politik terang, abu-abu, hingga gelap semuanya ada; dari pendukung setia hingga calon pemilih angin-anginan juga ikut meramaikan.

Tapi rakyat memang harus memilih, mau ke mana negeri ini selanjutnya. Kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat; dan kita tengah di hadapkan pada pilihan siapakah yang layak menjadi pengayom rakyat saat ini.

Silakan Anda tentukan pilihan Anda, tapi ada baiknya jika tetap santun dan cerdas, karena tidak semua hal dalam kampanye politik tampak seperti adanya. Sebagaimana sebuah kitab yang memerlukan tafsirnya masing-masing, salah menafsirkan akan berakibat buruk ke depannya; karena jika pun benar menafsirkan belum tentu mendatangkan kebaikan yang diimpikan.

Lalu siapakah pilihan Anda kali ini? Dan mengapa?

Sabtu, 07 Juni 2014

Lelah untuk Takut

Sebagian dari kita melarikan diri dari Hal-hal yang kita takutkan. Ada yang takut akan hidup yang stagnasi. Kehidupan yang membosankan karena hanya mengulang rutinitas yang sama dari hari ke hari. Berada dalam zona nyaman yang kian hari semakin membosankan.

Kita mungkin akan berusaha lari dari kebosanan dengan mencari penghiburan. Tapi seberapa lama penghiburan dapat membantu? Penghiburan pun dapat menjadi sesuatu yang membosankan.

Pada intinya, ada bagian sifat dari kita yang takut kebosanan dan mencari pelarian darinya. Dan jatuhlah pada kebosanan lainnya.

Suatu saat, mungkin kita akan jenuh pada kekhawatiran kita itu sendiri. Mereka yang jenuh pada kekhawatirannya akan siap melangkah ke dalam kehidupan yang sesungguhnya. Mereka tidak akan menggunakan topeng dan alasan untuk berjabat tangan dengan kehidupan maupun rutinitas mereka.

Mereka adalah yang mampu memahami dan mencintai kehidupan dengan apa adanya. Mereka yang mati dari ketakutannya sendiri, mereka yang kemudian hidup.

Saya tidak akan berkata kehidupan dimulai setelah kematian, itu terlalu mainstream. Tapi kita memiliki banyak hal yang membuat kita takut akan menjadi kehidupan yang jenuh dan tidak bermakna, namun ketakutan atau kekhawatiran itu tidak akan membawa kita kemana-mana.

Mewaspadai Krisis Air

Peningkatan jumlah penduduk bermakna perluasan pemukiman, yang juga sejalan dengan berkurangnya lahan hijau, wilayah perserapan air hujan, dan tentunya cadangan air tanah oleh beban penggunaan yang bertambah. Serta badan aliran air yang berpotensi rusak akibat ulah manusia.

Kita tidak bisa membuat air, kita hanya dapat mengambilnya dari alam.

Di seluruh dunia ada ratusan juta jiwa yang belum memiliki akses terhadap air bersih. Kehidupan mereka menjadi begitu sulit karena kurangnya air bersih.

Kita yang setiap hari hanya tinggal memutar keran untuk mendapatkan air bersih mungkin tidak akan pernah paham atau sempat berempati pada kemalangan di tempat yang lain. Tapi tentu saja kita bisa mengingatkan diri kita sendiri bagaimana menghargai air bersih yang sedang kita gunakan.

Menjamin bahwa kita turut serta menghemat penggunaan air, menjaga kelestarian lingkungan, dan menjaga kebersihan badan air, akan memberikan harapan bahwa air sebagai sumber daya alam yang tidak tak terbatas akan tetap ada untuk kehidupan yang lebih baik.

Jumat, 06 Juni 2014

Menyambut Hari Donor Darah Sedunia 2014



14 Juni nanti adalah hari donor darah sedunia, jadi bisa dibilang bulan ini adalah bulan donor darah. Jika Anda masih belum mendonorkan darah Anda dalam 3 bulan terakhir, ini adalah kesempatan yang baik untuk melakukan donor darah sekaligus mengajak orang-orang di sekitar Anda untuk turut serta mendonorkan darahnya.

Kita masih memerlukan banyak sekali donor yang selalu bersedia memberikan darahnya untuk kemanusiaan. Jika Anda berminat, bulan ini bisa membuat kegiatan dengan tema donor darah untuk menyambut hari donor darah sedunia.

Ingatlah, darah Anda dapat menyelamatkan kehidupan! Berbagilah pada sesama.

Polio Bisa Diakhiri

Polio adalah penyakit yang berpotensi besar dalam menyebabkan kecacatan permanen pada anak-anak.  Sejak dua dasa warsa terakhir, pemberian vaksin atau imunisasi polio telah menurunkan lebih dari 99% kasus polio di seluruh dunia.

Permasalahannya adalah, tidak semua anak mendapatkan akses terhadap imunisasi polio. Baik hal tersebut karena keterbatasan infrastruktur, gangguan yang diakibatkan kemiskinan, kurang pengetahuan atau peperangan. Bahkan tidak jarang juga akibat penolakan dari orang tuanya, atau pengaruh paham yang disebut antivaks,  yang menolak vaksin bagi anak-anak.

Jika terdapat anak yang tidak terlindungi oleh kekebalan terhadap polio yang didapatkan paling baik saat ini melalui imunisasi. Maka anak tersebut akan berpotensi terkena polio dan menjadi penyebar penyakit polio di wilayahnya yang kemudian berpotensi menjadi wabah.

Di Indonesia vaksin polio cukup bisa diakses. Tanyakan pada tenaga kesehatan setempat, bagaimana mendapatkannya bagi anak-anak Anda. Lindungi anak dari penyakit yang menimbulkan cacat permanen ini, dan sekaligus melindungi wilayah Anda dari wabah polio.

Wujudkan Indonesia bebas Polio.

Rabu, 04 Juni 2014

Samsung Z Tizen

Sepertinya Samsung memberi nama seri Z untuk produk barunya yang menggunakan sistem operasi Tizen. Seperti Android dari Google, Tizen juga menggunakan inti Linux di dalamnya.

Samsung Z ini sepertinya memiliki layar 4.5" sAmoled,  dengan prosesor Quad-core 2.3 GHz. Cukup untuk menarik peminat ponsel cerdas.

Saya sih tertarik pada Tizen yang digunakan. Karena dikembangkan oleh banyak pihak sekaligus dan juga merupakan proyek yang didukung oleh Linux Foundation.

Sementara sepertinya Samsung Z dengan Tizen ini baru ada di negeri tirai bambu saja. Penasaran kapan akan masuk ke Indonesia.

Minggu, 01 Juni 2014

Trauma yang Melekat

Saya mendapatkan sebuah gambar dari jejaring sosial badan dunia yang menaungi masalah anak dan pendidikan. Dalam gambar yang digambar oleh anak-anak yang mengalami langsung bagaimana perang dan kekerasan terjadi di hadapan mereka, mereka masih mengingatnya dan menuangkannya kembali.

Saya dan beberapa dari Anda mungkin masih beruntung tidak pernah menyaksikan apa yang terlukis di sana. Sesuatu yang saya rasa tidak bisa digambarkan dengan kata-kata apa yang dirasakan oleh saksi.

Kekerasan ini memang terjadi di daerah konflik di Benua Afrika. Dan sama saja dengan daerah kita, kekerasan memiliki potensi yang dapat meledak dan terjadi begitu saja.  Kita hidup di negara yang ber bhinneka. Ini merupakan kekayaan sekaligus potensi keretakan bagi yang tidak bisa hidup dalam keberagaman.

Kita telah mendengar kisah-kisah bagaimana kekerasan muncul di negeri ini dari era ke era. Dan tidak menutup kemungkinan akan terulang kembali. Ketika, tentunya kita yang mampu mencegahnya berdiam diri.

Trauma seperti yang dialami anak ini mungkin akan melekat seumur hidupnya.

Do what we must do!

Lindungi masa depan yang memberikan kedamaian. Kita semua bisa jika bahu membahu.

Mumpung kita juga sedang berada dalam euforia pemilih pemimpin ke depannya. Saya sangat menginginkan kita dapat memilih sosok yang memang dapat menghargai perbedaan, memiliki kebijaksanaan dalam berjalan bersama bangsa yang besar dan beragam, memberikan komitmen dalam perlindungan hak anak dan perempuan.

Dan semoga negeri ini terhindar dari trauma-trauma mengerikan yang akan melekat pada anak cucu kita.