Jumat, 30 Mei 2014

Tempat yang Tidak Boleh Terampas

Kembali pada tema hak anak-anak terutama anak perempuan dalam isu pernikahan dini. Mengapa anak perempuan kita dorong untuk menghindari pernikahan dini dan melanjutkan pendidikan mereka?

Hal-hal sederhana menjadi pertimbangannya. Sepertinya misalnya menghindari gadis belia ini menjadi korban kekerasan. Jika gadis kecil mudah memasuki perkawinan, maka faktor emosi mereka seringkali membuat mereka lebih inferior secara psikologis maupun biologis dibandingkan dengan pasangannya. Di sini cenderung muncul kekerasan pada si kecil, baik fisik maupun psikis.

Menunda pernikahan hingga usia dewasa juga bermakna memberikan kesempatan pada anak gadis untuk lebih aktif dalam lingkungan dan masyarakat. Ide-ide mereka dalam  memajukan masyarakat bisa jadi muncul jika tidak ditutupi oleh kesibukan dan beban rumah tangga yang tidak pada waktunya. Biarkan anak gadis belajar di masyarakat dan berkarya.

Kembalikan hak si kecil ke tempat yang tepat.

Beruntungnya, di negara kita sebagian besar sudah memberikan kesempatan ini. Walau tidak jarang saya masih menemui pernikahan di usia yang sangat dini. Praktik ini masih ada, kita dapat membantu mengembalikan hak anak-anak dengan memberikan pendidikan yang tepat bagi masyarakat kita tentang hak anak dan potensi yang mereka miliki.

Melindungi kesehatan psikis dan biologis anak, sekaligus memberikan kesempatan bagi masa depan mereka yang pada akhirnya menjadi senjata untuk memutus rantai kemiskinan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar