Jumat, 30 Mei 2014

Minat ke Wilayah Terpencil

Sahabat dan juga sejawat saya yang baru saja memulai tugas sebagai dokter dengan status pegawai tidak tetap (sewaktu-waktu dapat didepak tanpa pesangon) di wilayah Nusa Tenggara mengirimkan sejumlah foto via jejaring percakapan kami. Misalnya foto sebuah pasar tradisional di sana, meski saya berpikir mungkin tidak akan ada pasar modern di dekat tempatnya "mengabdi".

Dokter (kebanyakan) memang seperti itu. Wilayah pinggir yang tidak begitu terjamah modernisasi menjadi daya pikat sendiri. Tidak ada oknum pengacara yang gemar menuntut, tidak ada oknum NGO yang berpura membela kepentingan rakyat dengan menjatuhkan tenaga medis. Sebuah bentangan bumi pertiwi yang tenang untuk bekerja.

Di bandingkan di kota besar, di pinggiran yang cukup hijau seorang dokter mungkin malah bisa hidup lebih sehat. Udara yang bersih, bahan pangan yang segar, stres yang minimal, dan tentu saja paket wisata alam dan budaya yang gratis di mana-mana.

Sungguh, rasanya berminat kembali ke daerah-daerah seperti itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar