Kamis, 08 Mei 2014

MERS-CoV Bukan untuk Ditakuti

Sebenarnya isu MERS-CoV sudah muncul sejak lama. Bahkan akhir tahun kemarin saya mengikuti rapat penguatan sistem surveilans untuk mengantisipasi kemungkinan tiba-nya keluarga corona virus ini di Indonesia.
Tapi sejak saya membaca sebuah berita di mana salah satu penderita positif adalah warga Amerika yang baru kembali dari Timur Tengah, dan tampaknya dia juga orang kesehatan. Maka isu ini kembali menghangat.
Kewaspadaan kembali bertambah di mana-mana. Dan saya rasa itu dalam batas yang wajar. Hanya saja yang tidak wajar adalah ketakutan yang berlebihan.
Saat ini penyebaran utama MERS-CoV memang ada di wilayah Timur Tengah. Dan saat ini memang belum ada vaksin yang bisa mencegahnya. Yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan kewaspadaan, sekaligus kesadaran akan penyebaran penyakit ini.
Kita menghadapi banyak ancaman wabah serupa setiap harinya. Selama kita tidak panik, maka akan lebih baik. Ikuti saran petugas kesehatan, dan jika bisa jangan menyebarkan berita yang Anda sendiri tidak mengerti duduk perkaranya tentang penyakit yang satu ini, apalagi jika berita tersebut malah menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar