Selasa, 27 Mei 2014

Anak Jangan Kawin!

Maksudnya tentunya saja anak-anak yang belum dewasa, sebaiknya tidak dibiarkan menikah atau kawin dalam bahasa undang-undang kita. Di banyak negara bahkan Afrika, hal ini sudah mulai menjadi perhatian serius, tapi di negara kita? Yah, sudahlah.

Banyak yang mungkin enggan berpikir kenapa anak di bawah umur sebaiknya jangan masuk ke dalam dunia rumah tangga dulu. Dan inilah yang seringkali menyebabkan pembiaran dengan tanda #rapopo.

Anak-anak masih memiliki kejiwaan yang belum matang, kata orang-orang psikologi. Memaksa mereka menjadi matang seperti orang dewasa akan membuat masalah ke depannya. Karena yang sudah sesuai umur pun sering menjadi kekanak-kakanan, apalagi yang masih kanak-kanak sungguhan.

Kehidupan ini memiliki banyak hal yang harus dipelajari. Terutama bagaimana bisa "survive" dalam dunia yang kejam ini. Rumah tangga tidak selalu menyediakan perlindungan yang langgeng. Saya yakin seseorang harus bisa bertahan hidup baik dia di dalam rumah tangga atau tanpa rumah tangga. Dan menikahkan anak di bawah usia, membuat mereka kehilangan kesempatan belajar ini.

Anak-anak bisa kita sebut sebagai pemimpi. Mereka kadang harus melewati jalan yang panjang untuk mencapai mimpi mereka. Dan pernikahan dini bisa merusak kesempatan mencapai mimpi ini, karena mereka harus fokus pada hal - hal yang berbau rumah tangga, yang sebelumnya mereka tidak kenal.

Tentu saja perkawinan usia dini juga tidak baik bagi kesehatan seksual, dan berpengaruh pada kesehatan secara umum dalam jangka panjang.

Di balik semua sisi negatif tersebut, saya rasa bukan pada tempatnya lagi kita berdiam diri dengan adanya fenomena pernikahan anak di sekitar kita. Apalagi jika pernikahan tersebut kemudian tidak menjamin sisi-sisi buruk ini tidak muncul pada anak-anak itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar