Sabtu, 31 Mei 2014

Bebaskan Masa Depan dari Tembakau

Industri tembakau yang sebagian besar menyumbang pada industri rokok tentunya sudah menghasilkan dampak-dampak yang mengkhawatirkan. Kita semua tahu dampaknya, walau belum semua menyadarinya.

Bebaskan masa depan kita dari cengkeraman mematikan tembakau. Dan juga demi masa depan anak cucu kita.

Hanya kita yang bisa membuat perubahan ini, walau perubahan yang sulit. Karena itu upaya kita adalah menjadikan setiap hari sebagai hari bebas tembakau.

Jumat, 30 Mei 2014

Tenunan yang Indah

Negeri kita memiliki banyak karya dan kerajinan di bidang sandang sebagai mana negeri-negeri lainnya. Tenunan adalah sesuatu yang mungkin semakin jarang kita temui secara praktis oleh sebab perubahan peradaban manusia. Tapi bukan berarti tidak ada kain tenun saat ini.

Tenunan beraneka warna, dan masing-masing dari mereka adalah anyaman benang tunggal dengan warn - warna individu. Membentuk sesuatu yang indah.

Lalu dapatkah kita menunjuk, benang mana dari tenunan itu yang paling penting? Atau sebaliknya, benang mana yang paling tidak penting untuk menjadikan itu sebuah tenunan yang cantik?

Anggaplah tenunan itu kita sekelompok manusia yang membentuk masyarakat. Warna yang kaya adalah hasil sebuah perbedaan.

Tempat yang Tidak Boleh Terampas

Kembali pada tema hak anak-anak terutama anak perempuan dalam isu pernikahan dini. Mengapa anak perempuan kita dorong untuk menghindari pernikahan dini dan melanjutkan pendidikan mereka?

Hal-hal sederhana menjadi pertimbangannya. Sepertinya misalnya menghindari gadis belia ini menjadi korban kekerasan. Jika gadis kecil mudah memasuki perkawinan, maka faktor emosi mereka seringkali membuat mereka lebih inferior secara psikologis maupun biologis dibandingkan dengan pasangannya. Di sini cenderung muncul kekerasan pada si kecil, baik fisik maupun psikis.

Menunda pernikahan hingga usia dewasa juga bermakna memberikan kesempatan pada anak gadis untuk lebih aktif dalam lingkungan dan masyarakat. Ide-ide mereka dalam  memajukan masyarakat bisa jadi muncul jika tidak ditutupi oleh kesibukan dan beban rumah tangga yang tidak pada waktunya. Biarkan anak gadis belajar di masyarakat dan berkarya.

Kembalikan hak si kecil ke tempat yang tepat.

Beruntungnya, di negara kita sebagian besar sudah memberikan kesempatan ini. Walau tidak jarang saya masih menemui pernikahan di usia yang sangat dini. Praktik ini masih ada, kita dapat membantu mengembalikan hak anak-anak dengan memberikan pendidikan yang tepat bagi masyarakat kita tentang hak anak dan potensi yang mereka miliki.

Melindungi kesehatan psikis dan biologis anak, sekaligus memberikan kesempatan bagi masa depan mereka yang pada akhirnya menjadi senjata untuk memutus rantai kemiskinan.

Minat ke Wilayah Terpencil

Sahabat dan juga sejawat saya yang baru saja memulai tugas sebagai dokter dengan status pegawai tidak tetap (sewaktu-waktu dapat didepak tanpa pesangon) di wilayah Nusa Tenggara mengirimkan sejumlah foto via jejaring percakapan kami. Misalnya foto sebuah pasar tradisional di sana, meski saya berpikir mungkin tidak akan ada pasar modern di dekat tempatnya "mengabdi".

Dokter (kebanyakan) memang seperti itu. Wilayah pinggir yang tidak begitu terjamah modernisasi menjadi daya pikat sendiri. Tidak ada oknum pengacara yang gemar menuntut, tidak ada oknum NGO yang berpura membela kepentingan rakyat dengan menjatuhkan tenaga medis. Sebuah bentangan bumi pertiwi yang tenang untuk bekerja.

Di bandingkan di kota besar, di pinggiran yang cukup hijau seorang dokter mungkin malah bisa hidup lebih sehat. Udara yang bersih, bahan pangan yang segar, stres yang minimal, dan tentu saja paket wisata alam dan budaya yang gratis di mana-mana.

Sungguh, rasanya berminat kembali ke daerah-daerah seperti itu.

Kamis, 29 Mei 2014

Mendobrak Pagar Normalitas

Tidak normal bukan bermakna gila, meski tidak dapat disangkal antara gila dan tidak melekat pada normalitas itu cuma beda tipis, dan entah di mana letak bedanya. Normal sering kali bermakna keseragaman yang menjemukan.

Saya ingat bagaimana sebuah episode animasi SpongeBob menampilkan Tuan Squidward Tentacles yang berusaha mencari kehidupan normal dari dua tetangganya yang "abnormal". Namun dalam normalitas yang ia temukan justru memperlihatkan bahwa bukan itu yang membuatnya "ada" atau istilah kerennya saat ini "eksis".

Ide menjadi dalam kondisi kehidupan yang normal tidaklah buruk. Namun memiliki potensi untuk mengurung "abnormalitas" kita, yang bisa jadi sebuah bentuk kreativitas yang terkubur selama ini. Mereka sering menyebutnya, zona aman.

Zona aman ini adalah normalitas kita. Kita akan selalu merasa aman di dalamnya. Tapi yang namanya katak dalam tempurung, hanya bisa mendengar dunia tapi tak bisa menyaksikan. Bukankah kita sering mendengar mereka yang ingin mencoba meninggalkan zona amannya? Yah, baru sekadar "ingin mencoba" sih, belum lebih jauh lagi.

Dobrak pagar normalitas itu, dan lihat betapa luar biasanya diri masing-masing orang jika dibiarkan berkembang dengan potensi terbaik yang dimilikinya.

Rabu, 28 Mei 2014

Belajar Satir - Hindari Penjara

Sejak munculnya Undang-Undang no. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, pasal 27 terutama ayat 3 menjadi begitu kontroversial. Karena bisa mengancam kebebasan penulis - seperti saya - dalam mengekspresikan diri.

Penghinaan dan pencemaran nama baik itu susah dicari sengaja dan tidaknya. Kalau orang bilang "Si A kemarin merokok loh di tempat kendaraan umum", padahal itu fakta, lalu si A merasa nama baiknya tercemar dan menuntut yang mengeluarkan pernyataan itu, atau orang malang yang tidak sengaja membuat pernyataan itu tersebar di dunia maya.

Jadi kalau sekarang mau aman mengkritik seseorang. Mungkin ada baiknya kita menerapkan metode enkripsi 128 bit ke dalam tulisan kita sehingga tidak bisa dipecahkan. Tapi tentu saja lebih enak menulis dalam bentuk metafora satir. Karena pencemaran nama baik harus mengacu pada orang secara jelas, atau diketahui umum mengacu pada orang tersebut.

Jika metafora disusun secara apik, maka kita bisa melakukan kritik tanpa perlu khawatir dituduh menyerang langsung lewat satir kita. Di sinilah kegunaan ilmu bahasa dan sastra yang dipelajari di bangku sekolah. Memperjuangkan kemerdekaan kita dengan bergerilya di dalam ranah sajak dan sastra.

Anda tidak bisa membuat satir dengan metafora? Kembalilah sejenak ke bangku sekolah jika demikian. Pelajaran sekolah bisa membantu Anda terhindar dari jerat penjara yang tidak masuk akal.

Selasa, 27 Mei 2014

Anak Jangan Kawin!

Maksudnya tentunya saja anak-anak yang belum dewasa, sebaiknya tidak dibiarkan menikah atau kawin dalam bahasa undang-undang kita. Di banyak negara bahkan Afrika, hal ini sudah mulai menjadi perhatian serius, tapi di negara kita? Yah, sudahlah.

Banyak yang mungkin enggan berpikir kenapa anak di bawah umur sebaiknya jangan masuk ke dalam dunia rumah tangga dulu. Dan inilah yang seringkali menyebabkan pembiaran dengan tanda #rapopo.

Anak-anak masih memiliki kejiwaan yang belum matang, kata orang-orang psikologi. Memaksa mereka menjadi matang seperti orang dewasa akan membuat masalah ke depannya. Karena yang sudah sesuai umur pun sering menjadi kekanak-kakanan, apalagi yang masih kanak-kanak sungguhan.

Kehidupan ini memiliki banyak hal yang harus dipelajari. Terutama bagaimana bisa "survive" dalam dunia yang kejam ini. Rumah tangga tidak selalu menyediakan perlindungan yang langgeng. Saya yakin seseorang harus bisa bertahan hidup baik dia di dalam rumah tangga atau tanpa rumah tangga. Dan menikahkan anak di bawah usia, membuat mereka kehilangan kesempatan belajar ini.

Anak-anak bisa kita sebut sebagai pemimpi. Mereka kadang harus melewati jalan yang panjang untuk mencapai mimpi mereka. Dan pernikahan dini bisa merusak kesempatan mencapai mimpi ini, karena mereka harus fokus pada hal - hal yang berbau rumah tangga, yang sebelumnya mereka tidak kenal.

Tentu saja perkawinan usia dini juga tidak baik bagi kesehatan seksual, dan berpengaruh pada kesehatan secara umum dalam jangka panjang.

Di balik semua sisi negatif tersebut, saya rasa bukan pada tempatnya lagi kita berdiam diri dengan adanya fenomena pernikahan anak di sekitar kita. Apalagi jika pernikahan tersebut kemudian tidak menjamin sisi-sisi buruk ini tidak muncul pada anak-anak itu.

Naikkan Pajak Rokok

Sebentar lagi hari bebas tembakau sedunia, sementara kita di Indonesia mungkin belum bisa begitu peduli karena tengah dilanda euforia pemilihan presiden di bulan Juli mendatang.

Permasalahan tembakau dan rokok sendiri masih menjadi masalah tak berkesudahan di negeri ini. Dan upaya terakhir pemerintah mengganti peringatan bahaya rokok menjadi "rokok bisa membunuhmu" tampaknya tidak banyak berpengaruh.

Siapa pun yang menjadi presiden di Indonesia pada masa jabatan mendatang harus memiliki kepedulian yang nyata terhadap permasalahan tembakau ini.

Salah satu solusi nyata yang ditawarkan pada masyarakat dan pemerintahan di pelbagai negara saat ini untuk mengatasi masalah rokok adalah dengan meningkatkan atau menaikkan pajak tembakau atau rokok. Jika pajak naik, maka harga akhir di pasar akan ikut, ini akan memberikan perubahan prioritas belanja produk tembakau bagi masyarakat, terutama masyarakat (yang katanya) miskin untuk membeli rokok. Bagaimana jika satu batang rokok di pasaran seharga minimal sepuluh hingga dua puluh lima ribu rupiah seperti yang ada di negara maju Amerika. Orang pasti akan berpikir ulang untuk membelinya.

Semakin rendahnya konsumsi tembakau akan menurunkan angka kesakitan yang diakibatkan oleh penggunaan dan ketergantungan terhadap produk tembakau. Hal ini cukup logis. Jika dalam sebuah desa dari 100 orang yang biasanya hadir rapat desa ada 95 perokok, maka jika jumlah perokok berkurang menjadi separuhnya, itu sudah merupakan pencapaian besar. Tentu saja kalau bisa dibuat demikian.

BPJS Kesehatan dan sistem JKN juga tidak perlu dibebani untuk membiayai mereka yang sengaja mencari sakit dengan merokok. Jika perokok aktif bisa dikurangi dengan kebijakan tersebut.

Tentu saja pendapatan negara dari pajak rokok tidak bisa ditebak apakah akan meningkat atau menurun secara total. Bisa jadi meningkat jika ternyata jumlah konsumsi rokok tidak berkurang, bisa jadi menurun jika jumlah yang merokok berkurang.

Tapi apalah artinya berkurangnya pendapatan dibandingkan investasi di bidang kesehatan yang cukup vital ini.

Anda bisa bayangkan remaja SMA yang mengalihkan uang saku mereka dari dulunya membeli rokok mungkin ditabung untuk hal lainnya. Seperti untuk hobi mereka, membeli sarana atau peralatan olahraga atau musik. Karena rokok sudah menjadi begitu mahal bagi mereka, dan merokok sesekali mungkin bukan lagi prioritas mereka.

Saya tidak tahu kemungkinan apa saja yang bisa dibuka oleh peningkatan pajak rokok dan tembakau. Yang jelas potensi menurunkan angka kematian dan penyakit akibat konsumsi rokok tentu ada di sana.

Rabu, 21 Mei 2014

Mari Cegah MERS CoV



MERS-CoV seperti yang kita bahas sebelumnya, tidak perlu membuat kita panik. Kita dapat mencegahnya bersama-sama. Beberapa prinsip dasar yang bisa digunakan untuk membantu mencegah penularan MERS-CoV bisa saya sampaikan sebagai berikut:

  1. Oleh karena virus ini berasal dari Timur Tengah, maka jika kondisi kesehatan Anda tidak prima, maka tunda dulu perjalanan ke Timur Tengah. Termasuk manula di atas 60 tahun, dan anak-anak di bawah 12 tahun.
  2. Selama di Timur Tengah, ikuti anjuran dari petugas kesehatan setempat. Tetaplah jaga kesehatan Anda, makan makanan berigizi, cukup istirahat, dan hindari kontak terlalu dekat/lama dengan orang yang sakit.
  3. Jika kesehatan Anda menurun selama di Timur Tengah, segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan setempat.
Jika kembali dari Timur Tengah, dan Anda mengalami sakit dalam kurun waktu 14 hari dengan gejala seperti batuk, demam, dan sesak napas yang bisa juga disertai dengan diare; segera melaporkan diri ke petugas kesehatan setempat (dokter/puskesmas). Jangan lupa sampaikan diri Anda baru saja pulang dari Timur Tengah atau Jazirah Arab, sehingga Anda bisa mendapatkan perhatian yang tepat. Gunakan selalu masker, untuk tetap melindungi diri dan lingkungan Anda.

Bagi mereka yang sakit dengan gejala serupa, dengan tidak memiliki riwayat bepergian ke Timur Tengah, namun memiliki riwayat kontak (bertemu langsung) dengan orang yang baru pulang dari Timur Tengah, juga diharapkan melapor ke petugas kesehatan setempat.

MERS-CoV memang sampai saat ini belum ada vaksin yang bisa mencegahnya, namun budaya hidup bersih dan sehat dapat melindungi kita dari ancamannya.

Selasa, 13 Mei 2014

Konfetti Lautan



Kita tahu banyak limbah plastik masuk ke dalam laut. Dan tidak seperti limbah lainnya, plastik tidak terurai dengan sempurna. Potongan besarnya bisa menjerat dan membunuh hewan-hewan besar yang hidup bersama laut; seperti paus, burung laut, penyu dan banyak lagi.

Sebagian plastik oleh karena proses alam, terutama mekanis akan hancur menjadi plastik mikroskopik. Plastik mikro inilah yang tersebar di seluruh lautan, kita belum tahu banyak tentang efek plastik mikro ini. Tapi kita tahu bahwa sama seperti plastik yang berukuran besar. Plastik mikro tidak rusak dalam waktu lama dan bakteri atau mikroorganisme tidak dapat memecahnya.

Kita masih bisa membantu keselamatan laut dengan mengurangi sampah plastik menuju laut. Yang bermakna juga mengurangi penggunaan plastik, atau menggunakan plastik yang dapat hancur dengan alaminya.

Kamis, 08 Mei 2014

MERS-CoV Bukan untuk Ditakuti

Sebenarnya isu MERS-CoV sudah muncul sejak lama. Bahkan akhir tahun kemarin saya mengikuti rapat penguatan sistem surveilans untuk mengantisipasi kemungkinan tiba-nya keluarga corona virus ini di Indonesia.
Tapi sejak saya membaca sebuah berita di mana salah satu penderita positif adalah warga Amerika yang baru kembali dari Timur Tengah, dan tampaknya dia juga orang kesehatan. Maka isu ini kembali menghangat.
Kewaspadaan kembali bertambah di mana-mana. Dan saya rasa itu dalam batas yang wajar. Hanya saja yang tidak wajar adalah ketakutan yang berlebihan.
Saat ini penyebaran utama MERS-CoV memang ada di wilayah Timur Tengah. Dan saat ini memang belum ada vaksin yang bisa mencegahnya. Yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan kewaspadaan, sekaligus kesadaran akan penyebaran penyakit ini.
Kita menghadapi banyak ancaman wabah serupa setiap harinya. Selama kita tidak panik, maka akan lebih baik. Ikuti saran petugas kesehatan, dan jika bisa jangan menyebarkan berita yang Anda sendiri tidak mengerti duduk perkaranya tentang penyakit yang satu ini, apalagi jika berita tersebut malah menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Selamat Datang Microsoft Mobile Oy



Saya sepertinya harus mengucapkan Selamat Tinggal pada Nokia, salah satu perusahaan besar penghasil telepon seluler tersukses pada eranya. Dan kini mengucapkan Selamat Datang pada Microsoft Mobile Oy - setidaknya demikian mungkin nama perusahaan baru hasil penjualan Nokia dan patennya kepada Microsoft.

Memang kita belum melihat wujudnya akan seperti apa, karena Nokia sendiri masih akan berproduksi di bawah bendera Microsoft untuk produk Lumia, Asha dan X milik mereka. Walau tentu saja menjadi sesuatu yang tidak nyaman bagi para pelanggannya tentang bagaimana nasib Nokia ke depan.

Pastinya Nokia sudah tidak ada lagi, jadi mari menyambut sesuatu yang baru di sini,walau tetap berada dalam ketidakpastian.

Kamis, 01 Mei 2014

Apa sih Serangan Phishing?



Banyak orang belum tahu tentang serangan phishing, apalagi pada era di mana di negeri kita banyak yang gagap teknologi; artinya ingin terlihat keren dengan menggunakan teknologi, tapi tidak memiliki kemampuan menggunakannya secara benar dan aman. Inilah yang menjadi sasaran empuk para penipu di dunia maya.

Dalam contoh di atas, adalah sebuah video yang menjelaskan bagaimana serangan phishing attack atau dalam alih bahasa ke bahasa kita bisa disebutkan sebagai serangan pengelabuan, terjadi pada seorang pengguna YouTube. Dia akan menerima surat elektronik yang mengatakan pengirimnya adalah pihak pengelola layanan YouTube, sementara tentu saja aslinya surat itu tidak berasal dari pengelola YouTube.

Surat itu akan tampak begitu asli, jadi sepintas Anda mungkin tidak akan dapat membedakannya dengan yang asli. Surat akan memberikan Anda tautan ke situs tertentu untuk diklik, dan bahayanya, kesannya tautan ini juga tampak asli. Tapi jika dilihat dibaliknya, di sana ada udang di balik kode.

Si korban bisa jadi diarahkan ke situs yang juga tampak seperti situs asli yang hendak dituju, dan biasanya diminta memasukan nama, nama pengguna, email, kata sandi, nomor identifikasi pribadi (PIN), dan sebagainya. Yang jika korban lakukan, maka semua data pribadinya akan diambil oleh si pelaku pengelabuan ini.

Tergantung jenis serangan, beberapa mungkin menyasar pada daftar kontak kita, beberapa mungkin menargetkan isi rekening bank Anda - terutama bentuk serangan phishing yang menyamar sebagai bank.

Phishing attack sudah ada sejak lama, namun tetap saja banyak orang yang tertipu mentah-mentah. Tapi toh di dunia ini selalu ada orang yang membiarkan dirinya tertipu, ya sudah, mari saling mengingatkan saja.