Sabtu, 22 Maret 2014

Serat Alam Semesta: Memahami Ruang







Sebenarnya, apa itu ruang?



Ini mungkin adalah pertanyaan yang mendasar. Dulu (di luar kacamata kepercayaan religius), ruang mungkin bukan apa-apa, dan terisi oleh apa yang kita lihat.



Pemahaman akan ruang pada dunia ilmu pengetahuan modern mulai berubah ketika Newton memperkenalkan teori gravitasinya. Bahwa ruang seperti panggung pentas, dan isi/benda dengan massa tertentu menempati ruang yang tetap ini dengan saling berinteraksi melalui hukum gravitasi yang terkenal itu.



Lalu, orang masih bertanya-tanya, bagaimana sebenarnya wujud gravitasi itu. Maka fisika modern melalui Enstein yang terkenal memberikan ide bahwa ruang tidaklah statis, sebagaimana yang diungkapkan oleh Newton, bahwa ruang dapat berubah atau elastis dan masa memengaruhinya, demikian juga dengan waktu. Maka orang-orang kemudian mengenal teori relativitas serta kontinuitas ruang dan waktu.



Dan kemudian, apa sih yang memberikan benda itu massa, padahal sebagian besar darinya adalah ruang kosong? Maka teori Higgs - Bosson yang kemarin sempat mencuat karena upaya penemuan partikel Tuhan menjadi dasar pandangan ilmu modern dan upaya penemuannya.



Setelah itu, pandangan akan ruang semakin berkembang, semisalnya teori-teori terakhir mengenai bahwa ruang 3 dimensi yang kita huni ini hanyalah ilusi (bukan merujuk pada pandangan religius), tapi lebih berupa proyeksi data dua dimensi yang entah ada di mana membatasi alam semesta kita.



Saya rasa, ini sangat menarik di simak, membawa kembali kita ke bangku sekolah. Dan video dari Nova yang saya "culik" untuk ditampilkan di atas tulisan ini, akan menjawab perjalanan kita memahami ruang (space) dalam kacamata ilmu pengetahuan modern.