Minggu, 14 Desember 2014

Tumbuhan yang Mematikan



Kalau menemukan tumbuhan ini di sekitar Anda, sebaiknya tidak berpikir untuk mencicipinya, apalagi meraciknya ke dalam hidangan makan malam!

Hewan-Hewan Aneh di Lautan



Video ini mengingatkan saya, mengapa saya tidak suka menyelam (alasan lain dari tidak bisa berenang). Laut menjadi daya tarik sendiri, kecuali untuk hewan seperti cumi-cumi vampir mungkin?

Rumah Siapa?

Negeri kita tercinta, Indonesia, selalu dikritik masalah deforestasi, kehilangan hutan yang semakin menjadi-jadi dari tahun ke tahun. Dan semuanya berubah menjadi sesuatu demi nama kesejahteraan umat manusia.

Tapi seberapa banyak kita sudah mengambil? Dan seberapa banyak kita sudah memberikan kembali?

Kita mengambil rumah - rumah dari kehidupan yang lainnya, dan mengubahnya menjadi tambahan receh di kantong kita yang sudah mulai sesak.

Bertanya saja kembali pada diri kita: Rumah siapakah yang terjarah itu?

Rabu, 19 November 2014

Masih BAB Sembarang?

Kampanye dari UNICEF ini termasuk unik. Bagaimana tidak, mungkin geregatan melihat masih banyak pelaku open defecation atau buang air besar sembarangan di negeri ini.

Sungai harusnya sudah menjadi beranda sebuah kampung atau pemukiman, sudah jamak malah jadi tempat sampah bersama. Mulai dari mandi, cuci, kakus, hingga pembuangan limbah industri.

Buang besar sembarangan sudah jelas menjadi akar masalah dari pelbagai masalah kesehatan. Penularan penyakit mulai dari diare, hingga hepatitis, bahkan Ebola bisa terjadi lewat buang tinja sembarangan. Masyarakat mungkin sudah tahu, tapi banyak yang belum sadar.

Adalah kewajiban kita semua untuk bersama-sama membawa masyarakat memahami hal ini dan membangun kesadaran tersebut.

Selasa, 11 November 2014

Memboyong Mentari

Orang berkata, jangan membiarkan senja mengalahkan kita. Membiarkan waktu menghadirkan kegelapan sekehendak hatinya.

Boyonglah mentari, bawa ia ke dalam bejana langitmu. Tunjukkan pada bintang - bintang yang lain, bahwa belum masanya bagi mereka untuk menari dan bernyanyi.

Demikianlah kata si guru pada muridnya yang belum mampu.

Kamis, 16 Oktober 2014

Kebahagiaan itu Mahal

Mereka yang terjerumus pada depresi sedemikian hingga kehilangan semangat hidup adalah sesuatu yang nyaris tidak bisa kembali. Mereka bahkan tidak berminat untuk berada dalam kondisi yang berbahagia.

Namun hal ini tidak bermakna bahwa guna menghindari depresi setiap orang harus berlari mengejar kebahagiaan bagi dirinya. Sesuatu yang bisa membuat kita tersandung oleh cikal bakal depresi. Mereka yang sibuk mengejar kesenangan lewat judi, bisa tersandung kekalahan materi yang besar, dan menimbulkan depresi.

Kebahagiaan itu mahal, dan jauh lebih mahal ketika kita berada dalam depresi.

Bulan kemarin WHO meluncurkan kampanye "Black Dog" bagi penderita depresi. Mereka kadang tidak bisa menemukan jalan keluar bagi diri mereka sendiri.

Walau orang di sekitar bisa membantu, namun rasanya tanpa diri kita sendiri yang mau keluar dari dalam lingkaran yang serba menekan itu. Kebahagiaan belum tentu akan muncul. Keluar dari depresi bukan berarti melompat menuju kebahagiaan.

Melepas beban yang menyebabkan depresi membuat kita memiliki ruang untuk menjamu kebahagiaan hadir dalam hidup kita.

Rabu, 15 Oktober 2014

Makanan Sehat itu Susah

Saya acap bertukar pendapat dengan pasien dan keluarga. Salah satu obat murah yang susah didapat adalah makanan yang sehat.

Makanan sehat itu tidak selalu enak. Anak-anak tidak terbiasa dengan makanan sehat, karena camilan sudah menjadi komandan mereka saat makan.

Dan ketika dewasa, kebiasaan makan sehat pun sudah tidak ada.

Kenapa sih kita susah sekali memilih makanan yang sehat?

Senin, 06 Oktober 2014

Cuci Otak Masyarakat

Rekan dan sahabat saya di Bali sedang gencar memperjuangkan reklamasi Teluk Benoa. Menjaga tanah pantai kaya Mangrove itu dari tangan - tangan investor yang tidak memedulikan kelestarian alam. Mereka berusaha mengajak masyarakat untuk sadar bahaya dilakukannya reklamasi, mengingat struktur garis pantai pulau dewata ini.

Tapi tampaknya belakangan ini justru ada pihak-pihak masyarakat lokal yang seolah-olah menyetujui adanya reklamasi dalam balut kata-kata revitalisasi. Mereka berkata, uang bisa membeli banyak hal, tapi bisa juga mengubur banyak hal, termasuk nurani.

Kini harus kembali pada masyarakat, belajar mana informasi yang tepat bagi mereka. Tidak mudah dihasut oleh pihak-pihak tertentu. Karena harga yang dibayar dari sebuah kesalahan publik seperti ini adalah masa depan yang hilang bagi generasi setelahnya.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Omong Kosong

4Apa kita termasuk orang yang suka menitikberatkan pembicaraan dan pemahaman pada hal yang sebenarnya tidak esensial? Berputar pada topik yang sama yang sudah berlalu dan tidak mungkin diubah? Apalagi jika sebagian besar isinya adalah penyesalan?

Jika iya, mungkin kita adalah orang yang suka omong kosong. Atau kata anak muda sekarang,  orang yang gagal "move on".

Tidak apa-apa jika sekali dua kali galau. Tapi jika tidak pernah melangkah maju meninggalkan masa lalu. Maka kita akan menjadi seperti kubangan yang tergenang lama, menjadi bau, karena yang menumpuk semua tidak berguna dan membusuk terus menerus.

Kamis, 02 Oktober 2014

Mengurangi Garam Menyelamatkan Jantung

Bagi penggemar makanan yang asin atau kaya garam, ini mungkin bukan kabar gembira. Tapi memang demikian dari dulu disampaikan.

Saya selalu bilang pada pasien yang memiliki tekanan darah yang di batas tinggi hingga yang kelewatan tinggi, "jika bisa, batasi asupan garam". Tentu saja ini berarti membatasi semua kenikmatan di mulut yang dekat dengan sensasi "asin".

Garam memiliki sifat menahan air. Singkat katanya, jika asupan garam berlebihan, maka kadar air dalam pembuluh darah meningkat, dan tekanan darah menjadi atau tetap tinggi.

Sebelum maju ke obat-obat, maka mereka dengan gejala menuju hipertensi disarankan diet garam terlebih dahulu. Jika dengan mengurangi asupan garam (jika bisa ditambah pola hidup sehat lainnya) bisa membuat tekanan darah kembali ke nilai aman tanpa risiko lainnya. Tentu saja ini yang menjadi harapan banyak orang yang terancam oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Hipertensi tidak pernah bagus untuk jantung kita. Mengurangi asupan garam bermakna mengurangi risiko sakit jantung, yang juga berpotensi menyelamatkan jiwa kita dari kematian akibat penyakit jantung dan komplikasinya.

Rabu, 01 Oktober 2014

Siapa yang Pura - Pura?

Dalam politik itu konon semua bisa dihalalkan. Karena tidak ada yang abadi kecuali perubahan. Jadi orang berpura lupa dalam urusan politik sudah dilumrahkan sejak dulu.

Kesalahan kita, jika bisa dikatakan sebagai kesalahan adalah sering kali tidak acuh pada masalah politik. Padahal harga makanan yang kita santap besok pagi semuanya ditentukan oleh proses politik dan hasil dari lobi politik.

Masyarakat yang tidak acuh ini akan sangat mudah terbuai oleh pernyataan yang enak di kuping. Pernyataan yang meneduhkan. Kita tidak suka dengan pernyataan yang keras walau sifatnya membangun.

Meski tidak menuju arah yang baik, tampaknya masyarakat belum banyak peduli asal apa yang dibilang pemimpin mereka enak didengar. Tapi begitu giliran tidak enak didengar, barulah masyarakat sontak antusias menyebar kecaman, walau ternyata menjadi sapi ompong yang terlambat merumput.

Siapa yang berpura-pura? Pimpinan yang meninabobokan rakyat dengan janji muluk? Atau rakyat yang tak mau tahu karakter pemimpinnya?

Sabtu, 20 September 2014

Pilih Sisi yang Mana?

Kehidupan orang itu kadang yang tidak enak adalah selalu merasa sial. Apapun yang dikerjakan susah sukses, ada tujuan yang ingin dicapai, tapi sepanjang jalan semuanya terkesan suram.

Orang orang seperti ini mungkin akan melihat orang hidupnya cerah ceria itu benar-benar beruntung!

Tapi kenyataannya mereka memang beruntung. Jalan selalu mulus, apa yang ditemukan sepanjang jalan enak-enak semua.

Atau mungkin orang-orang beruntung ini memang memilih untuk hadir dalam kehidupan dengan keberuntungan yang dia miliki.

Apakah kamu sudah memilih untuk menjadi beruntung?

Bukankah katanya kehidupan itu seperti sekeping mata uang? Sisi mana yang mau kita pilih?

Kita bisa mengubah banyak hal dengan mengubah cara pandang kita. Kita bisa mengubah banyak jika kita bukan bongkah batu yang cuma dia menerima nasib, apalagi membela nasib.

Orang yang mencintai kehidupan akan mengasihi setiap momen kehidupan dan menjadikannya baru serta penuh makna.

Rabu, 20 Agustus 2014

Bepergian ke dan dari Wilayah Wabah Ebola

Ebola saat ini dinyatakan sebagai wabah di sejumlah negara Afrika. WHO memberikan peringatan potensi risiko terinfeksi jika seseorang bepergian ke negara yang sedang terjadi wabah Ebola. Walau risikonya tidak tinggi, kecuali bagi petugas kesehatan yang menangani langsung kasus Ebola.

Anda harus memerhatikan sejumlah hal jika bepergian ke negara yang mengalami wabah Ebola. Hindari kontak dengan penderita, lalu jangan menyentuh tubuh penderita yang meninggal karena Ebola. Selalu bawa semprotan alkohol ke manapun pergi, jika tangan terlihat kotor, cuci dengan sabun dan air.

Jika Anda menemukan tanda atau gejala infeksi Ebola yang menyerupai influenza tapi dengan adanya perdarahan. Segera laporkan ke petugas kesehatan, atau jika sedang berada di bandara/pesawat, hubungi petugas berwenang terdekat sehingga segera mendapatkan bantuan medis.

Selasa, 19 Agustus 2014

Hidup Tanpa Mimpi

Menjadi anak-anak memiliki harta tersendiri, yaitu bebas membangun mimpi tanpa ada dinding pembatas. Walau kadang anak-anak menjadi terlalu cepat dewasa ketika mereka dibentur oleh dinding realitas.

Aku memahami sebuah senja yang menggantung di antara nyiur dan hamparan sawah dan ladang yang selalu digitakan oleh para penyair sejak dulu. Seakan-akan mimpi juga memiliki hak untuk diwariskan ke generasi selanjutnya.

Tapi setiap orang akan membangun mimpi mereka. Bahkan sangat beruntung mereka yang masih dapat bermimpi walau realita memberikan begitu banyak kepahitan. Walau mimpi itu kekanak-kanakan.

Ketika orang hanya sibuk bergulat dengan realita, mereka lupa melihat kehidupan dengan utuh. Hanya ketika orang mampu bersentuhan dengan kehidupan, mereka akan dianugerahi imajinasi yang luar biasa, dan mereka adalah yang dapat bermimpi untuk kemudian berjumpa lagi dengan sang kehidupan.

Mereka yang bergulat melawan realita, tidak pernah memiliki waktu untuk bermimpi, mungkin saja, dan mereka kehilangan sentuhan dengan sang kehidupan.

Tempo Dulu



Seperti apa Bali tempo dulu? Satu generasi sebelum saya mungkin bisa menceritakannya dengan jelas, tapi generasi saya dan generasi setelah saya hanya tahu bagaimana cerita itu diceritakan kembali. Masa kecil saya pun sudah melihat bagaimana Bali berubah menjadi modern karena arus wisata global yang tidak terbendung, dan kehidupan berubah dari tanah yang mandiri secara agraris menjadi ketergantungan terhadap datangnya dolar-dolar asing.

Video yang dipublikasikan ke jejaring sosial ini bisa menunjukkan pada kita bagaimana setidaknya Bali beberapa dekade yang lampau. Kita bisa melihat bagaimana berbedanya pulau dewata dulu dan saat ini.

Perubahan tidak selalu bermakna buruh, kedamaian itu bisa ditemukan dulu dan hari ini juga. Pertanyaannya adalah, apakah yang kini ada bersedia melepaskan apa yang menjadi tempo dulu, dan mengambil apa yang ditawarkan hari ini.

Senin, 04 Agustus 2014

Emosi Bumbu Kehidupan

Sesuatu yang menemani kita sehari-hari, dan paling dekat dengan manusia, mungkin adalah emosi itu sendiri. Emosi memberikan bumbu dalam kehidupan.

Hanya saja, emosi yang terlalu deras  bak sungai banjir yang menggerus semua kehidupan di sekitarnya. Yang memercik konflik dan menyisakan kehancuran.

Jika kita termasuk orang yang emosional. Kita mungkin akan menghadapi keadaan yang serupa ke depannya.

Belajar menerima dan berdamai dengan diri sendiri bisa menjadi langkah awal yang baik untuk semuanya.

Minggu, 03 Agustus 2014

Melihat Dunia dan Manusia

Dunia memang sederhana untuk dipandang. Namun kita mungkin tidak suka memandangnya dengan sederhana. Kita menambahkan label label yang kita suka ke dalamnya, dan ketika label itu tidak sesuai dengan selera kita, kita akan membenci apa yang kita lihat.

Kekeliruan kita mungkin dimulai ketika kita lupa bagaimana seharusnya memandang dunia dan manusia yang ada di dalamnya. Dan menjadikan kita tidak lagi dapat menyentuh kehidupan secara seutuhnya.

Kamis, 03 Juli 2014

Penasaran dengan Down of Justice

Kadang melihat gambar cuplikan atau promosi film Batman v Superman: Down of Justice bisa bikin penasaran.

Film superman biasanya memiliki nuansa terang, kalau film Batman biasanya lebih banyak nuansa gelap. Nah kalau digabung akan menjadi seperti apa ya?

Sabtu, 28 Juni 2014

Pemikat ala Google Plus

Beberapa bulan terakhir, akun Google Plus banyak ada yang menambah halaman saya ke lingkaran mereka. Dan sebagian besar adalah akun dengan gambar profil gadis-gadis cantik nan ayu.

Hanya saja kebanyakan profil yang memikat ini hanya profil kosong, entah apa maksud dibuatnya. Tapi sering kali dalam maksud yang kurang baik. Antara untuk promosi atau sejenisnya.

Walau tentu saja tidak semua akun itu adalah akun abal-abal. Ada yang memang akun asli, biasanya akun para ABG. Tapi persentase yang asli sangat kecil.

Walau iklannya sama sekali tidak berhubungan dengan perempuan, tapi pencitraan perempuan sebagai objek yang dapat digunakan untuk memikat kaum adam melirik status iklan baru mungkin masih menjadi permintaan pasar yang luas. Eksploitasi perempuan di jejaring sosial Google Plus sepertinya lebih banyak mempan dibandingkan di Facebook yang saya jarang lihat.

Hanya saja untungnya Google punya pilihan sistem lingkaran jadi bisa tidak mengikuti akun abal-abal ini. Pemikat ini bagi saya tidak perlu diindahkan, tapi bisa dipakai pelajaran bagi mereka yang mencoba peluang pasar di jejaring sosial. Walau mungkin tidak akan banyak berhasil.

Senin, 23 Juni 2014

Baju Baru si Bungkus Rokok

Besok semua rokok yang ada di seluruh Indonesia sudah WAJIB menggunakan "baju baru". Aturan ini sudah lama ada, jadi bukan saatnya lagi perusahaan rokok berkilah tidak ada waktu mengganti desain bungkus atau kotak rokok.
Walau saya sendiri pesimis bahwa ini akan terwujud tepat waktu. Tapi ini merupakan salah satu langkah maju memerangi asap rokok yang membahayakan kesehatan.
Apakah di tempat Anda bungkus rokok sudah mulai berganti seperti yang ada pada gambar di atas?

Jumat, 20 Juni 2014

Presiden untuk Anak

Saya rasa, siapa pun yang menjadi pemimpin Indonesia nantinya, wajib memerhatikan nasib lebih dari 4 juta anak ini.

Anak-anak yang mulai belajar bekerja untuk kemandirian mereka adalah hal yang baik. Tapi anak-anak yang dipaksa bekerja tanpa perlindungan untuk bisa bertahan hidup seharusnya sudah mulai berkurang di negeri ini.

Tanpa adanya perlindungan, anak-anak ini sangat rawan menjadi korban kekerasan. Beri perlindungan untuk anak dan beri kesempatan mereka untuk mencapai masa depannya melalui kemandirian yang bertanggung jawab. Ini adalah pekerjaan rumah kita semua, dan semoga presiden terpilih mampu memudahkan jalan menuju arah tersebut.

Senin, 16 Juni 2014

Pilih Prabowo atau Jokowi?



Mungkin baru pertama kali ini politik di Indonesia tampak semeruncing ini dalam hal pemilihan kandidat presiden dan wakilnya. Terutama tampak di jejaring sosial, dan sebagai negara dengan pengguna jejaring sosial terpadat di dunia, kita masih bisa saling jotos argumen di facebook maupun twitter soal calon presiden meskipun internet di tempat kita jalannya seperti siput.

Politik adalah politik, negara hampir semuanya bergerak mengikuti politik; seakan politik adalah gambar keinginan rakyat. Apalagi di masa kampanye seperti ini, mulai dari kampanye politik terang, abu-abu, hingga gelap semuanya ada; dari pendukung setia hingga calon pemilih angin-anginan juga ikut meramaikan.

Tapi rakyat memang harus memilih, mau ke mana negeri ini selanjutnya. Kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat; dan kita tengah di hadapkan pada pilihan siapakah yang layak menjadi pengayom rakyat saat ini.

Silakan Anda tentukan pilihan Anda, tapi ada baiknya jika tetap santun dan cerdas, karena tidak semua hal dalam kampanye politik tampak seperti adanya. Sebagaimana sebuah kitab yang memerlukan tafsirnya masing-masing, salah menafsirkan akan berakibat buruk ke depannya; karena jika pun benar menafsirkan belum tentu mendatangkan kebaikan yang diimpikan.

Lalu siapakah pilihan Anda kali ini? Dan mengapa?

Sabtu, 07 Juni 2014

Lelah untuk Takut

Sebagian dari kita melarikan diri dari Hal-hal yang kita takutkan. Ada yang takut akan hidup yang stagnasi. Kehidupan yang membosankan karena hanya mengulang rutinitas yang sama dari hari ke hari. Berada dalam zona nyaman yang kian hari semakin membosankan.

Kita mungkin akan berusaha lari dari kebosanan dengan mencari penghiburan. Tapi seberapa lama penghiburan dapat membantu? Penghiburan pun dapat menjadi sesuatu yang membosankan.

Pada intinya, ada bagian sifat dari kita yang takut kebosanan dan mencari pelarian darinya. Dan jatuhlah pada kebosanan lainnya.

Suatu saat, mungkin kita akan jenuh pada kekhawatiran kita itu sendiri. Mereka yang jenuh pada kekhawatirannya akan siap melangkah ke dalam kehidupan yang sesungguhnya. Mereka tidak akan menggunakan topeng dan alasan untuk berjabat tangan dengan kehidupan maupun rutinitas mereka.

Mereka adalah yang mampu memahami dan mencintai kehidupan dengan apa adanya. Mereka yang mati dari ketakutannya sendiri, mereka yang kemudian hidup.

Saya tidak akan berkata kehidupan dimulai setelah kematian, itu terlalu mainstream. Tapi kita memiliki banyak hal yang membuat kita takut akan menjadi kehidupan yang jenuh dan tidak bermakna, namun ketakutan atau kekhawatiran itu tidak akan membawa kita kemana-mana.

Mewaspadai Krisis Air

Peningkatan jumlah penduduk bermakna perluasan pemukiman, yang juga sejalan dengan berkurangnya lahan hijau, wilayah perserapan air hujan, dan tentunya cadangan air tanah oleh beban penggunaan yang bertambah. Serta badan aliran air yang berpotensi rusak akibat ulah manusia.

Kita tidak bisa membuat air, kita hanya dapat mengambilnya dari alam.

Di seluruh dunia ada ratusan juta jiwa yang belum memiliki akses terhadap air bersih. Kehidupan mereka menjadi begitu sulit karena kurangnya air bersih.

Kita yang setiap hari hanya tinggal memutar keran untuk mendapatkan air bersih mungkin tidak akan pernah paham atau sempat berempati pada kemalangan di tempat yang lain. Tapi tentu saja kita bisa mengingatkan diri kita sendiri bagaimana menghargai air bersih yang sedang kita gunakan.

Menjamin bahwa kita turut serta menghemat penggunaan air, menjaga kelestarian lingkungan, dan menjaga kebersihan badan air, akan memberikan harapan bahwa air sebagai sumber daya alam yang tidak tak terbatas akan tetap ada untuk kehidupan yang lebih baik.

Jumat, 06 Juni 2014

Menyambut Hari Donor Darah Sedunia 2014



14 Juni nanti adalah hari donor darah sedunia, jadi bisa dibilang bulan ini adalah bulan donor darah. Jika Anda masih belum mendonorkan darah Anda dalam 3 bulan terakhir, ini adalah kesempatan yang baik untuk melakukan donor darah sekaligus mengajak orang-orang di sekitar Anda untuk turut serta mendonorkan darahnya.

Kita masih memerlukan banyak sekali donor yang selalu bersedia memberikan darahnya untuk kemanusiaan. Jika Anda berminat, bulan ini bisa membuat kegiatan dengan tema donor darah untuk menyambut hari donor darah sedunia.

Ingatlah, darah Anda dapat menyelamatkan kehidupan! Berbagilah pada sesama.

Polio Bisa Diakhiri

Polio adalah penyakit yang berpotensi besar dalam menyebabkan kecacatan permanen pada anak-anak.  Sejak dua dasa warsa terakhir, pemberian vaksin atau imunisasi polio telah menurunkan lebih dari 99% kasus polio di seluruh dunia.

Permasalahannya adalah, tidak semua anak mendapatkan akses terhadap imunisasi polio. Baik hal tersebut karena keterbatasan infrastruktur, gangguan yang diakibatkan kemiskinan, kurang pengetahuan atau peperangan. Bahkan tidak jarang juga akibat penolakan dari orang tuanya, atau pengaruh paham yang disebut antivaks,  yang menolak vaksin bagi anak-anak.

Jika terdapat anak yang tidak terlindungi oleh kekebalan terhadap polio yang didapatkan paling baik saat ini melalui imunisasi. Maka anak tersebut akan berpotensi terkena polio dan menjadi penyebar penyakit polio di wilayahnya yang kemudian berpotensi menjadi wabah.

Di Indonesia vaksin polio cukup bisa diakses. Tanyakan pada tenaga kesehatan setempat, bagaimana mendapatkannya bagi anak-anak Anda. Lindungi anak dari penyakit yang menimbulkan cacat permanen ini, dan sekaligus melindungi wilayah Anda dari wabah polio.

Wujudkan Indonesia bebas Polio.

Rabu, 04 Juni 2014

Samsung Z Tizen

Sepertinya Samsung memberi nama seri Z untuk produk barunya yang menggunakan sistem operasi Tizen. Seperti Android dari Google, Tizen juga menggunakan inti Linux di dalamnya.

Samsung Z ini sepertinya memiliki layar 4.5" sAmoled,  dengan prosesor Quad-core 2.3 GHz. Cukup untuk menarik peminat ponsel cerdas.

Saya sih tertarik pada Tizen yang digunakan. Karena dikembangkan oleh banyak pihak sekaligus dan juga merupakan proyek yang didukung oleh Linux Foundation.

Sementara sepertinya Samsung Z dengan Tizen ini baru ada di negeri tirai bambu saja. Penasaran kapan akan masuk ke Indonesia.

Minggu, 01 Juni 2014

Trauma yang Melekat

Saya mendapatkan sebuah gambar dari jejaring sosial badan dunia yang menaungi masalah anak dan pendidikan. Dalam gambar yang digambar oleh anak-anak yang mengalami langsung bagaimana perang dan kekerasan terjadi di hadapan mereka, mereka masih mengingatnya dan menuangkannya kembali.

Saya dan beberapa dari Anda mungkin masih beruntung tidak pernah menyaksikan apa yang terlukis di sana. Sesuatu yang saya rasa tidak bisa digambarkan dengan kata-kata apa yang dirasakan oleh saksi.

Kekerasan ini memang terjadi di daerah konflik di Benua Afrika. Dan sama saja dengan daerah kita, kekerasan memiliki potensi yang dapat meledak dan terjadi begitu saja.  Kita hidup di negara yang ber bhinneka. Ini merupakan kekayaan sekaligus potensi keretakan bagi yang tidak bisa hidup dalam keberagaman.

Kita telah mendengar kisah-kisah bagaimana kekerasan muncul di negeri ini dari era ke era. Dan tidak menutup kemungkinan akan terulang kembali. Ketika, tentunya kita yang mampu mencegahnya berdiam diri.

Trauma seperti yang dialami anak ini mungkin akan melekat seumur hidupnya.

Do what we must do!

Lindungi masa depan yang memberikan kedamaian. Kita semua bisa jika bahu membahu.

Mumpung kita juga sedang berada dalam euforia pemilih pemimpin ke depannya. Saya sangat menginginkan kita dapat memilih sosok yang memang dapat menghargai perbedaan, memiliki kebijaksanaan dalam berjalan bersama bangsa yang besar dan beragam, memberikan komitmen dalam perlindungan hak anak dan perempuan.

Dan semoga negeri ini terhindar dari trauma-trauma mengerikan yang akan melekat pada anak cucu kita.

Sabtu, 31 Mei 2014

Bebaskan Masa Depan dari Tembakau

Industri tembakau yang sebagian besar menyumbang pada industri rokok tentunya sudah menghasilkan dampak-dampak yang mengkhawatirkan. Kita semua tahu dampaknya, walau belum semua menyadarinya.

Bebaskan masa depan kita dari cengkeraman mematikan tembakau. Dan juga demi masa depan anak cucu kita.

Hanya kita yang bisa membuat perubahan ini, walau perubahan yang sulit. Karena itu upaya kita adalah menjadikan setiap hari sebagai hari bebas tembakau.

Jumat, 30 Mei 2014

Tenunan yang Indah

Negeri kita memiliki banyak karya dan kerajinan di bidang sandang sebagai mana negeri-negeri lainnya. Tenunan adalah sesuatu yang mungkin semakin jarang kita temui secara praktis oleh sebab perubahan peradaban manusia. Tapi bukan berarti tidak ada kain tenun saat ini.

Tenunan beraneka warna, dan masing-masing dari mereka adalah anyaman benang tunggal dengan warn - warna individu. Membentuk sesuatu yang indah.

Lalu dapatkah kita menunjuk, benang mana dari tenunan itu yang paling penting? Atau sebaliknya, benang mana yang paling tidak penting untuk menjadikan itu sebuah tenunan yang cantik?

Anggaplah tenunan itu kita sekelompok manusia yang membentuk masyarakat. Warna yang kaya adalah hasil sebuah perbedaan.

Tempat yang Tidak Boleh Terampas

Kembali pada tema hak anak-anak terutama anak perempuan dalam isu pernikahan dini. Mengapa anak perempuan kita dorong untuk menghindari pernikahan dini dan melanjutkan pendidikan mereka?

Hal-hal sederhana menjadi pertimbangannya. Sepertinya misalnya menghindari gadis belia ini menjadi korban kekerasan. Jika gadis kecil mudah memasuki perkawinan, maka faktor emosi mereka seringkali membuat mereka lebih inferior secara psikologis maupun biologis dibandingkan dengan pasangannya. Di sini cenderung muncul kekerasan pada si kecil, baik fisik maupun psikis.

Menunda pernikahan hingga usia dewasa juga bermakna memberikan kesempatan pada anak gadis untuk lebih aktif dalam lingkungan dan masyarakat. Ide-ide mereka dalam  memajukan masyarakat bisa jadi muncul jika tidak ditutupi oleh kesibukan dan beban rumah tangga yang tidak pada waktunya. Biarkan anak gadis belajar di masyarakat dan berkarya.

Kembalikan hak si kecil ke tempat yang tepat.

Beruntungnya, di negara kita sebagian besar sudah memberikan kesempatan ini. Walau tidak jarang saya masih menemui pernikahan di usia yang sangat dini. Praktik ini masih ada, kita dapat membantu mengembalikan hak anak-anak dengan memberikan pendidikan yang tepat bagi masyarakat kita tentang hak anak dan potensi yang mereka miliki.

Melindungi kesehatan psikis dan biologis anak, sekaligus memberikan kesempatan bagi masa depan mereka yang pada akhirnya menjadi senjata untuk memutus rantai kemiskinan.

Minat ke Wilayah Terpencil

Sahabat dan juga sejawat saya yang baru saja memulai tugas sebagai dokter dengan status pegawai tidak tetap (sewaktu-waktu dapat didepak tanpa pesangon) di wilayah Nusa Tenggara mengirimkan sejumlah foto via jejaring percakapan kami. Misalnya foto sebuah pasar tradisional di sana, meski saya berpikir mungkin tidak akan ada pasar modern di dekat tempatnya "mengabdi".

Dokter (kebanyakan) memang seperti itu. Wilayah pinggir yang tidak begitu terjamah modernisasi menjadi daya pikat sendiri. Tidak ada oknum pengacara yang gemar menuntut, tidak ada oknum NGO yang berpura membela kepentingan rakyat dengan menjatuhkan tenaga medis. Sebuah bentangan bumi pertiwi yang tenang untuk bekerja.

Di bandingkan di kota besar, di pinggiran yang cukup hijau seorang dokter mungkin malah bisa hidup lebih sehat. Udara yang bersih, bahan pangan yang segar, stres yang minimal, dan tentu saja paket wisata alam dan budaya yang gratis di mana-mana.

Sungguh, rasanya berminat kembali ke daerah-daerah seperti itu.

Kamis, 29 Mei 2014

Mendobrak Pagar Normalitas

Tidak normal bukan bermakna gila, meski tidak dapat disangkal antara gila dan tidak melekat pada normalitas itu cuma beda tipis, dan entah di mana letak bedanya. Normal sering kali bermakna keseragaman yang menjemukan.

Saya ingat bagaimana sebuah episode animasi SpongeBob menampilkan Tuan Squidward Tentacles yang berusaha mencari kehidupan normal dari dua tetangganya yang "abnormal". Namun dalam normalitas yang ia temukan justru memperlihatkan bahwa bukan itu yang membuatnya "ada" atau istilah kerennya saat ini "eksis".

Ide menjadi dalam kondisi kehidupan yang normal tidaklah buruk. Namun memiliki potensi untuk mengurung "abnormalitas" kita, yang bisa jadi sebuah bentuk kreativitas yang terkubur selama ini. Mereka sering menyebutnya, zona aman.

Zona aman ini adalah normalitas kita. Kita akan selalu merasa aman di dalamnya. Tapi yang namanya katak dalam tempurung, hanya bisa mendengar dunia tapi tak bisa menyaksikan. Bukankah kita sering mendengar mereka yang ingin mencoba meninggalkan zona amannya? Yah, baru sekadar "ingin mencoba" sih, belum lebih jauh lagi.

Dobrak pagar normalitas itu, dan lihat betapa luar biasanya diri masing-masing orang jika dibiarkan berkembang dengan potensi terbaik yang dimilikinya.

Rabu, 28 Mei 2014

Belajar Satir - Hindari Penjara

Sejak munculnya Undang-Undang no. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, pasal 27 terutama ayat 3 menjadi begitu kontroversial. Karena bisa mengancam kebebasan penulis - seperti saya - dalam mengekspresikan diri.

Penghinaan dan pencemaran nama baik itu susah dicari sengaja dan tidaknya. Kalau orang bilang "Si A kemarin merokok loh di tempat kendaraan umum", padahal itu fakta, lalu si A merasa nama baiknya tercemar dan menuntut yang mengeluarkan pernyataan itu, atau orang malang yang tidak sengaja membuat pernyataan itu tersebar di dunia maya.

Jadi kalau sekarang mau aman mengkritik seseorang. Mungkin ada baiknya kita menerapkan metode enkripsi 128 bit ke dalam tulisan kita sehingga tidak bisa dipecahkan. Tapi tentu saja lebih enak menulis dalam bentuk metafora satir. Karena pencemaran nama baik harus mengacu pada orang secara jelas, atau diketahui umum mengacu pada orang tersebut.

Jika metafora disusun secara apik, maka kita bisa melakukan kritik tanpa perlu khawatir dituduh menyerang langsung lewat satir kita. Di sinilah kegunaan ilmu bahasa dan sastra yang dipelajari di bangku sekolah. Memperjuangkan kemerdekaan kita dengan bergerilya di dalam ranah sajak dan sastra.

Anda tidak bisa membuat satir dengan metafora? Kembalilah sejenak ke bangku sekolah jika demikian. Pelajaran sekolah bisa membantu Anda terhindar dari jerat penjara yang tidak masuk akal.

Selasa, 27 Mei 2014

Anak Jangan Kawin!

Maksudnya tentunya saja anak-anak yang belum dewasa, sebaiknya tidak dibiarkan menikah atau kawin dalam bahasa undang-undang kita. Di banyak negara bahkan Afrika, hal ini sudah mulai menjadi perhatian serius, tapi di negara kita? Yah, sudahlah.

Banyak yang mungkin enggan berpikir kenapa anak di bawah umur sebaiknya jangan masuk ke dalam dunia rumah tangga dulu. Dan inilah yang seringkali menyebabkan pembiaran dengan tanda #rapopo.

Anak-anak masih memiliki kejiwaan yang belum matang, kata orang-orang psikologi. Memaksa mereka menjadi matang seperti orang dewasa akan membuat masalah ke depannya. Karena yang sudah sesuai umur pun sering menjadi kekanak-kakanan, apalagi yang masih kanak-kanak sungguhan.

Kehidupan ini memiliki banyak hal yang harus dipelajari. Terutama bagaimana bisa "survive" dalam dunia yang kejam ini. Rumah tangga tidak selalu menyediakan perlindungan yang langgeng. Saya yakin seseorang harus bisa bertahan hidup baik dia di dalam rumah tangga atau tanpa rumah tangga. Dan menikahkan anak di bawah usia, membuat mereka kehilangan kesempatan belajar ini.

Anak-anak bisa kita sebut sebagai pemimpi. Mereka kadang harus melewati jalan yang panjang untuk mencapai mimpi mereka. Dan pernikahan dini bisa merusak kesempatan mencapai mimpi ini, karena mereka harus fokus pada hal - hal yang berbau rumah tangga, yang sebelumnya mereka tidak kenal.

Tentu saja perkawinan usia dini juga tidak baik bagi kesehatan seksual, dan berpengaruh pada kesehatan secara umum dalam jangka panjang.

Di balik semua sisi negatif tersebut, saya rasa bukan pada tempatnya lagi kita berdiam diri dengan adanya fenomena pernikahan anak di sekitar kita. Apalagi jika pernikahan tersebut kemudian tidak menjamin sisi-sisi buruk ini tidak muncul pada anak-anak itu.

Naikkan Pajak Rokok

Sebentar lagi hari bebas tembakau sedunia, sementara kita di Indonesia mungkin belum bisa begitu peduli karena tengah dilanda euforia pemilihan presiden di bulan Juli mendatang.

Permasalahan tembakau dan rokok sendiri masih menjadi masalah tak berkesudahan di negeri ini. Dan upaya terakhir pemerintah mengganti peringatan bahaya rokok menjadi "rokok bisa membunuhmu" tampaknya tidak banyak berpengaruh.

Siapa pun yang menjadi presiden di Indonesia pada masa jabatan mendatang harus memiliki kepedulian yang nyata terhadap permasalahan tembakau ini.

Salah satu solusi nyata yang ditawarkan pada masyarakat dan pemerintahan di pelbagai negara saat ini untuk mengatasi masalah rokok adalah dengan meningkatkan atau menaikkan pajak tembakau atau rokok. Jika pajak naik, maka harga akhir di pasar akan ikut, ini akan memberikan perubahan prioritas belanja produk tembakau bagi masyarakat, terutama masyarakat (yang katanya) miskin untuk membeli rokok. Bagaimana jika satu batang rokok di pasaran seharga minimal sepuluh hingga dua puluh lima ribu rupiah seperti yang ada di negara maju Amerika. Orang pasti akan berpikir ulang untuk membelinya.

Semakin rendahnya konsumsi tembakau akan menurunkan angka kesakitan yang diakibatkan oleh penggunaan dan ketergantungan terhadap produk tembakau. Hal ini cukup logis. Jika dalam sebuah desa dari 100 orang yang biasanya hadir rapat desa ada 95 perokok, maka jika jumlah perokok berkurang menjadi separuhnya, itu sudah merupakan pencapaian besar. Tentu saja kalau bisa dibuat demikian.

BPJS Kesehatan dan sistem JKN juga tidak perlu dibebani untuk membiayai mereka yang sengaja mencari sakit dengan merokok. Jika perokok aktif bisa dikurangi dengan kebijakan tersebut.

Tentu saja pendapatan negara dari pajak rokok tidak bisa ditebak apakah akan meningkat atau menurun secara total. Bisa jadi meningkat jika ternyata jumlah konsumsi rokok tidak berkurang, bisa jadi menurun jika jumlah yang merokok berkurang.

Tapi apalah artinya berkurangnya pendapatan dibandingkan investasi di bidang kesehatan yang cukup vital ini.

Anda bisa bayangkan remaja SMA yang mengalihkan uang saku mereka dari dulunya membeli rokok mungkin ditabung untuk hal lainnya. Seperti untuk hobi mereka, membeli sarana atau peralatan olahraga atau musik. Karena rokok sudah menjadi begitu mahal bagi mereka, dan merokok sesekali mungkin bukan lagi prioritas mereka.

Saya tidak tahu kemungkinan apa saja yang bisa dibuka oleh peningkatan pajak rokok dan tembakau. Yang jelas potensi menurunkan angka kematian dan penyakit akibat konsumsi rokok tentu ada di sana.

Rabu, 21 Mei 2014

Mari Cegah MERS CoV



MERS-CoV seperti yang kita bahas sebelumnya, tidak perlu membuat kita panik. Kita dapat mencegahnya bersama-sama. Beberapa prinsip dasar yang bisa digunakan untuk membantu mencegah penularan MERS-CoV bisa saya sampaikan sebagai berikut:

  1. Oleh karena virus ini berasal dari Timur Tengah, maka jika kondisi kesehatan Anda tidak prima, maka tunda dulu perjalanan ke Timur Tengah. Termasuk manula di atas 60 tahun, dan anak-anak di bawah 12 tahun.
  2. Selama di Timur Tengah, ikuti anjuran dari petugas kesehatan setempat. Tetaplah jaga kesehatan Anda, makan makanan berigizi, cukup istirahat, dan hindari kontak terlalu dekat/lama dengan orang yang sakit.
  3. Jika kesehatan Anda menurun selama di Timur Tengah, segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan setempat.
Jika kembali dari Timur Tengah, dan Anda mengalami sakit dalam kurun waktu 14 hari dengan gejala seperti batuk, demam, dan sesak napas yang bisa juga disertai dengan diare; segera melaporkan diri ke petugas kesehatan setempat (dokter/puskesmas). Jangan lupa sampaikan diri Anda baru saja pulang dari Timur Tengah atau Jazirah Arab, sehingga Anda bisa mendapatkan perhatian yang tepat. Gunakan selalu masker, untuk tetap melindungi diri dan lingkungan Anda.

Bagi mereka yang sakit dengan gejala serupa, dengan tidak memiliki riwayat bepergian ke Timur Tengah, namun memiliki riwayat kontak (bertemu langsung) dengan orang yang baru pulang dari Timur Tengah, juga diharapkan melapor ke petugas kesehatan setempat.

MERS-CoV memang sampai saat ini belum ada vaksin yang bisa mencegahnya, namun budaya hidup bersih dan sehat dapat melindungi kita dari ancamannya.

Selasa, 13 Mei 2014

Konfetti Lautan



Kita tahu banyak limbah plastik masuk ke dalam laut. Dan tidak seperti limbah lainnya, plastik tidak terurai dengan sempurna. Potongan besarnya bisa menjerat dan membunuh hewan-hewan besar yang hidup bersama laut; seperti paus, burung laut, penyu dan banyak lagi.

Sebagian plastik oleh karena proses alam, terutama mekanis akan hancur menjadi plastik mikroskopik. Plastik mikro inilah yang tersebar di seluruh lautan, kita belum tahu banyak tentang efek plastik mikro ini. Tapi kita tahu bahwa sama seperti plastik yang berukuran besar. Plastik mikro tidak rusak dalam waktu lama dan bakteri atau mikroorganisme tidak dapat memecahnya.

Kita masih bisa membantu keselamatan laut dengan mengurangi sampah plastik menuju laut. Yang bermakna juga mengurangi penggunaan plastik, atau menggunakan plastik yang dapat hancur dengan alaminya.

Kamis, 08 Mei 2014

MERS-CoV Bukan untuk Ditakuti

Sebenarnya isu MERS-CoV sudah muncul sejak lama. Bahkan akhir tahun kemarin saya mengikuti rapat penguatan sistem surveilans untuk mengantisipasi kemungkinan tiba-nya keluarga corona virus ini di Indonesia.
Tapi sejak saya membaca sebuah berita di mana salah satu penderita positif adalah warga Amerika yang baru kembali dari Timur Tengah, dan tampaknya dia juga orang kesehatan. Maka isu ini kembali menghangat.
Kewaspadaan kembali bertambah di mana-mana. Dan saya rasa itu dalam batas yang wajar. Hanya saja yang tidak wajar adalah ketakutan yang berlebihan.
Saat ini penyebaran utama MERS-CoV memang ada di wilayah Timur Tengah. Dan saat ini memang belum ada vaksin yang bisa mencegahnya. Yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan kewaspadaan, sekaligus kesadaran akan penyebaran penyakit ini.
Kita menghadapi banyak ancaman wabah serupa setiap harinya. Selama kita tidak panik, maka akan lebih baik. Ikuti saran petugas kesehatan, dan jika bisa jangan menyebarkan berita yang Anda sendiri tidak mengerti duduk perkaranya tentang penyakit yang satu ini, apalagi jika berita tersebut malah menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Selamat Datang Microsoft Mobile Oy



Saya sepertinya harus mengucapkan Selamat Tinggal pada Nokia, salah satu perusahaan besar penghasil telepon seluler tersukses pada eranya. Dan kini mengucapkan Selamat Datang pada Microsoft Mobile Oy - setidaknya demikian mungkin nama perusahaan baru hasil penjualan Nokia dan patennya kepada Microsoft.

Memang kita belum melihat wujudnya akan seperti apa, karena Nokia sendiri masih akan berproduksi di bawah bendera Microsoft untuk produk Lumia, Asha dan X milik mereka. Walau tentu saja menjadi sesuatu yang tidak nyaman bagi para pelanggannya tentang bagaimana nasib Nokia ke depan.

Pastinya Nokia sudah tidak ada lagi, jadi mari menyambut sesuatu yang baru di sini,walau tetap berada dalam ketidakpastian.

Kamis, 01 Mei 2014

Apa sih Serangan Phishing?



Banyak orang belum tahu tentang serangan phishing, apalagi pada era di mana di negeri kita banyak yang gagap teknologi; artinya ingin terlihat keren dengan menggunakan teknologi, tapi tidak memiliki kemampuan menggunakannya secara benar dan aman. Inilah yang menjadi sasaran empuk para penipu di dunia maya.

Dalam contoh di atas, adalah sebuah video yang menjelaskan bagaimana serangan phishing attack atau dalam alih bahasa ke bahasa kita bisa disebutkan sebagai serangan pengelabuan, terjadi pada seorang pengguna YouTube. Dia akan menerima surat elektronik yang mengatakan pengirimnya adalah pihak pengelola layanan YouTube, sementara tentu saja aslinya surat itu tidak berasal dari pengelola YouTube.

Surat itu akan tampak begitu asli, jadi sepintas Anda mungkin tidak akan dapat membedakannya dengan yang asli. Surat akan memberikan Anda tautan ke situs tertentu untuk diklik, dan bahayanya, kesannya tautan ini juga tampak asli. Tapi jika dilihat dibaliknya, di sana ada udang di balik kode.

Si korban bisa jadi diarahkan ke situs yang juga tampak seperti situs asli yang hendak dituju, dan biasanya diminta memasukan nama, nama pengguna, email, kata sandi, nomor identifikasi pribadi (PIN), dan sebagainya. Yang jika korban lakukan, maka semua data pribadinya akan diambil oleh si pelaku pengelabuan ini.

Tergantung jenis serangan, beberapa mungkin menyasar pada daftar kontak kita, beberapa mungkin menargetkan isi rekening bank Anda - terutama bentuk serangan phishing yang menyamar sebagai bank.

Phishing attack sudah ada sejak lama, namun tetap saja banyak orang yang tertipu mentah-mentah. Tapi toh di dunia ini selalu ada orang yang membiarkan dirinya tertipu, ya sudah, mari saling mengingatkan saja.

Rabu, 30 April 2014

Samsung GALAXY K zoom



Mungkin seri K Zoom dari Samsung Galaxy adalah seri kamera ponsel Android yang paling populer. Dengan kemampuan sensor 20 MP, kamera saku sekarang bisa jadi kalah saing dari segi kepraktisannya mengambil gambar dan menggunggahnya langsung ke dunia maya.

Tapi kamera saku konvensional masih memiliki keunggulan di bidang keterjangkauan harganya, karena ponsel seri K Zoom cukup lumayan menguras saku - bisa dipastikan demikian walau harga resminya belum keluar.

Android pada awalnya memang dikembangkan sebagai sistem operasi pada kamera, setidaknya demikian kata mitos yang beredar; dan mungkin tujuan itu telah muncul pada Samsung Galaxy K Zoom ini.

BPJS Kesehatan yang Memecah Belah

Kesannya mungkin lucu, atau bahkan konyol, namun seperti itulah gambaran pelaksanaan BPJS Kesehatan di negeri kita saat ini. Penuh problematika, mulai dari yang menggelitik hingga yang menyayat hati.

Konsep yang diusung, gotong royong menghimpun dana semesta guna meningkatkan kesehatan seluruh rakyat melalui pelayanan kesehatan yang terjangkau dalam sistem asuransi yang murah meriah tampaknya masih sebatas konsep emas belaka.

Proses mengurus BPJS Kesehatan masih banyak kendala. Dokter yang mau mendaftarkan diri sebagai pelayan di BPJS Kesehatan masih sulit (dipersulit?). Rakyat yang memanfaatkannya masih tidak puas. Rumah sakit juga banyak yang mengeluh, entah karena bayaran yang kecil, atau manajemen yang belum mampu mengelola dana dengan baik.

Asuransi adalah konsep yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh rakyat kecil, baik yang agak mampu maupun tidak mampu. Dan ketika dunia kesehatan masuk ke dalam asuransi, banyak yang tidak bisa menerimanya, atau salah memahaminya.

Kini sistem akan diubah - katanya - namun perubahan tidak kunjung datang juga.

Selasa, 29 April 2014

Musik Rock ala Heksrotor



Teknologi robotik sudah semakin maju saat ini, bahkan para robot yang bisa memainkan musik bermunculan. KMel Robotics menampilkan permainan musik oleh para heksrotor ini dengan sangat apik, bagaimana robot-robot terbang bisa memainkan nada-nada dengan sangat bagus.

Sabtu, 26 April 2014

Windows 8.1 Update yang Gagal Lagi



Kemarin Microsoft mengumumkan ada update Windows 8.1 yang bisa diunduh dari fitur pembaruan sistem di Windows 8. Nah, laptop tua saya sudah dipasang Windows 8.1 dari update sebelumnya, hanya saja berasal dari bursa Windows - bukan dari fitur pembaruan.

Beberapa hari yang lalu, ada penawaran update Windows 8.1 dari fitur update Windows, eh tapi ternyata setelah diunduh dan coba dipasang ternyata gagal dan ada efek apapun. Daripada pusing, saya pakai Linux saja, semuanya masih tetap lancar.

Opera Coast hadir pada iPhone



Mungkin karena saking populernya, Opera Coast kini hadir juga di iPhone setelah sebelumnya hadir di iPad. Opera adalah salah satu peramban web favorit saya sejak dulu, tapi belakangan saya tinggalkan, karena dukungannya untuk Linux tampak terjegal.

Opera (tampaknya) lebih memilih berinovasi bagi sistem operasi yang dimiliki oleh kaum borjuis, yang saya sendiri bukan termasuk di dalamnya. Pun demikian, inovasi yang dihasilkan tidak pernah berhenti memikat, Coast misalnya mungkin adalah salah satu peramban yang cukup baik dengan meningkatkan keterbacaan terhadap web dan lebih sedikit distraksi, sehingga mereka yang menelusuri web mendapatkan apa yang benar-benar mereka perlukan.

Bagus Opera Coast hadir secara aslinya demikian, sedangkan untuk perambang yang saya gunakan pada Android, Firefox misalnya - harus dikonfigurasi terlebih dahulu, memang sejumlah pengaya, sehingga mendapatkan hasil yang serupa.

Bagi Anda pemilik perangkat berbasis iOS, tidak salahnya mencoba Opera Coast, untuk mendapatkan pengalaman berselancar yang berbeda - dan tentunya tetap "gratis".

Meizu MX3 Ubuntu Phone



Akhirnya Ubuntu siap dipasarkan pada ponsel cerdas, walau mungkin masih jauh dari konsep supersmartphone yang pernah diangkat.

Dipasarkan dengan harga yang terjangkau, tapi enak kenapa kok rasanya belum banyak yang akan tertarik ya?

Kamis, 17 April 2014

Selamat Pekan Imunisasi Dunia 2014


Selamat pekan imunisasi dunia 2014.
Vaksin saat ini telah menjadi salah satu senjata melawan pelbagai penyakit dengan melakukan pencegahan optimal dan membantu membentuk kekebalan pada tubuh manusia. Pastikan keluarga Anda telah diimunisasi dan divaksinasi sesuai dengan keperluan dan jadwalnya.

Jika masih ada yang belum Anda ketahui tentang vaksinasi, silakan bertanya pada tenaga kesehatan di sekitar Anda. Lindungi diri, keluarga dan lingkungan Anda dari serangan wabah penyakit.

Jangan sampai menolak imunisasi, karena itu bermakna Anda membuat celah bahaya serangan wabah bagi lingkungan Anda.

Memahami Vector Borne Disease





Penyakit menular memiliki agen lingkungan yang menyebarkannya. Terutama serangga, satu sengatan bisa berakibat fatal. Sebut saja demam berdarah, kaki gajah, malaria, cikungunya, malaria, dan masih banyak lagi disebabkan oleh agen yang disebut vektor.

Yang paling praktis dari pengetahuan mengenai vector borne disease adalah kemampuan kita melakukan pencegahan sebelum penyakit terjadi, baik dari diri sendiri maupun dari lingkungan.

Selasa, 08 April 2014

Selamat Jalan Windows XP

Hari ini, 8 April 2014 adalah hari terakhir dukungan resmi bagi Windows dengan usia dukungan paling panjang ini. Windows XP sudah menemani banyak orang selama lebih dari 10 tahun, dan menjadi salah satu sistem operasi paling populer yang pernah ada.

Saya jadi ingat, mungkin saya adalah termasuk yang pertama-tama beralih ke Windows XP dari Windows 98/ME. Dan pasangannya Microsoft Office 2003 saat itu sangat menawan, jembatan indah antara edisi 2000 dan 2007.

Saya kira Windows XP sangat produktif di masanya, bahkan sempat menjegal langkah saya untuk beralih ke sistem operasi terbuka (baca: Linux) untuk kurun waktu yang lama.

Dan masih banyak lagi kenangan bersama Windows ini di masa lalu.

Maka saya mengucapkan terima kasih, dan Selamat Jalan Windows XP.

Minggu, 06 April 2014

Ngeblog Itu Apaan Sih?

Banyak yang bertanya, apa sih sebenarnya esensi (tssaah) dari ngeblog itu?

Nah, sebenarnya sederhana saja. Buat ngejawab itu. Foto atau gambar yang disertakan dalam tulisan ini adalah yang paling gamblang menjelaskan, apa itu ngeblog.

Kalau masih belum paham, wah angkat bendera putih dah.

Sabtu, 22 Maret 2014

Serat Alam Semesta: Memahami Ruang







Sebenarnya, apa itu ruang?



Ini mungkin adalah pertanyaan yang mendasar. Dulu (di luar kacamata kepercayaan religius), ruang mungkin bukan apa-apa, dan terisi oleh apa yang kita lihat.



Pemahaman akan ruang pada dunia ilmu pengetahuan modern mulai berubah ketika Newton memperkenalkan teori gravitasinya. Bahwa ruang seperti panggung pentas, dan isi/benda dengan massa tertentu menempati ruang yang tetap ini dengan saling berinteraksi melalui hukum gravitasi yang terkenal itu.



Lalu, orang masih bertanya-tanya, bagaimana sebenarnya wujud gravitasi itu. Maka fisika modern melalui Enstein yang terkenal memberikan ide bahwa ruang tidaklah statis, sebagaimana yang diungkapkan oleh Newton, bahwa ruang dapat berubah atau elastis dan masa memengaruhinya, demikian juga dengan waktu. Maka orang-orang kemudian mengenal teori relativitas serta kontinuitas ruang dan waktu.



Dan kemudian, apa sih yang memberikan benda itu massa, padahal sebagian besar darinya adalah ruang kosong? Maka teori Higgs - Bosson yang kemarin sempat mencuat karena upaya penemuan partikel Tuhan menjadi dasar pandangan ilmu modern dan upaya penemuannya.



Setelah itu, pandangan akan ruang semakin berkembang, semisalnya teori-teori terakhir mengenai bahwa ruang 3 dimensi yang kita huni ini hanyalah ilusi (bukan merujuk pada pandangan religius), tapi lebih berupa proyeksi data dua dimensi yang entah ada di mana membatasi alam semesta kita.



Saya rasa, ini sangat menarik di simak, membawa kembali kita ke bangku sekolah. Dan video dari Nova yang saya "culik" untuk ditampilkan di atas tulisan ini, akan menjawab perjalanan kita memahami ruang (space) dalam kacamata ilmu pengetahuan modern.

Jumat, 21 Februari 2014

Gerakan 3M Plus untuk Cegah Demam Berdarah Dengue





Gerakan 3M Plus adalah paradigma baru dalam upaya memberantas wabah DBD atau Demam Berdarah Dengue. Tidak jauh berbeda dengan gerakan 3M yang lama, hanya dengan sedikit modifikasi.



Dulu gerakan 3M berputar pada ajakan untuk (1) menguras, (2) menutup, dan (3) mengubur potensi sarang nyamuk Aedes Sp., yang merupakan penyebar virus dengue penyebab demam berdarah. Cara ini sebenarnya tepat, hanya saja sekarang mengalami modifikasi sesuai dengan perubahan zaman (#eaaa...).



Cara pertama dan kedua, yaitu menguras penampungan air dan membersihkannya secara berkala; kemudian menutup bak-bak penampungan air sehingga nyamuk tidak masuk ke sana untuk bertelur masih relevan dan digunakan. Karena di musimnya, jika seminggu saja sebuah bak mandi tidak dibersihkan, bisa sudah penuh dengan nyamuk jentik nyamuk; bagi yang tinggal di daerah endemis sudah tentu mengerti maksud saya. Sehingga pembersihan berkala adalah kewajiban.



Cara ketiga yang mengalami sedikit modifikasi. Ketika menanam bahan-bahan yang tidak mudah terurai seperti sampah plastik, walau di satu sisi mengurangi kemungkinan sarang nyamuk muncul karena genangan air hujan, namun di sisi lain memunculkan kekhawatiran bahwa ini akan membuat pencemaran lingkungan menjadi lebih buruk. Anda pasti bisa menduga ketika kaleng, plastik, keramik dan banyak lainnya masuk ke dalam tanah namun tidak bisa membusuk, alhasil menjadi masalah sendiri bagi lingkungan di situ.



Alternatifnya adalah dengan (3) mendaur ulang sampah-sampah yang bisa menjadi tempat sarang nyamuk, tidak dengan menguburnya. Untuk sampah-sampah organik, masih masuk akal dan malah baik jika dikubur; tapi sampah-sampah anorganik yang menjadi perhatian besar di sini. Jika ada ember bekas tidak digunakan, mungkin malah bagus dijadikan pot bunga atau diserahkan pada pemulung untuk didaur-ulang.



Lalu ada nilai (4) Plus yang bisa kita lakukan, ini sebenarnya tergantung kreativitas kita, dan sudah ada sejak dulu. Bisa dijadikan plus di sini adalah pemberdayaan setiap individu dalam menggunakan daya upayanya mencegah "gigitan" nyamuk penyebar virus dengue. Misalnya dengan menggunakan repelan, obat nyamuk, atau kelambu saat tidur. Menata ruangan di dalam rumah sedemikian hingga cukup terang dan tidak sumpek, menjadikan nyamuk tidak memiliki tempat bersembunyi.



Jika Anda punya taman, bisa dibuatkan kolam ikan yang memancing nyamuk bersarang di sana, namun menjadi mangsa si ikan. Atau menanam tatanam pengusir nyamuk di taman yang tidak dibuat terlalu lebat. Jika Anda cukup kreatif, maka perangkap nyamuk bisa Anda buat dan digunakan di sekitar rumah.



Jadilah cerdas, dan cegah demam berdarah dengue di lingkungan Anda!

Senin, 17 Februari 2014

Flappy Lives! Another Flappy Bird

Sejumlah permainan video berbasis HTML 5 cukup menarik. Flappy Lives misalnya yang merupakan tiruan dari Flappy Bird tersedia langsung dalam versi HTML 5.

Flappy Lives bisa dimainkan langsung dari peramban ponsel ataupun komputer dengan mengakses halaman webnya di www.flappylives.com.

Permainan berjenis HTML 5 memungkinkan pemain tidak perlu memasang aplikasinya di ponsel sehingga bisa membuat siapapun bisa memainkannya langsung.

Apa aplikasi game HTML 5 favoritmu?

Minggu, 26 Januari 2014

Sebelum Siap Berperang





Saya menemukan video sederhana ini tentang kehidupan seorang penyembuh tradisional. Kita bisa mengatakan bahwa dia seorang tabib, dan hanya menarik dana sekitar sepuluh ribu rupiah untuk terapinya, padahal terapi yang serupa di bawah ke negeri kita bisa dikenakan biaya puluhan hingga ratusan juta.



Saya rasa prinsip hidupnya yang sederhana itu, karena mungkin dia juga seorang praktisi bela diri. Sebelum mampu mengangkat senjata, maka kita harus bisa menjadi penyembuh yang baik.

Kamis, 23 Januari 2014

Dragon Ball Z dalam Kehidupan Nyata


Parodi ini membuat saya terpingkal-pingkal, mengingatkan kembali nostalgia lama menonton film kartun Dragon Ball waktu zaman anak sekolah dulu. Entah kenapa, ceritanya masih asik sampai saat ini. Tapi tentu saja cerita yang memang dari pengarang aslinya.

Video parodi ini hanya untuk hiburan semata. Terus terang, malah jadi lebih terkenal dibandingkan dengan film Dragon Ball yang baru dirilis tahun-tahun kemarin.

Jumat, 17 Januari 2014

How To Train Your Dragon 2 Dijadwal



Setelah lihat cuplikannya di YouTube, aku rasa bagian yang satu ini sangat sayang untuk dilewatkan. Dan semoga "toothless" semakin "toothless" :D.

Kamis, 09 Januari 2014

Gerakan Anti-Rokok Tempo Dulu



Amerika, neraga yang sering kita gunjingkan, sudah memulai kampanye antirokoknya sejak dulu sekali. Iklan-iklan lawas di video tersebut menunjukkan betapa mereka sudah mulai serius memerangi ketergantungan tembakau sejak dulu. Dan kini, Amerika adalah negeri di mana rokok menjadi barang yang mewah dan langka, dan jalan-jalan bersih dari iklan-iklan rokok.

Perusahaan rokok kini beralih ke Indonesia, menargetkan kaum muda sebagai perokok baru, pecandu baru. Hasilnya, kini banyak anak muda yang mulai kecanduan merokok, dan kemudian tidak hanya rokok, obat-obatan golongan narkotika pun mulai merambah generasi muda.

Sementara di sini lain, generasi tua kebanyakan tidak begitu peduli, sambil asyik mengepulkan asap rokok dalam kenikmatan pribadi mereka. Ada apa dengan negeri ini?