Kamis, 10 Oktober 2013

Samsung Galaxy Gear memang Tampak Keren



Jam tangan digital berbasis sistem operasi Android yang paling ngetren belakangan ini pastilah Samsung Galaxy Gear. Ini menarik minat saya untuk sekadar mencari tahu dan membaca sejumlah review tentang Galaxy Gear, meskipun menjauhkan diri dari berusaha membelinya.

Saya suka bentuknya, kotak elegan dan tampak kokoh, dengan tali kulit yang menawan. Tiga bagian terpisah antara arloji, kamera dan mikrofon dibuat meskipun semuanya memiliki keterbatasan. Tapi setelah membaca semua itu apakah saya tertarik untuk membelinya?

Jika saya kolektor, mungkin saya tertarik. Tapi sayangnya saya bukan kolektor. Alasannya adalah sebagai berikut:

Samsung Galaxy Gear memerlukan pasangan dengan beberapa smartphone tertentu, salah satunya adalah Samsung Galaxy Note III, sedangkan saya sendiri yang menggunakan Galaxy Note II tentu belum bisa menggunakannya dengan optimal. Apalagi yang punya Android bukan Samsung, apa berharap akan bisa menggunakan perangkat ini dalam waktu segera?

Lalu belum semua fungsi smartphone berpindah ke jam tangan ini. Kadang sifatnya terbatas pada sebagai "pengingat" atau "pemberi tahu" saja jika ada alarm, jadwal atau pesan baru yang masuk, dan sisanya mungkin tetap lebih nyaman dikerjakan di ponsel cerdas kita. Memang ada sisi baiknya, seperti jika pengguna tidak selalu suka memegang perangkat Samsung Galaxy, atau sedang jauh dari perangkat, maka Galaxy Gear bisa menjadi pengingat pesan masuk yang informatif.

Daya tahan baterai akan menjadi pemilihan akhir. Jika hanya bisa bertahan selama 1 sampai 1,5 hari, maka rasanya akan sulit jika harus melepas dan mengisi daya sebuah jam tangan setiap hari sekali. Tapi saya rasa akan ada orang yang bisa mengatasi kendala seperti ini.

Samsung Galaxy Gear memang tampak keren, tapi apakah memang sudah saatnya untuk dijadikan sebuah pilihan? Mungkin tidak, setidaknya bagi saya di mana pekerjaan menghalangi penggunaan jam tangan berlebih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar