Jumat, 11 Oktober 2013

Melarang Iklan Rokok?



Bahkan menonton lewat streaming pun ada iklan rokok di mana-mana selama itu siaran dari dalam negeri, mungkin juga TV lokal begitu lewat kabel atau langganan juga begitu. Apa ada siaran TV lokal yang tidak menayangkan iklan rokok?

Ini pertanyaan penting, apalagi dunia melalui WHO telah berkampanye untuk melarang adanya iklan, promosi dan sponsorial dari industri rokok. Hanya saja di Indonesia tampaknya apa yang menjadi pendapat dunia bagi peningkatan kesehatan yang lebih baik tidak lagi berlaku. Mungkin karena kompleksitas industri rokok telah menjerat banyak pihak tanpa mereka memiliki kemampuan dan komitmen untuk menghentikan ekspansi kapitalisasi industri rokok.

Setidaknya untuk iklan rokok, meskipun saya dengar ada regulasi yang mengatur bahwa iklan rokok hanya boleh ada layar kaca pada malam hari. Tapi komitmen ini rendah sekali. Karena sponsor dari industri rokok bisa tetap melenggang siang ataupun malam dan dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat, dan lebih penting lagi adalah anak-anak yang menjadi generasi penerus bangsa ini.

Apakah berlebihan jika saya bilang, tampaknya rendahnya komitmen kita merupakan sebuah jalan lebar bagi pembiaran berlanjutnya generasi muda yang semakin banyak mengalami ketergantungan/adiksi terhadap rokok/nikotin?

Yang namanya iklan, promosi ataupun sponsor ya pastinya untuk menarik minat calon konsumen. Jika industri rokok selalu berhasil di negeri ini, maka mau tidak mau kita harus menghadapi konsekuensi yang tidak kecil di masa depan. Termasuk di dalamnya beban kesehatan dan penurunan produktivitas sumber daya manusia di usianya yang masih produktif. Kerugian negara dan bangsa sebenarnya besar, tapi selama kita masih tidak memiliki komitmen, maka ini tidak akan bisa dibawa kemana-mana.

Apakah kita berani mengatakan untuk melarang iklan rokok?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar