Selasa, 08 Oktober 2013

Kesan Mencoba Facebook Home



Kesan pertama mencoba Facebook Home di Android itu gimana ya, memang cukup menyenangkan seperti dekstop komputer yang bisa berganti-ganti kertas dinding (wallpaper), dengan berita-berita yang diperbarui di Facebook.

Pertanyaannya kemudian?

Apa kita bisa menjaga privasi teman-teman kita di Facebook? Beberapa orang mungkin cuma ingin kabarnya dilihat oleh teman-temannya, tapi dia tidak terlalu suka mengaktifkan privasi yang terlalu ketat di profilnya. Pada Facebook Home, tampaknya ada kemungkinan privasi ini terlanggar, apalagi jika yang memegang perangkat Android bukan yang punya ponsel/tablet.

Facebook Home agar bisa melihat kualitas yang baik, perlu menggunakan layanan data yang tinggi, dan sebagian besar itu adalah gambar yang diunduh. Saya ragu jika memang orang yang gemar berjejaring sosial akan bisa menghemat anggaran kuota internetnya. Tapi ya ada uang ada barang, kembali ke prinsip lama saja.

Beberapa fitur mulai ditambahkan, seperti aplikasi pihak ketiga, Flickr, Tumblr, Instagram dan sebagainya bisa dilihat pembaruannya di halaman depan. Tapi seberapa banyak yang menggunakan layanan lain tersebut? Saya sendiri jarang, meskipun punya semuanya. Jadi buat apa?

Lalu ada "launcher" juga, tapi belum saya coba. Perasaan dulu ada Go Launcher yang lumayan bagus, tapi saya tidak gunakan. Bawaan Galaxy Note II sudah cukup berguna menurut saya.

Jadi saya berpikir, saya bukan orang yang memerlukan aplikasi sejenis Facebook Home di ponsel Anroid saya, meskipun sesekali menarik juga buat digunakan. Karena hampir tidak ada yang berubah kecuali halaman depannya di balik gembok saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar