Rabu, 09 Januari 2013

Pendidikan itu Selayaknya Cerdas Mencerahkan

Bukan hal yang aneh melihat saat ini dunia pendidikan berlomba-lomba memasang plat visi dan misi yang paling mentereng, seakan-akan memberikan jaminan mencetak keluaran yang mampu diandalkan dan siap terjun ke medan kehidupan. Dengan kata lain, masuk ke jenjang favorit berikutnya, atau mendapatkan pekerjaan yang layak.

Dengan segudang program yang menjejali para siswa, semuanya dituntut untuk maju sejauh mungkin. Entah mungkin maksudnya hingga ke negeri Cina.

Kelulusan adalah nilai mutlak, dan kegagalan adalah haram hukumnya. Prestasi akan menjadi tropi tertinggi, sedemikian hingga bukannya murid belajar untuk saling mendukung, tapi justru saling bersaing, dengan sela-selanya saling bergunjing.

Ketakutan akan kegagalan di dunia pendidikan menekan banyak anak, beberapa menjadi stres, beberapa yang lain menyerah dan menjadi tak acuh. Hanya mereka yang bermental baja yang mampu keluar dalam keadaan selamat, dan hanya yang cerdas luar biasa bisa selesai dari jerat pendidikan dengan tetap waras.

Ketika pendidikan tidak memanusiakan manusia, maka apa yang dapat kita harapkan lagi? Memperbaiki bangsa, ah - saya rasa itu akan tetap menjadi mimpi di atas mimpi.

Ketika pendidikan itu tidak membebaskan jiwa, apa yang bisa dihasilkan? Sekumpulan jiwa-jiwa kerdil yang selalu ikut arus, bekerja ibaratnya pahat menunggu ketukan palu, menjadi bagian dari mekanisme di mesin raksasa yang bernama peradaban - atau masihkah kita kemudian dapat menyebutnya peradaban?

Pendidikan selayaknya cerdas mencerahkan, karena hanya dengan ilmu manusia bisa menyalakan lentara, dan dengan lentera manusia bisa melihat dalam cahaya, dengan ketika dunia dipenuhi cahaya, maka manusia bisa mengenal dirinya dan yang disekitarnya dengan tanpa kepalsuan.

Pendidikan bukan mengejar prestasi, pendidikan bukan mencetak mesin berjalan, pendidikan bukan menanamkan ketakutan. Pendidikan adalah pintu yang jika dibuka, maka semua orang dapat melihat dunia yang tidak lagi gulita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar