Jumat, 27 Desember 2013

Korupsi Tidak Dilawan dengan Wacana



Semua orang (yang berpendidikan) tahu apa itu korupsi, dan semua orang (yang lebih berpendidikan) tahu bagaimana mewacanakan bagaimana kita bisa memberantas korupsi. Betul tidak?

Tapi sebagian besar orang (yang bahkan tidak berpendidikan) tahu bahwa selama ini kita membiarkan korupsi terjadi, bahkan ikut serta memeriahkan di dalamnya. Hal-hal kecil dari pengurusan administrasi kependudukan hingga ke pesta rakyat, siapa sih yang tidak melihat kecurangan di sekitarnya.

Kalau semua itu mau dilaporkan, mungkin pengadilan tipikor tidak akan punya cukup waktu menangani semua itu. Karena kasus yang ada saja belum tentu semua bisa selesai (dengan memuaskan bagi rakyat kita).

Cukup dengan sedikit wacana, kita sebagai bagian dari masyarakat juga perlu mawas diri dan bercermin ke dalam diri kita. Setidaknya membentengi diri kita sendiri dari tindak korupsi, meskipun kita tahu bahwa sesekali, kita adalah pelaku dan penikmat korupsi.

Minggu, 22 Desember 2013

Bagaimana Mengubah Dunia?



Ketika saya menonton video dari Presiden Kid, pertanyaan yang sama mungkin sudah pernah hinggap berulang kali. Bagaimana kita bisa mengubah dunia?

Kita pasti pernah berpikir bahwa segala sesuatunya begitu - tidak pas - di sekitar kita. Kita berpikir bahwa dunia seharusnya bisa lebih baik lagi, mulai berhentinya perang di pelbagai belahan dunia, hingga orang bisa parkir secara teratur. Kita semua memiliki keluhan kita sendiri akan kondisi dunia saat ini.

Apakah kita sudah berusaha mengubah dunia ke arah lebih baik? Misalnya berhenti buang sampah sembarang, berhenti bergosip yang tidak benar, berhenti merokok, berhenti mencari senang di atas sedihnya orang lain?

Apakah kita sudah melangkah ke arah dunia yang lebih baik? Misalnya membangun ruangan hijau, menggunakan teknologi ramah lingkungan, berhemat air bersih, melakukan pola hidup yang bersih dan sehat?

Ataukah kita hanya melakukan keluhan, keluhan dan keluhan? Sehingga lini masa jejaring sosial penuh dengan keluhan Anda, atau telinga orang-orang disekitar Anda sudah menebal karena keluhan Anda yang tidak pernah hadir bersama solusi?

Ataukah kita hanya berusaha mencari kekuasaan semu, dari uang-uang, dari kekuasaan, dari pengaruh, dari ketenaran yang hanya untuk membuat dunia bergerak seperti apa yang kita kehendaki?

Dunia diubah oleh orang-orang yang sederhana menuju arah yang lebih baik. Orang-orang yang tidak membeda-bedakan sesamanya. Orang-orang yang menghargai tempat tinggalnya dan tanah di sekitarnya. Orang-orang yang ketika melangkah tidak dituntun atau dikejar oleh kesemuan. Mereka adalah orang-orang yang nyata, dan Anda juga bisa seperti mereka, hanya saja Anda harus menjadi nyata!

Lalu bagaimana Anda mengubah dunia?

Sepak Bola lawan Alien



Saya rasa iklan Samsung kali ini untuk mempromosikan Galaxy Gear tidak lagi main-main, mereka bahkan menggunakan bintang yang biasanya dibayar jutaan dolar per musim. Bahkan Lionel Messi dan Christiano Ronaldo juga ikut di dalamnya, memang mereka sering membintangi iklan, tapi tidak pernah terlihat bersama-sama sebelumnya.

Saya jadi penasaran, kelanjutannya akan seperti apa ya? Tapi beneran, Samsung Gear kelihatan keren di sana, padahal mungkin aslinya tidak sampai seperti itu, he he... (soalnya belum punya).

Sabtu, 21 Desember 2013

Tetap Sehat saat Mudik Natal dan Tahun Baru



Sebentar lagi liburan panjang akhir tahun, meskipun bukan liburan panjang untuk saya tentunya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, jalanan akan dipenuhi mereka yang meninggalkan daerah tempat bekerja kembali ke kampung halaman, dan Anda mungkin menjadi salah satu dari orang-orang ini, bersama keluarga ataupun orang terdekat.

Adalah hal yang baik untuk tetap sehat selama liburan panjang ini, sehingga di awal tahun nanti, Anda bisa kembali beraktivitas dengan baik. Berikut adalah beberapa tips:

  1. Cek kondisi kesehatan Anda sebelum berangkat, jika Anda merasa tidak enak badan dan sebagainya. Jika kesehatan Anda menurun saat perjalanan, manfaatkan pos-pos pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia.
  2. Istirahat secara berkala sepanjang perjalanan, jangan memaksakan diri - pokoknya jangan! Mengantuk saat berkendara bisa berakibat fatal.
  3. Jika Anda sedang berada dalam pengobatan tertentu, konsultasikan dengan dokter Anda apakah obat tersebut berdampak pada pola perjalanan Anda. Misalnya obat-obatan yang bersifat menekan sistem saraf pusat, atau obat yang aturan minumnya sangat ketat - perjalanan panjang bisa membuat Anda lupa minum obat.
  4. Pastikan Anda membawa/membuat kartu kontak darurat, sehingga jika terjadi hal yang tidak diinginkan di perjalanan, Anda atau orang yang membantu Anda diperjalanan tahu akan menghubungi siapa nantinya.
Hal-hal lain seperti menetapkan jadwal, membuat daftar keperluan mudik, memeriksa kondisi kedaraaan adalah hal-hal teknis yang mutlak yang Anda perlu lakukan.

Ketika semua persiapan sudah bagus, Anda bisa berangkat dengan tenang menikmati liburan akhir tahun Anda.


Jumat, 20 Desember 2013

Selamatkan Anak Bangsa! - Bendera Perang Rokok Dikibarkan?



Ini mungkin salah satu video dari Kemenkes yang paling seru ditonton, dalam sebuah persepsi tentunya.

Selama ini negara terkesan lemah melawan "mafia" rokok Internasional yang menanamkan modalnya di Indonesia ketika mereka diusir di negara mereka sendiri karena pemerintahnya sudah melindungi warganya dari bahaya rokok. Selama ini, perusahaan rokok ini merajalela menargetkan perokok baru di kalangan generasi muda sebagai pangsa pasar empuk yang mempergendut rekening mereka.

Yang ujung-ujungnya kena tentunya pemborosan dan kerugiaan negara dan rakyat di bidang kesehatan, dan anggaran yang dikucurkan negara dan rakyat akibat rokok dan asapnya yang menggerakkan banyak dimensi di negara ini, serta menyelimuti banyak kepentingan serta tujuan.

Tapi apa mungkin beberapa bagian dari rakyat kita memang aneh, sudah tahu apa yang dilakukan merugikan diri sendiri dan orang lain, sudah tahu bisnis dan usaha yang dijalani mencelakakan orang banyak. Tapi ya tetap saja tutup mata, bahkan protes jika tembakau untuk rokok diutak-atik kehalalannya.

Jika negeri tidak mau berubah, jangan harap kebaikan dan kesejahteraan bisa meningkat di negeri ini. Mau menyelamatkan generasi penerus, harus siap berubah!

Rabu, 18 Desember 2013

2014 untuk Linux



Sebentar lagi tahun 2014 akan tiba, saya hanya ingin mengatakan, sangat senang selama ini berada bersama komunitas open source yang telah berbagi banyak hal dalam banyak kesempatan.

Kita mungkin merupakan banyak orang dari banyak latar, dan bahwa Linux dan open source menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang integral menjadi semakin nyata. Hei, lihat saja seberapa banyak pengguna Android, Sailfish, Firefox, Chromium, Tizen saat ini?

Saya rasa 2014 akan menjadi tahun yang semakin menguatkan bagi pengguna Linux di manapun berada. Dan senang menjadi bagian dari keajaiban yang mengubah dunia - meskipun banyak yang belum menyadarinya.

Selasa, 17 Desember 2013

Dibiayai Negara?



Jalan yang kita pakai, dibiayai oleh negara. Sekolah tempat menuntut ilmu dibiayai oleh negara. Puskesmas di desa-desa dibiayai oleh negara. Kedengarannya sih enak dibiayai oleh negara.

Lalu apa fungsi pajak kalau semuanya dibayar oleh negara?

Lalu kalau dibiayai negara, kenapa sakit masih bayar? sekolah masih bayar? jalanan juga masih banyak yang rusak?

Maka, marilah bercermin, di negara ini, tidak semuanya seindah dan sesederhana itu. Only my two cents...

Kamis, 12 Desember 2013

Seberapa Banyak Bintang di Langit?



Seberapa banyak bintang di langit kita? Saat ini mungkin kita hanya akan menemukan jawaban diplomatis saja. Mungkin karena memang tidak ada yang tahu jawabannya.

Aku sendiri suka pertanyaan itu, mungkin karena sederhananya, bahwa aku tidak akan pernah tahu jawabannya. Tidak ada pertanyaan yang terlalu bodoh, hanya saja kadang kita terlalu bodoh memberika jawaban yang kita anggap benar atas pertanyaan itu, padahal kita tidak tahu. Kita tidak keliru, karena dari dulu sekolah selalu mengajarkan kita memilih jawaban yang dianggap benar daripada berkata tidak tahu saat ulangan berlangsung.

Kembali ke bintang di langit, jumlahnya memang tidak terbatas (secara teori), karena bintang bisa selalu lahir dari pusat galaksi, dan galaksi lahir pusat alam semesta (sebelum tentunya dimensi kita menciut kembali).

Tapi membuktikan yang tidak terbatas itu sulit, jadi mungkin saya memilih tidak usah membuktikannya saja.

Kamis, 05 Desember 2013

Mutualisme



Di hidup ini, ada namanya simbiosis mutualisme. Semuanya saling menguntungkan, dalam bisnis yang juga begitu, dalam hubungan masyarakat ya juga begitu. Kalau tidak, orang mungkin bakalan disebut parasit saja.

Pokoknya selama saling menguntungkan, semua bakalan senang!

Tapi dunia ini, sayangnya, bukan tempat di mana semua orang senang. Ada saja yang tipenya susah lihat orang lain senang, atau senang lihat orang lain susah - bah, kalau sudah begini ya semuanya pada susah.

Untungnya mutualisme tidak selalu berarti bahwa dua-duanya mesti punya keuntungan nyata. Ada salah satu yang merugi finansial, tapi dia untung secara emosional. Nah, kalau begitu sih sah-sah saja.

Kita Mesti Menjaga Keseimbangan



Kata orang sih, kita mesti menjaga keseimbangan, kalau tidak - wah bisa-bisa kita menemukan diri kita terdampar pada setumpukan masalah. Jadi semua orang berusaha menjaga keseimbangan dalam hidupnya, terutama mungkin keseimbangan isi dompet, yang sering kali membuat orang malah tidak seimbang antara kerja dan istirahatnya.

Tapi saat orang hidupnya seimbang, dan jauh dari masalah, mungkin bagi dia itu malah ndak seimbang. Tidak ada masalah, gimana bisa seimbang coba, mungkin begitu pikirnya. Pada akhirnya, dunia hanya dibangun dalam ketidakseimbangan, yang mungkin hanya sekadar isi ketidakpuasan pikiran manusia.

Selasa, 12 November 2013

Google Nexus 5 - Android Kelas Menengah dari Google



Saya ingat dulu waktu memilih ponsel Android, mau kelas bawah, menengah atau atas. Saya beli kelas menengah tapi ternyata di era itu, ponsel kelas menengah tidak sanggup menjalan aplikasi yang saya perlukan. Akhirnya saya pun memilih ponsel kelas atas.

Google Nexus 5 sebenarnya masuk kelas menengah, layarnya biasa saja, wadahnya biasa saja, kamera dan speakernya juga biasanya, bahkan suaranya speakernya belum stereo, masih mono. Tapi memiliki semua yang diperlukan untuk memanfaatkan fitur-fitur Google Android.

Jika orang tidak terlalu mencari kamera, suara dan multimedia. Maka ponsel ini akan menjadi pilihan pertama yang dicari untuk memenuhi kebetuhan ponsel cerdas. Harganya cukup terjangkau, tidak semahal ponsel kelas atas tentu saja. Ini seperti BlackBerry yang memenuhi banyak fungsi saat bekerja, cocok untuk para pebisnis saya rasa. Maksunya ya mulai dari bisnis wirausaha mandiri, sampai karyawan perusahaan.

Kamis, 17 Oktober 2013

Mencari Atlantis yang Hilang



Mungkin video ini adalah salah satu yang paling kontroversial dalam dokumentari pencarian Atlantis yang hilang. Memang mereka tidak menemukannya, tapi ada banyak bukti kota yang hilang di tmepat mereka mencari, sayangnya Atlantis mungkin belum tentu di sana.

Kita melakukan hal-hal serupa sejak dulu. Kota Troya pernah dianggap mitos selama ratusan tahun dan hanya dongeng, sampai ditemukannya kembali oleh para arkeolog. Lalu apakah Atlantis juga akan ditemukan?

Sabtu, 12 Oktober 2013

Jangan Tabukan Permasalahan Kesehatan Mental



Permasalahan kesehatan mental ada selalu di sekitar kita, stres dan depresi mungkin hanya sedikit yang muncul ke permukaan dan bisa diterima oleh sebagian besar masyarakat untuk dibicarakan secara terbuka atau didiskusikan secara sehat. Namun stigma sakit "gila" masih melekat pada orang-orang yang dilabeli "gila" oleh masyarakat kita sendiri.

Masalah kesehatan mental bisa tampak sederhana seperti fobia, namun tidak bisa diremehkan apalagi oleh mereka yang tidak merasakan. Bisa juga tampak berat seperti schizophrenia, tapi bukan untuk dihindari apalagi dikucilkan. Jika para penderita tidak mendapatkan bantuan yang tepat, bisa jadi permasalahannya akan semakin serius atau memberat.

Bantu mereka yang ada di sekitar Anda, jika mereka memiliki permasalahan kesehatan mental, baik hanya dengan menjadi pendengar bagi stres-stres psikologis ringan, hingga memberikan rujukan pada gangguan mental yang lebih berat menuju fasilitas-fasilitas kesehatan terdekat dari tempat Anda. Lalu didiklah generasi selanjutnya mengenai permasalahan kesehatan mental, jangan biarkan hal ini menjadi tabu sehingga mereka tidak akan menutup mata ketika menemukan masalah ini di hadapan mereka suatu saat kelak.

Jumat, 11 Oktober 2013

Kendalikan Tekanan Darah Anda



"Pak/Bu, berapa biasanya tekanan/tensi darahnya, apa punya riwayat (tekanan) darah tinggi?"

Pertanyaan itu saya rasa sudah semakin wajar di praktek sehari-hari sebagai bagian dari sawar awal untuk mendeteksi faktor risiko pelbagai penyakit degeneratif.

Saya selalu menyarankan diet dan olahraga teratur sebagai solusi awal mereka dengan kondisi pra tekanan darah tinggi, dan jika sudah melewati garis aman itu, maka obat-obatan disarankan dalam pola tertentu untuk membantu melawan tekanan darah tinggi.

Hipertensi masih menjadi momok yang mengerikan, bahkan bersama dengan diabetes (kencing manis) menjadi sumber-sumber penderita di hari lanjut bagi banyak warga negara kita. Apalagi perubahan pola hidup yang menjadi lebih sedinter (jarang bergerak), dan makanan yang semakin banyak bumbu (baca: garam) serta ancaman lemak dan oksidan bebas di mana-mana. Tidak ketinggalan juga stres dan tekanan hidup yang tidak kurun membaik.

Jadi, saya selalu menyarankan periksalah kesehatan Anda secara teratur, tidak tahu kapan hipertensi mulai menyerang, jangan sampai tiba-tiba terbaring di rumah sakit oleh karena stroke yang dipicu oleh tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

Melarang Iklan Rokok?



Bahkan menonton lewat streaming pun ada iklan rokok di mana-mana selama itu siaran dari dalam negeri, mungkin juga TV lokal begitu lewat kabel atau langganan juga begitu. Apa ada siaran TV lokal yang tidak menayangkan iklan rokok?

Ini pertanyaan penting, apalagi dunia melalui WHO telah berkampanye untuk melarang adanya iklan, promosi dan sponsorial dari industri rokok. Hanya saja di Indonesia tampaknya apa yang menjadi pendapat dunia bagi peningkatan kesehatan yang lebih baik tidak lagi berlaku. Mungkin karena kompleksitas industri rokok telah menjerat banyak pihak tanpa mereka memiliki kemampuan dan komitmen untuk menghentikan ekspansi kapitalisasi industri rokok.

Setidaknya untuk iklan rokok, meskipun saya dengar ada regulasi yang mengatur bahwa iklan rokok hanya boleh ada layar kaca pada malam hari. Tapi komitmen ini rendah sekali. Karena sponsor dari industri rokok bisa tetap melenggang siang ataupun malam dan dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat, dan lebih penting lagi adalah anak-anak yang menjadi generasi penerus bangsa ini.

Apakah berlebihan jika saya bilang, tampaknya rendahnya komitmen kita merupakan sebuah jalan lebar bagi pembiaran berlanjutnya generasi muda yang semakin banyak mengalami ketergantungan/adiksi terhadap rokok/nikotin?

Yang namanya iklan, promosi ataupun sponsor ya pastinya untuk menarik minat calon konsumen. Jika industri rokok selalu berhasil di negeri ini, maka mau tidak mau kita harus menghadapi konsekuensi yang tidak kecil di masa depan. Termasuk di dalamnya beban kesehatan dan penurunan produktivitas sumber daya manusia di usianya yang masih produktif. Kerugian negara dan bangsa sebenarnya besar, tapi selama kita masih tidak memiliki komitmen, maka ini tidak akan bisa dibawa kemana-mana.

Apakah kita berani mengatakan untuk melarang iklan rokok?

Kamis, 10 Oktober 2013

Belajar Siklus Kreb



Kita bisa menyebutnya siklus asam sitrat atau Kreb's Cycle, yang jelas nama Siklus Kreb tidak akan lekang dari ingatan mahasiswa kedokteran. Karena saya tidak lagi mahasiswa, mungkin ingatan itu sudah lekang... ha ha...

Saya ingat tetangga saya yang dokter dulu pas jadi dosen biokimia untuk mahasiswa STIKES membuat saya penasaran apakah dia sudah melahap semua yang ada dalam buku Biokimia Harper?

Nah, itu tidaklah penting, kali ini saya hendak membagikan video bagi mereka yang tertarik belajar siklus Kreb dalam proses pembentukan energi di dalam tubuh kita. Selamat menikmati video di atas :).

Samsung Galaxy Gear memang Tampak Keren



Jam tangan digital berbasis sistem operasi Android yang paling ngetren belakangan ini pastilah Samsung Galaxy Gear. Ini menarik minat saya untuk sekadar mencari tahu dan membaca sejumlah review tentang Galaxy Gear, meskipun menjauhkan diri dari berusaha membelinya.

Saya suka bentuknya, kotak elegan dan tampak kokoh, dengan tali kulit yang menawan. Tiga bagian terpisah antara arloji, kamera dan mikrofon dibuat meskipun semuanya memiliki keterbatasan. Tapi setelah membaca semua itu apakah saya tertarik untuk membelinya?

Jika saya kolektor, mungkin saya tertarik. Tapi sayangnya saya bukan kolektor. Alasannya adalah sebagai berikut:

Samsung Galaxy Gear memerlukan pasangan dengan beberapa smartphone tertentu, salah satunya adalah Samsung Galaxy Note III, sedangkan saya sendiri yang menggunakan Galaxy Note II tentu belum bisa menggunakannya dengan optimal. Apalagi yang punya Android bukan Samsung, apa berharap akan bisa menggunakan perangkat ini dalam waktu segera?

Lalu belum semua fungsi smartphone berpindah ke jam tangan ini. Kadang sifatnya terbatas pada sebagai "pengingat" atau "pemberi tahu" saja jika ada alarm, jadwal atau pesan baru yang masuk, dan sisanya mungkin tetap lebih nyaman dikerjakan di ponsel cerdas kita. Memang ada sisi baiknya, seperti jika pengguna tidak selalu suka memegang perangkat Samsung Galaxy, atau sedang jauh dari perangkat, maka Galaxy Gear bisa menjadi pengingat pesan masuk yang informatif.

Daya tahan baterai akan menjadi pemilihan akhir. Jika hanya bisa bertahan selama 1 sampai 1,5 hari, maka rasanya akan sulit jika harus melepas dan mengisi daya sebuah jam tangan setiap hari sekali. Tapi saya rasa akan ada orang yang bisa mengatasi kendala seperti ini.

Samsung Galaxy Gear memang tampak keren, tapi apakah memang sudah saatnya untuk dijadikan sebuah pilihan? Mungkin tidak, setidaknya bagi saya di mana pekerjaan menghalangi penggunaan jam tangan berlebih.

Rabu, 09 Oktober 2013

Ketika Tuhan Tidak Lagi Universal

Aku mungkin sudah lupa di mana aku mengenal atau mendengar kata "Tuhan" pertama kalinya. Atau mendapatkan penjelasan tentang semua yang berhubungan dengan "Tuhan".

Dan tiba di saat ini, entah mengapa aku tidak peduli lagi akan semua itu. Mungkin karena sering kali melihat dunia sesak tentang segala sesuatunya yang "dipertuhankan". Beberapa orang percaya Tuhan sama untuk semua, beberapa memiliki Tuhannya masing-masing sebagai sebuah eksklusifitas jalan tunggal menuju pada apapun yang telah dibenamkan ke dalam pikiran mereka sejak kanak-kanak.

Kupikir manapun akan membuat Tuhan tidak lagi universal.

Anda tengah berusaha menceritakan tentang orang yang mengambil seember air kehidupan dan membagikannya, ketika Anda bercuap-cuap tentang "Tuhan". Anda hanya bercerita! Dan semakin asyik dengan cerita Anda, sementara tanpa sadar sedang berdiri di sisi bentangan mata air kehidupan itu sendiri.

Mengapa tidak berhenti bercerita dan mulai mencicipi air kehidupan itu sendiri?

Karena "Tuhan" tidak lagi universal, keeksklusifan-Nya membuat Dia terkukung di dalam sebuah ember yang hanya berada di tengah-tengah cerita.

Selasa, 08 Oktober 2013

Kesan Mencoba Facebook Home



Kesan pertama mencoba Facebook Home di Android itu gimana ya, memang cukup menyenangkan seperti dekstop komputer yang bisa berganti-ganti kertas dinding (wallpaper), dengan berita-berita yang diperbarui di Facebook.

Pertanyaannya kemudian?

Apa kita bisa menjaga privasi teman-teman kita di Facebook? Beberapa orang mungkin cuma ingin kabarnya dilihat oleh teman-temannya, tapi dia tidak terlalu suka mengaktifkan privasi yang terlalu ketat di profilnya. Pada Facebook Home, tampaknya ada kemungkinan privasi ini terlanggar, apalagi jika yang memegang perangkat Android bukan yang punya ponsel/tablet.

Facebook Home agar bisa melihat kualitas yang baik, perlu menggunakan layanan data yang tinggi, dan sebagian besar itu adalah gambar yang diunduh. Saya ragu jika memang orang yang gemar berjejaring sosial akan bisa menghemat anggaran kuota internetnya. Tapi ya ada uang ada barang, kembali ke prinsip lama saja.

Beberapa fitur mulai ditambahkan, seperti aplikasi pihak ketiga, Flickr, Tumblr, Instagram dan sebagainya bisa dilihat pembaruannya di halaman depan. Tapi seberapa banyak yang menggunakan layanan lain tersebut? Saya sendiri jarang, meskipun punya semuanya. Jadi buat apa?

Lalu ada "launcher" juga, tapi belum saya coba. Perasaan dulu ada Go Launcher yang lumayan bagus, tapi saya tidak gunakan. Bawaan Galaxy Note II sudah cukup berguna menurut saya.

Jadi saya berpikir, saya bukan orang yang memerlukan aplikasi sejenis Facebook Home di ponsel Anroid saya, meskipun sesekali menarik juga buat digunakan. Karena hampir tidak ada yang berubah kecuali halaman depannya di balik gembok saja.

Mendefinisikan Kilogram



Ada banyak satuan internasional (SI unit), seperti Kelvin, Candela, Celcius, tapi hanya Kilogram yang didepannya menggunakan kata "kilo". Apakah ini pernah membuat kita bertanya-tanya? Yah, mungkin karena riwayat nama aslinya "Grave" terbenam bersama revolusi Prancis dulu.

Lalu di buku pelajaran ada yang menggambarkan 1 Kg itu setara dengan 1 Liter air murni pada suhu 4°C, apa benar demikian? Ya, perkembangan ilmu pengetahuan mungkin menyiratkan itu hampir benar, paling beda cuma seukuran masa satu bulir padi.

Pernah juga 1 Kg distandarkan dalam sebuah silinder logam yang "dikeramatkan" di Prancis. Anda mungkin pernah mendengar IPK, bukan merujuk pada indeks prestasi kumulatif, tapi International Prototype Kilogram yang merupakan satu-satunya standar kilogram di dunia dalam bentuk silinder campuran platinum dan iridium. Dari sini-lah banyak kopi/salinannya dibuat, dan disebar ke suluruh dunia, dan mungkin menjadi bagian dari batu timbangan/dacin yang kita punya selama ini.

Sayangnya sistem tersebut tidak stabil, artinya massa yang terukur bisa berubah seiring berjalannya waktu. Lalu bagaimana mengatasi ini?

Dunia mungkin harus berhenti menggunakan standar objek (yang bisa berubah) untuk mendefinisikan satu kilogram. Dan beralih pada sebuah standar konsep. Saat ini terdapat dua konsep setidaknya untuk merujuk pada kilogram, yang pertama  adalah Avogadro Project dan lainnya adalah Watt Balance.

Video di atas menunjukkan sebuah perkembangan dari Avogadro Project. Menarik juga melihat sejarah perkembangan sebuah satuan internasional.

Jumat, 04 Oktober 2013

Pijat Akupresur Mandiri



Saya rasa Kemenkes cukup kreatif kali ini membuat sebuah video bantu peraga bagaimana melakukan pijat akupresur mandiri bagi Jemaah Haji yang akan berangkat Haji. Kegiatan haji memang dapat menguras kebugaran fisik, sehingga mudah membuat pegal, pusing, nyeri pinggang dan gejala lainnya yang menandakan kelelahan.

Pun demikian, video peraga ini juga dapat diterapkan dalam kondisi lainnya, seperti bagi para petani, buruh, nelayan, atau karyawan kantoran yang sering merasakan kondisi serupa. Silakan simak video tersebut untuk mengetahui bagaimana melakukan akupresur mandiri.

Jika Terlalu Cinta dengan Ilmu Pengetahuan



kreativitas adalah wujud kecintaan, setidaknya demikianlah kata video di atas. Orang-orang tidak hanya berusaha mengejar pengetahuan, tapi juga berusaha membaginya pada masyarakat luas dan menjadikan sesuatu yang menarik.

Jika ilmu pengetahuan dikemas dengan menarik, semakin banyak yang akan suka untuk membenamkan perhatiannya pada apa yang ditawarkan.

Jadi, pengetahuan apa yang sudah Anda bagi pada orang-orang di sekitar Anda hari ini?

Selasa, 01 Oktober 2013

Ketika Mobil Mengemudi dengan Otomatis



Memang sudah lama orang-orang mendambakan mobil-mobil yang bisa mengemudikan sendiri/otomatis tanpa perlu dikemudikan oleh manusia. Tampaknya video demonstrasi dari Nissan di atas memberikan gambaran yang menceritakan masa depan dambaan itu.

Tapi saya bertanya-tanya, apa bisa mobil-mobil kemudi otomatis berlenggang di jalanan kita. Sementara para pengendara/pengemudi lainnya mungkin masih belum tertib lalu lintas. Jika demikian, dan seandainya mobil ini bisa stres, tentu mereka akan stres di jalankan di negeri yang banyak orangnya semena-mena di jalanan.

Bagaimana Kisah Planet Bumi Kita?



Kapan bumi tercipta? Atau mungkin pertanyaan ilmiahnya akan menjadi "kapan bumi terbentuk"? Memangdang sisi ilmiah mungkin kita sebaiknya menanggalkan sudut pandang agama-agama yang ada, karena sering kali berbenturan dan menimbulkan ketidaknyamanan. Maksud saya adalah ketika menemukan fakta ilmiah seperti yang ada dalam agama, ada yang cenderung meninggi-ninggikan kebenaran dalam agama mereka, dan sebaliknya jika fakta ilmiah berkata berbeda, mereka akan berkelit dalam ayat-ayat yang berputar-putar.

Saya tidak bilang agama itu salah, tapi itu adalah "some different realm". Ilmu pengetahuan bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan kita kencani jika kita tidak membawa pacar kita yang lainnya.

Kapan bumi terbentuk? Tidak ada yang tahu kalau kita mau jujur, tapi di sinilah menariknya pengetahuan, mereka bisa "menduga" bahwa bumi terbentuk sekitar empat puluh lima juta tahun yang lalu dari sisa-sisa pembetukan tata surya dan matahari sebagai pusatnya.

Dan kisah ini berlanjut tentang bagaimana bumi ini mulai mendingin dan terbentuk perairan yang mungkin memakan waktu cukup panjang bagi rambut kita untuk bisa tumbuh hingga mengelilingi bumi dua kali. Dunia "katanya" kemudian berevolusi dengan berbagai bentuk kehidupan hingga muncullah kita, homo sapient, si manusia cerdas (apa benar begitu?)

Hal-hal ini menarik untuk dipelajari, jika kita mungkin punya sedikit kepedulian dengan dunia di sekitar kita. Atau ketika memandang langit malam dari sebuah hutan atau sawah yang jauh dari pemukiman, angkasa malam akan menyelipkan bahwa kita ingin bertanya-tanya, "bagaimana kisah planet bumi kita?"

Jumat, 27 September 2013

Bagaimana Magnet Bekerja?



Bagaimana magnet bekerja? Itu menjadi pertanyaan saya ketika masih kanak-kanak dulu dan pertama kali melihat benda yang disebut magnet. Rasanya begitu menarik, karena tidak ada benda lain yang memiliki karakteristik serupa.

Di mata anak-anak, tentu saja ini menarik, karena magnet dapat menarik benda-benda logam tertentu dan tidak yang lainnya. Bahkan kita bisa mengubah logam tertentu yang sebelumnya tidak memiliki sifat magnet menjadi bersifat magnet, seperti gunting atau obeng yang terlalu lama didekatkan dengan magnet.

Tapi sejujurnya, sampai sekarang konsep ini memang masih memusingkan. Hanya saja video di atas memberikan gambaran sederhana, bagaimana setiap unsur di alam semesta memiliki medan magnetnya sendiri, dan bagaimana unsur itu tersusun membentuk benda-benda yang bersifat feromagnetik dan anti-feromagnetik yang menerangkan kerja magnet yang kita kenal selama ini.

Mau Install BlackBerry Messenger di Android?

Belakangan ini banyak juga yang tertarik memasang aplikasi perpesanan BlackBerry Messenger (BBM) di ponsel berbasis Android dan iOS. Kalau dibilang tidak menarik, buktinya ada 1 juta lebih pengguna APK "tidak resmi" ketika waktu rilis aplikasi resminya terpaksa harus ditunda.

Saya rasa akan ada banyak pengguna Android yang juga akan menggunakan BBM di ponsel mereka. Apalagi beberapa orang memang menggunakan BBM hanya untuk berhubungan dengan mereka yang tidak cukup paham bahwa ada teknologi lain yang lebih bisa dihandalkan selain perpesan yang hanya bisa diakses di satu platform tersebut.

Ada yang mungkin memasang karena penasaran dan ikut-ikutan. Saya sendiri tidak menilai BBM buruk, hanya saja bukan aplikasi yang cukup bisa saya sukai. Terus terang saya menggunakan BBM (dulunya) dan WhatsApp, saya sekarang lebih suka pakai WhatsApp, bebas iklan dan cepat meskipun harus bayar lisensinya secara berkala. Tapi untuk ukuran yang kompak, BBM cukup nyaman digunakan (kecuali masalah sering terlambat sampai).

Saya sendiri mungkin sekadar penasaran, rasa ingin tahu itu ada. Apalagi menjalankan BBM di BlackBerry kelas bawah bisa bikin sakin hati karena sering kali macet, siapa tahu menjalankannya di Android kelas atas bisa mengubah cita rasa BBM selama ini.

Bagi Anda sekalian, ya kembali pada masing-masing individu, tapi meski menunggu lagi karena produk ini belum siap untuk multiplatform sampai saat ini ditulis.

Ketika Jam Malam Diberlakukan Kembali

Dalam memenuhi wacana penyelematan generasi muda baru, kaum pelajar, maka jam malam belajar diaktifkan kembali di pelbagi tempat di Indonesia. Pertama kali dicetuskan oleh Pak Jokowi di Jakarta.

Saya kira, para pembaca sekalian sudah tahu latar belakang di balik wacana ini. Dan ini adalah wacana yang selalu muncul di sepanjang waktu sebagai akibat dari puncak kekhawatiran yang melanda para generasi tua terhadap masa depan penerusnya.

Saya sendiri sebenarnya berpendapat hal ini mesti dapat dilakukan secara fleksibel.

Bagi pembelajaran itu sendiri, saya rasa malam menawarkan hal yang sama banyaknya untuk dipelajari sebagaimana siang hari.

Hanya saja, peradaban manusia telah banyak merampas apa yang ditawarkan malam untuk dipelajari bagi seorang anak yang serba ingin tahu. Kota besar seperti Jakarta telah kehilangan lautan bintangnya di angkasa ketika malam menjelang, tidak ada lagi suara alam malam yang menenangkan. Pun ketika keluar rumah, anak-anak dihadapkan pada apa yang dibentuk oleh dunia orang dewasa yang di luar pemahaman mereka, termasuk jejak tindak kriminalisasi yang mengintai di banyak sudut ibu kota.

Tidak banyak lagi pagelaran seni budaya malam yang bisa dinikmati anak-anak zaman sekarang. Museum-museum telah banyak tutup sebelum sore datang, demikian juga dengan perpustakaan-perpustakaan yang jumlahnya pun terbatas.

Di dunia yang seperti ini, anak-anak mungkin tidak akan menemukan banyak hal berharga di luar sana. Namun apakah mengurung mereka di rumah juga merupakan hal yang positif?

Iya jika orang tua proaktif dalam membimbing anak, jika tidak maka dunia sinetron picisan, iklan-iklan yang menyesatkan, serta internet yang belum tentu sehat tetap saja menjadi sebuah ranjau waktu yang menemani perkembangan anak-anak tersebut.

Saya tidak bisa menolak pemberlakuan jam malam di kota-kota atau wilayah yan memang rawan keamanannya bagi anak-anak pada malam hari. Tapi ibarat peribahasa, jangan sampai menghindari mulut harimau justru masuk ke mulut buaya.

Masyarakat kita belum terdidik sepenuhnya, atau memahami makna pendidikan itu sendiri. Pemerintah yang selayaknya lebih mengerti semestinya mempertimbangkan hal ini lebih matang lagi. Apa yang menjadi keuntungan dan bahaya laten dalam menerapkan jam malam bagi anak-anak.

Selasa, 27 Agustus 2013

Bisakah Kita Lepas dari Ponsel?



Perkakas genggam seperti ponsel cerdas (smartphone), atau tablet PC semakin mengisi kehidupan masyarakat kita. Sesuatu yang semestinya membuat kita merasa dekat terhadap yang jauh, justru membuat kita berada jauh dari yang dekat.

Maka dari sekarang, saya berpikir untuk tidak terlalu sering berdekatan dengan perkakas yang satu ini. Semakin dekat, maka kita akan semakin jauh.

Kamis, 22 Agustus 2013

Anak-Anak dengan Disabilitas adalah Sebagian Mimpi Dunia



Kita bisa menemukan banyak anak di sekitar kita yang lahir dengan anugerah yang berbeda dengan kebanyakan orang, dan kita dengan memberikan nama semua itu sebagai "kekurangan" atau "disabilitas", karena keterbatasan yang mereka miliki tidak dapat membuat mereka bekerja dan berlaku sebagaimana orang pada umumnya.

Namun anak-anak ini juga memiliki mimpi yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Mereka sama seperti anak-anak lainnya. Mimpi mereka adalah sebagian dari mimpi anak-anak dunia. Biarkanlah mereka tumbuh dengan motivisi dan ambisi mencapai cita-citanya. Dan biarkan dunia melihat bahwa yang mampu terbang di angkasa mungkin berasal dari mereka yang tak pernah bisa berlari di bumi.

Jangan abaikan mimpi-mimpi mereka, dan jangan abaikan mereka. Dunia memerlukan Anda semua sebagai penyokong setiap mimpi anak menuju masa depan yang lebih baik, termasuk anak-anak dengan disabilitas.

Selasa, 20 Agustus 2013

Project Loon: Teknologi Wifi di Balon Angkasa



Saya heran, rakyat kita kok susah diajak maju. Beberapa waktu lalu salah satu pemerintah daerah membuat sebuah balon udara yang memberikan akses wifi gratis pada masyarakat sekitar. Eh, jadinya malah ditembaki dan beberapa malah menyedot untuk dijadikan akses buat menjalankan warnet mereka.

Inspirasinya mungkin sederhana, dari Project Loon yang diprakarsai oleh Google. Saya rasa ini kesempatan yang baik untuk melihat bagaimana dunia berubah melalui telekomunikasi yang lebih baik. Tidak berbicara masalah teknis, namun ide ini sendiri cukup brilian, dan lebih hebat lagi karena dapat diwujudkan.

Beralih dari Bensin ke Pertamax



Pasca menggunakan kendaran baru, Yamaha X-Ride (bukan motor yang mahal), saya memutuskan beralih menggunakan bahan bakar Pertamax. Memang motor ini didesain untuk Pertamax (RON 92). Tapi lebih dari itu, saya tidak ingin mengambil subsidi yang diperuntukan bagi mereka yang lebih memerlukan.

Ini bukan tentang penghematan dan prinsip ekonomi, tapi ini adalah tentang prinsip bahwa kita yang berdikari tidak akan membutuhkan subsidi.

Senin, 19 Agustus 2013

Menyambut Hari Kemanusiaan Sedunia 2013



Apa yang dunia perlukan saat ini? Pernahkah Anda bayangkan? Ini dunia Anda, tempat Anda hidup bersama orang-orang terkasih. Di satu sisi, dunia semakin kekurangan banyak hal yang dapat membuat kemanusiaan tetap terjaga.

Jika Anda memiliki sesuatu untuk diungkapkan sebagai bentuk kampanye Anda pada dunia, kini Anda bisa menyampaikannya melalui jejaring sosial twitter dengan menggunakan penanda: #theworldneedsmore #yourword; misalnya: #theworldneedsmore #water - yang bermakna Anda menginginkan lebih banyak tersedia akses air bersih bagi masyarakat kita.

Siapkan diri Anda, dan ikutlah berkampanye untuk meningkatkan kesadaran bersama. 19 Agustus adalah Hari Kemanusiaan Sedunia, mari kita semangati bersama.

Sabtu, 10 Agustus 2013

Behind the lens of a 41MP Nokia Lumia 1020



Saya memang selalu tertarik dengan ponsel-ponsel yang memiliki kualitas kamera yang baik. Dulu, saya ingin mendapatkan Nokia PureView 808, tapi harganya luar biasa mahal. Sekarang Nokia Lumia 1020 kembali hadir dengan godaan serupa.

Sayangnya, seri atas ponsel dengan OS Windows 8 ini tetap saja memiliki anggaran yang cukup tinggi. Tapi menurut saya, jika memang memiliki hobi fotografi jalanan. Maka ponsel kamera seperti ini, layak sekali menjadi pertimbangan, dibandingkan produk kelas atas lainnya.

Selasa, 21 Mei 2013

Uji Tilt Table



Apa Anda sering pingsan saat berdiri terlalu lama? Apalagi lagi disertai tanda-tanda pre-sinkop sebelumnya; mungkin penyebabnya adalah refleks vasovagal.

Untuk mengetahui apakah kondisi Anda merupakan bagian dari pingsan vasovagal, sebuah tes sederhana bernama tilt table test diperlukan. Coba lihat video di atas. Hanya saja, saya belum menemukan, di mana tes ini biasa dikerjakan di negara kita.

Rabu, 06 Maret 2013

Sarjana Ke Daerah Terpencil

Saya tergelitik ketika membaca-baca beberapa percakapan tentang mewajibkan lulusan dokter dikirim ke daerah terpencil. Tidak ada yang salah dengan wacana tersebut, kecuali sedikit melanggar hak asasi manusia dan mungkin menjadi misi bunuh diri. Tapi mungkin bunuh diri bersama-sama, karena aturannya tampak berasal dari pewajiban semua sarjana (lulusan perguruan tinggi) untuk mengabdi pasca kelulusan di daerah terpencil.

Program dokter internship sendiri saat ini membuat banyak dokter lulusan baru menjadi hidup segan, mati pun tak mau, dan ini pun belum ke daerah terpencil, hanya ke rumah sakit tipe C atau D.

Kenapa? Pertama-tama dokter bukanlah Tuhan, bahkan tidak mendekati manusia setengah dewa sekalipun. Dokter tak bisa menyulap hutan menjadi pusat kesehatan, tidak juga bisa membuat masyarakat serta merta terbebas dari segalas jenis penyakit. Meskipun rasanya ingin punya kemampuan seperti itu.

Dokter bukanlah jin dari lampu tua yang bisa mengabulkan segalanya.

Saya banyak mendengar keluhan dari rekan sejawat, bahwa sistem tidaklah mendukung dengan baik. Jangankan di daerah terpencil, di kota kabupaten saja masih bisa berantakan. Dokter tidak bisa berbuat banyak dalam sistem yang tidak mendukung.

Dokter dididik bekerja dengan menggunakan standar. Namun standar sering tidak ada di lapangan. Akhirnya diturunkan, dirujuk atau dipasrahkan saja. Saya menyadari betapa sulitnya bekerja tanpa adanya dukungan standar yang memadai, misalnya sarana dan prasana, termasuk ketersediaan obat sebagai salah satu hal yang paling sederhana.

Pemerintah bisa mengirim dokter ke daerah terpencil, namun tanpa adanya sarana, tidak akan ada banyak yang berubah. Kecuali dalam beberapa hal, terdapat dukungan yang cukup kuat dari pihak-pihak lainnya.

Sehingga saya rasa saya menjadi setuju. Jika dokter diwajibkan ke daerah terpencil selama dua atau tiga tahun, maka demikian juga dengan profesi dan sarjana lainnya. Pembangunan wilayah terpencil tidak hanya bidang kesehatan, namun semua bidang kehidupan. Kesehatan tidak bisa berdiri sendiri sementara bidang-bidang lainnya terpuruk.

Kirimkan para sarjana di bidang kesehatan, pendidikan, industri, pertanian, ekonomi, kehutanan atau kelautan, niaga, teknologi dan sisanya. Sebuah tim yang memang akan bisa memberikan pandangan menyuluruh mengenai bagaimana daerah terpencil dapat ditingkatkan mutu kehidupan masyarakatnya.

Jika sarjana diwajibkan ke daerah terpencil dahulu, mungkin wakil rakyat juga perlu diwajibkan juga ke daerah terpencil selama dua tiga tahun mengabdikan diri sebelum duduk di senayan.

Dan jangan lupa, perlindungan dan dukungan pemerintah yang dalam hal ini memiliki tanggung jawab jika membuat kewajiban ini berjalan. Jangan membuat kebijakan, kemudian cuci tangan.

Bagaimana kehidupan mereka yang dikirim ke wilayah terpencil juga layak diperhitungan, bahkan wajib. Jangan sampai sarjana yang dikirim kemudian kembali dalam kondisi memperihatikan karena hidup serba kekurangan selama ditempatkan.

Tapi apakah hal itu bisa terwujud di negeri ini. Ada banyak yang mengabdi, namun hidup tidak menentu, sebut saja para pekerja honorer di instansi pemerintah yang berasal dari pelbagai profesi. Di kota madya pun nasib mereka bisa dikatakan memprihatinkan, apalagi nanti mereka yang ditempatkan di daerah terpencil.

Pemerintah bisa jadi dianggap melanggar HAM dalam kasus-kasus seperti ini. Tapi karena mereka bekerja dalam label "pengabdian", bisa jadi tidak banyak protes yang muncul.

Saya kadang muak mendengar orang berceloteh bahwa "kamu karena sudah menjadi profesi xxx maka layaknya yang memang mengabdi", sementara dia mungkin merasa dirinya berbeda profesi tidak perlu melakukan pengabdian.

Pada mereka yang bekerja untuk sesama, saya rasakan bahwa pengabdian ada untuk kemanusiaan, bukan untuk penindasan dan kesewenang-wenangan.

Saya rasa apapun profesi Anda, Anda akan tetap mampu mengabdikan diri pada kemanusiaan. Jika Anda membaca ini dan memiliki sebuah profesi, apakah Anda sedang berada di daerah terpencil untuk sebuah label "pengabdian"? Jika tidak, mengapa Anda tidak berada di sana?

Pertanyaan itu akan menjawab, bagaimana sudut pandang setiap orang tetang wacana mewajibkan dokter atau sarjana lain ditempatkan di wilayah terpencil.

Senin, 14 Januari 2013

Di Zaman Serba Instan

Zaman sekarang semua instan. Mie instan, uang instan, bahkan mungkin ada yang pacaran instan. Kadang segala sesuatu yang instan membuat kita lupa menengok ke kiri dan ke kanan.

Perjalanan instan memang membantu kita sampai dengan cepat, namun kadang membuat kita tidak sempat memerhatikan keindahan atau kerusakan alam di sekitar kita. Lalu apakah yang serba instan itu keliru?

Hmm..., saya sendiri gemar menikmati yang serba instan. Hanya saja pemikiran kita mungkin selayaknya tetap terbuka untuk sebuah dunia yang luas. Bahkan ketika sebuah salon menjadi pembenahan penampilan yang seketika, jangan lupa tetap membersihkan cermin nurani kita.

Oke. Sekarang saya mau menikmati makanan instan saya dulu.

Rabu, 09 Januari 2013

Pendidikan itu Selayaknya Cerdas Mencerahkan

Bukan hal yang aneh melihat saat ini dunia pendidikan berlomba-lomba memasang plat visi dan misi yang paling mentereng, seakan-akan memberikan jaminan mencetak keluaran yang mampu diandalkan dan siap terjun ke medan kehidupan. Dengan kata lain, masuk ke jenjang favorit berikutnya, atau mendapatkan pekerjaan yang layak.

Dengan segudang program yang menjejali para siswa, semuanya dituntut untuk maju sejauh mungkin. Entah mungkin maksudnya hingga ke negeri Cina.

Kelulusan adalah nilai mutlak, dan kegagalan adalah haram hukumnya. Prestasi akan menjadi tropi tertinggi, sedemikian hingga bukannya murid belajar untuk saling mendukung, tapi justru saling bersaing, dengan sela-selanya saling bergunjing.

Ketakutan akan kegagalan di dunia pendidikan menekan banyak anak, beberapa menjadi stres, beberapa yang lain menyerah dan menjadi tak acuh. Hanya mereka yang bermental baja yang mampu keluar dalam keadaan selamat, dan hanya yang cerdas luar biasa bisa selesai dari jerat pendidikan dengan tetap waras.

Ketika pendidikan tidak memanusiakan manusia, maka apa yang dapat kita harapkan lagi? Memperbaiki bangsa, ah - saya rasa itu akan tetap menjadi mimpi di atas mimpi.

Ketika pendidikan itu tidak membebaskan jiwa, apa yang bisa dihasilkan? Sekumpulan jiwa-jiwa kerdil yang selalu ikut arus, bekerja ibaratnya pahat menunggu ketukan palu, menjadi bagian dari mekanisme di mesin raksasa yang bernama peradaban - atau masihkah kita kemudian dapat menyebutnya peradaban?

Pendidikan selayaknya cerdas mencerahkan, karena hanya dengan ilmu manusia bisa menyalakan lentara, dan dengan lentera manusia bisa melihat dalam cahaya, dengan ketika dunia dipenuhi cahaya, maka manusia bisa mengenal dirinya dan yang disekitarnya dengan tanpa kepalsuan.

Pendidikan bukan mengejar prestasi, pendidikan bukan mencetak mesin berjalan, pendidikan bukan menanamkan ketakutan. Pendidikan adalah pintu yang jika dibuka, maka semua orang dapat melihat dunia yang tidak lagi gulita.

Selasa, 08 Januari 2013

Karena Tidak Semua yang Dipelajari itu Benar



Ketika duduk di bangku sekolah, saat memandang buku fisika. Kita belajar bahwa nilai momentum bisa didapatkan dari nilai massa dikalikan kecepatan yang dimiliki oleh massa tersebut. Namun pada kenyataan nilai tersebut tidak didapatkan sesederhana itu.

Banyak hal yang kompleks tidak bisa diajarkan pada kita secara gamblang. Oleh karena itu beberapa "kerumitan" (saya beri tanda petik karena ini sangat relatif) disembunyikan untuk menghindari "kepanikan" dan "keputusasaan" dalam belajar bagi para pemula, selama hasil akhir yang diperlukan masih dalam jangkauan dan ranah mereka yang belajar.

Lalu mungkin saja tanpa kita sadari, banyak hal-hal yang kita pelajari selama ini bukanlah hal yang sebenarnya, atau setidaknya sesuatu yang menyerupai "benar". Ilmu selalu berkembang, bahkan mungkin sesuatu yang telah diwariskan selama bertahun-tahun atau berabad-abad, katakanlah seperti agama dan budaya - salah satu pengetahuan tertua peradaban manusia.

Sehingga jika kita bisa membuka diri untuk belajar terus, dan tidak terikat secara membabi-buta pada apa yang dulu pernah kita pelajari, saya rasa ini adalah awal sebuah kebijaksanaan.

Minggu, 06 Januari 2013

Karena Kondom yang Terlupa

P.L.A.Y. Condom logo by Ashley3D
P.L.A.Y. Condom logo, a photo by Ashley3D on Flickr.

Mungkin tidak cukup sering, namun beberapa kali dapat saya temukan remaja perempuan yang masih belia datang ke sebuah klinik kesehatan, sambil tersenyum-senyum malu atau dalam kekhasan yang seolah-olah ingin si petugas kesehatan langsung memahami apa yang sebenarnya ingin mereka sampaikan.

Mungkin karena muda, antara usia SMP atau SMA. Mereka sering kali salah tingkah sendiri, terutama karena kerap kali tidak membawa serta orang tua atau wali yang bertanggung jawab atas diri mereka.

Ada yang datang dengan alasan yang berputar-putar, ada juga yang datang dengan alasan langsung berisi permintaan untuk ingin mengetahui apakah mereka sedang hamil atau tidak yang disertai dengan sejuta ekspresi tak terbahasakan.

Jika dulu hanya mendengarkan kisah, kini saya bisa bertemu langsung dengan para remaja yang dapat dikatakan telah menganut sebuah budaya pergaulan baru dalam era mereka saat ini. Mungkin saya sudah cukup tua dan lelah untuk mengomentari ini.

Hanya saja, kadang saya kadang sesalkan, dan juga khawatirkan, jika semua itu terjadi tanpa adanya pengaman. Apalagi perjalanan mereka sebagai pelajar bisa dikatakan masih panjang.

Saya hanya bisa katakan, "Please look after yourself".