Rabu, 26 Desember 2012

Uang Bukan Segalanya

Hmm... Mungkin terdengar begitu klise ketika kita mendengar orang berkata "uang bukan segalanya". Mungkin juga karena kata-kata tersebut telah diulang berkali-kali sejak benda yang bernama uang itu ditemukan - setidaknya demikianlah yang kuduga.

Pun begitu, rasanya di zaman ini tanpa uang manusia pada umumnya tidak bisa berbuat banyak. Nyaris seluruh kebutuhan pokok hidup manusia dan uang ibarat dua sisi koin yang tidak terpisahkan. Termasuk juga untuk pendidikan dan kesehatan.

Kadang aku bertanya-tanya, seberapa tergantungnya manusia modern dengan uang? Wow, mungkin jawaban dari itu sudah menjadi sesuatu yang absolut, yang lagi-lagi juga klise.

Namun jika pertanyaan kemudian digeser, seberapa terikatnya kita pada uang? Maka mungkin jawabannya menjadi relatif. Di sisi inilah kerelatifan yang muncul dari masing-masing individu akan menjadi cerminan kemanusiaan itu sendiri.

Ada orang yang membangun bisnis besar, hotel mewah, waralaba cepat saji, dan banyak lainnya. Keuntungan berlimpah, dan semoga saja masih tetap taat pajak. Ada yang bisnisnya mungkin saking taatnya dengan pajak, ikut-ikutan membantu memajaki orang-orang di sekitarnya melalui pungutan-pungutan liar.

Sehingga ketika aku mendengar ada orang yang berkata, "uang bukan segalanya", itu bukan tentang nilai sekeping atau selembar uang yang notabene telah absolut, namun nilai kemanusiaan kita dalam kekinian yang bisa menjadi begitu relatif. Setidaknya, demikianlah pandanganku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar