Sabtu, 29 Desember 2012

Mengapa Kita (Bisa) Tahu Bumi Bulat



Bahkan ketika saya kecil, saya bertanya-tanya. Bagaimana manusia bisa tahu bahwa bumi ini bulat? Yah, memang ada perbukitan dan pantai, tapi tidakkah kemudian semua itu tampak datar?

Lalu kita mulai diajarkan ilmu bumi, astrofisika di sekolah dasar (yang konon pada kurikulum baru nanti tampaknya tidak akan ada lagi), sehingga saya bernalar dan menyetujui konsep bahwa bumi bulat - dan mulai berpikir betapa bodohnya orang zaman dulu tidak sadar bahwa bumi bulat, padahal beberapa bulan sebelumnya saya masih mempertanyakan bagaimana bumi bisa dikatakan berbentuk bulat.

Berjalan lurus sejauh 10.000 Km kemudian berbelok 90 derajat, lakukan hal yang sama dua kali lagi, maka kita bisa tiba di titik awal di bumi, yang mana itu tidak mungkin dalam bidang datar. Atau  Tiang-tiang kapal yang tampak lebih dulu di kejauhan sebelum kapal tiba. Atau kisah para penjelajah yang selalu pergi ke Barat di lautan bumi, dan tiba dari Timur.

Video di atas mengingatkan (baca: bernostalgia) saya kembali bagaimana ketika di bangku sekolah dasar kita berkenalan dengan logika ini, bahwa bumi bulat, dan mulai mencoba membuktikannya sendiri. Meski karena keterbatasan, tidak semua bisa dibuktikan (dengan mudah).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar