Kamis, 04 Oktober 2012

Meretas Yang Bermakna Dari Pendidikan

Pemerintah kembali mencanangkan perubahan kurikulum pendidikan, setidaknya demikian yang saya tangkap dari beberapa media pemberitaan yang samar-samar tiba dalam hari-hari yang sesak oleh kesibukan. Dan saya pun tidak dapat berhenti untuk bertanya-tanya, apa yang sesungguhnya diharapkan oleh dan dari dunia pendidikan kita saat ini?

Sebuah standardisasi yang berlabel Internasional? Ataukah hal-hal lain yang terdengar begitu prestigius. Namun mungkin sesuatu yang lebih sederhana, sebagaimana secuil yang dapat saya tangkap dengan adanya kemungkinan pendidikan kewarganegaraan dimasukkan kembali sebagai kurikulum wajib; yang mungkin merupakan sebuah gambaran tentang kegamangan arah pendidikan yang bertujuan mencetak manusia seperti apa bagi negeri dan sesamanya?

Pendidikan yang mendasar itu mungkin tidak lagi sesederhana yang saya bayangkan. Di mana mengarahkan menuju potensi posifif yang berlimpah merupakan tujuan titik keberangkatan.

Bahkan ketika pemerintah dan para pemikir hendak memangkas jumlah mata pelajaran, tidak serta merta bermakna pelaksana pendidikan akan melakukan hal yang sama di lapangan. Beberapa mungkin memang tidak bisa memenuhi target yang diinginkan karena kurangnya sumber daya yang bisa digerakkan, beberapa yang lain mungkin akan menambahkan banyak lagi karena merasa memiliki peluang untuk itu - apalagi kadang terhembus isu mengenai komersialitas dunia pendidikan.

Di dunia ini tidak ada yang namanya pendidikan murah. Yang termurah dari sebuah pendidikan adalah kesadaran, ya - kesadaran untuk mewujudkan dunia pendidikan yang berkeadilan dan di mana semua orang dapat duduk setara saling bahu membahu menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman dan mampu menyokong generasi penerus bangsa ini. Hanya saja kesadaran itu sendiri yang menjadi yang paling murah murah adalah sesuatu yang sudah begitu mahal, saking mahalnya hingga tidak dapat dibeli dengan uang.

Pendidikan adalah pondasi yang akan membuat bangsa ini menjadi kokoh. Jika tidak jelas arah dan tujuannya, maka implementasinya akan menjadi acak-acakan, dan jika tidak muncul sebuah kesadaran global akan pentingnya pendidikan, maka tidak ada yang cukup bermakna yang dapat dipetik darinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar