Jumat, 06 Juli 2012

Lawakan Cerdas

Charlie Chaplin by Truus, Bob & Jan too!
Charlie Chaplin, a photo by Truus, Bob & Jan too! on Flickr.

Beberapa waktu yang lalu banyak berita tentang KPI yang meminta salah satu stasiun acara televisi swasta menghentikan acara bernuansa komedinya, karena materi yang disajikan dan mungkin lawakannya terasa "kurang sehat", bahkan membuat sejumlah pihak tersinggung.

Memang tidak ada larangan ada banyolan yang bersifat menghina dalam lawakan, namun itu pun sepertinya cerdas dan bijak, bahkan satire sastra-pun memiliki unsur menusuk yang cerdas ini.

Saya bukan komedian, juga bukan orang yang humoris, jadi sedikitnya tahu bagaimana sulitnya membuat orang terhibur dengan kekocakan kita.

Menghina itu wajar dalam lawakan, namun diproporsikan dalam menampilkan contoh yang keliru dalam sebuah pertunjukkan, bukan sebagai sesuatu yang diterima sebagai kewajaran dan kemudian dibenarkan penggunaannya secara berulang sebagai komoditas utama unsur hiburan. Dan ini tidaklah cerdas menurut saya.

Saya mungkin keliru, namun saya mengharapkan adanya hiburan yang cerdas di negeri ini yang berkembang, sehingga tidak hanya menjadi penghibur di kala suntuk, namun juga pelita bagi banyak orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar