Kamis, 28 Juni 2012

Perkara Ide Gedung Baru untuk KPK

Gedung KPK by Kelana Nusantara
Gedung KPK, a photo by Kelana Nusantara on Flickr.

Setiap kali saya menyalakan layar televisi dan mencari saluran berita, entah kenapa euforia tentang pembangunan gedung baru untuk KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mengisi cuplikan setiap kesempatan di layar kaca dalam dua atau tiga hari belakangan ini. Saya mungkin memang bukan pecandu berita, namun jika intensitasnya seperti ini - mau tidak mau ya mendengar juga pada akhirnya.

Mungkin karena legeslatif tidak mau memenuhi usul pembangunan gedung baru bagi KPK, maka isu ini semakin gencar. Karena memang gedung (katanya) gedung lama sudah tidak layak huni lagi. Lha, wong anggota dewan sendiri merengek-rengek dulu saat meminta gedung baru, padahal kerjaannya banyak ndak jelas. Sekarang badan independen yang sudah cukup jelas kerjaannya - meski belum tuntas semua - malah tak diacuhkan. Menurut saya (entah apa ini yang namanya kebijakan politik) semua ini terlihat begitu konyol. Ah, rakyat sudah ngertilah, meski ndak semuanya sepaham.

Sekarang malah muncul "saweran" - sumbangan dari rakyat, "croud founding", gratifikasi, atau apalah itu namanya. Untuk mendukung keberadaan gedung baru ini, karena masyarakat luas percaya bahwa KPK memang memerlukannya.

Meski ndak semua elit politik setuju dengan saweran ini, dan lebih memilih menyaweri rakyat yang lebih miskin (masuk akal sih, itu saya juga ragu kalau memang dikerjakan). Tapi kan sudah jelas, bahkan sangat jelas dan masuk di akal, bahwa yang memiskinkan rakyat di negeri ini adalah korupsi dan bentuk sejenis lainnya. Ketidakpedulian menghasilkan korupsi, dan itu langsung maupun tidak langsung akan menyengsarakan rakyat. Yang memang bilang peduli sama rakyat kecil, harusnya ya paham bahwa setiap upaya pemberantasan korupsi bermakna selangkah upaya maju dalam mensejahterakan rakyat atau memberikan kembali pada rakyat apa yang menjadi haknya.

Rakyat, ya kita sendiri, paham akan hal ini, meski selama ini cuma bisa sekadar membantin saja. Karena kenyataan jelas yang terselubung itu, saat ini kita sedang dijajah oleh bangsa sendiri - para koruptor itu.

Maka di sini, satu-satunya harapan nyata rakyat untuk memerdekakan dirinya (yang meskinya mereka telah merdeka) adalah dengan turut membantu memberantas korupsi, meski kadang tidak jarang anggota masyarakat kita yang malah tersandung sakit akibat upaya mereka. Kini saat mereka bisa memberikan sumbangsih pada salah satu lembaga yang dinilai bisa menjadi juru selamat negeri ini dari korupsi, tidak heran mereka akan tergerak, bahkan tidak peduli mungkin seberapa banyak mereka harus berkorban, karena perasaan tertindas itu sudah begitu jenuh dan kental di dalam sanubari rakyat.

Kini jika masyarakat mendapatkan kesempatan membantu KPK secara material, maka rakyat merasa memiliki KPK lebih jauh lagi. Dan harapannya, KPK akan lebih memberikan daya upayanya untuk mewujudkan harapan rakyat sebagai tanggung jawab moralnya. Di sini rakyat bisa berjalan bersama-sama, memantau dan menuntut bentuk-bentuk keadilan atas korupsi yang telah merugikan tanah tumpah darah mereka!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar