Selasa, 19 Juni 2012

Obat Generik Saja

Generic Drugs by BC Gov Photos
Generic Drugs, a photo by BC Gov Photos on Flickr.

Kadang memang heran melihat bahwa orang menuntut dipilihkan obat bermerk yang dikenal dengan obat paten dibandingkan obat generik yang harganya jauh lebih terjangkau. Mungkin karena pola pikir masyarakat bahwa obat paten itu pasti menyembuhkan dan lebih baik dari obat generik.

Salah kaprah? Entahlah, stigma seperti itu sudah lama ada di masyarakat. Kadang ada kolega yang berkata bahwa pasiennya tidak percaya bahwa obat yang diresepkan bisa membantu penyakitnya, karena saat ditebus di apotek harganya sangat murah.

Aku sendiri geleng-geleng kepala. Karena selama ini jika meresepkan untuk diri sendiri, di saat memang benar-benar perlu obat, maka pilihan tetap ada pada obat generik. Karena kalau kandungannya sama, untuk apa membayar lebih mahal?

Ada banyak alasan kenapa obat paten mahal, mereka membayar iklan untuk promosi produk mereka dan bersaing dengan perusahaan farmasi yang lain. Mereka memiliki kemasan yang lebih menarik dan lebih mahal biaya produksinya.

Di sisi lain, mungkin karena mereka menambahkan zat tertentu yang menekan efek samping komponen asli, atau mereka hadir dan dikemas dengan tidak menggunakan komponen preservasi (pengawet).

Tentunya tidak jarang, obat paten adalah masih merupakan pemegang hak paten resmi untuk komponen obat tersebut. Sehingga biaya mahal digunakan untuk mengembalikan biaya penelitian obat yang nilainya tidak sedikit. Dan dalam hal ini tidak ada versi generiknya, juga merupakan kewajaran dalam upaya melindungi pengembangan teknologi obat ke depannya.

Pun demikian, pilihan jenis obat tetap berada di tangan pasien - entah menggunakan yang generik ataupun yang paten. Tentunya dengan syarat bahwa pasien berhak mengetahui informasi yang selengkapnya mengenai pilihan obat yang diberikan.

Aku sendiri sih jika tersedia akan memilih obat generik saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar