Senin, 19 Maret 2012

Satgas Pornografi Akan Tiba

WL_Geger Pornografi by dadigareng
WL_Geger Pornografi, a photo by dadigareng on Flickr.

Selain mengumumkan kenaikan harga BBM, kuderngar istana negara juga menyampaikan soal pembentukan satgas pornografi.

Lha, apa lagi ini?

Namun sebelum buru-buru menyalahkan, pun meniscayakan ide itu, aku mau melihat lagi ke belakang.

Apa pornografi semakin merebak? Bisa jadi ya, aku sendiri tidak terlalu peduli - karena memang jarang menemui ranah itu kecuali tanpa sengaja menemukannya di dunia maya. Tapi melihat keprihatinan yang muncul, ya kurasa memang bertambah parah.

Apa memprihatinkan? Oh jelas sekali, pornografi, penurunan moralitas, pergaulan bebas dan kejahatan seksual adalah lingkaran setan yang saling terkait. Nah, kurasa semua orang setuju itu. Dan pecegahannya akan menjadi hal mutlak yang disetujui semua orang, kecuali dia memang penggemar pornografi.

Namun ada sebuah kelemahan fatal di sini. Yaitu tentang "persepsi", ndak semua persepsi orang sama tentang "pornografi". Kondisi A mungkin merupakan pornografi bagi kelompok pertama, mungkin biasa saja bagi kelompok kedua.

Kelemahan ini bukan hanya berpotensi tidak menyelesaikan masalah "penanganan terhadap pornografi", namun juga berpotensi menimbulkan perpecahan horizontal yang sebenarnya tidak diperlukan.

Lalu di mana sebenarnya nanti peran satgas antipornografi ini?

Apakah di dunia maya? Ah, yang benar saja, para ahli yang mejeng di depkominfo saja dari dulu bilang akan mencegah penyebaran pornografi di Internet sampai mengacam RIM (produsen BlackBerry) segala. Hasilnya, nol besar, cuma beberapa saja yang diblok, sisanya - jangan harap. Memangnya satgas lebih hebat daripada orang-orangnya di depkominfo?

Mau di sekolah ngawasi anak-anak belajar, biar ndak ada yang nonton film porno di ponsel cerdas mereka? Ya ampun, para guru buat apa dong? Sekalian saja buat aturan, anak-anak sekolah cuma boleh bawa ponsel jadul yang layarnya hitam putih. Lagi pula mau jagaain berapa sekolah?

Mau di jalanan ngawasi yang berani keluar dengan pakaian tidak senonoh? Ah, tepok jidat dah, memangnya abang tukang bakso ndak bisa apa? Aku sendiri sering menyarankan orang di sekitarku sekiranya berpakaian yang lebih santun, karena itu budaya kita. Setiap orang bisa saling mengingatkan, itu tidak susah.

Kalau kupikir-pikir lagi, kita semua memiliki pranala untuk mencegah pornografi menyebar di bumi nusantara, meskipun mungkin tidak secara menyeluruh.

Namun mengapa masih tidak mampu? Sederhana saja, karena ndak semua dari kita cukup peduli akan hal ini, dan ndak semua orang tahu caranya.

Coba sekarang tanyakan, siapa yang cukup peduli untuk dengan santun menegur mereka yang berpakaian agak terbuka, kebanyakan juga cuek. Diminta menegur orang merokok saja mungkin juga enggan. Karena kita enggan mencampuri urusan orang lain, kita melakukan pembiaran.

Apa ini salah? Kurasa ndak salah sama sekali. Setiap orang berhak atas pangan, papan dan sandang bagi dirinya yang ia sukai. Namun menegur untuk maksud baik juga tidak ada salahnya.

Nah, kurasa kecuali satgas pornografi mampu membangkit keawasan dan kepedulian terhadap pornografi secara nasional sedemikian hingga menimbulkan tindakan nyata secara besar-besaran dari kesadaran masyarakat sendiri, maka bisa dikatakan keberadaan satgas antipornografi ini akan sia-sia. Kalau judi saja tidak bisa diberantas, jangan harap dah bisa memberantas pornografi.

Yang masih bijak saat ini, cukup beruntung dapat melindungi orang-orang terdekatnya dari bahaya pornografi. Selebihnya, aku sendiri tidak berani berharap terlalu banyak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar