Minggu, 18 Maret 2012

Refleksi

water lily by Bahman Farzad
water lily, a photo by Bahman Farzad on Flickr.

Setiap orang pernah menemukan kesulitan atau masalah yang bahkan mungkin dia tidak mengerti bagaimana itu bisa terjadi padanya, tidak melihat mengapa bisa berdampak besar pada kehidupannya. Seakan-akan semuannya menjadi begitu gelap dan mendendangkan keputusasaan.

Jika kehidupan tidak memiliki masalah, maka mungkin itu bukan kehidupan sama sekali. Namun jika masalah kehidupan tak kunjung memiliki sebuah jalan keluar yang nyata dan mencerahkan, maka kita pun tidak bisa berkata bahwa kita sedang hidup dalam makna sesungguhnya.

Kita mungkin telah berupaya keras mencari jawabannya di luar sana. Bergulat di antara harapan akan adanya harapan dan hempasan beratnya langkah kaki kita melihat gelapnya keputusasaan. Kita mungkin telah protes berulang kali, seakan dunia tak sedikit pun memihak pada kita, dan kehidupan tak sedikit pun mengulurkan tanggannya yang maha agung.

Jika segalanya telah menjadi menjadi begitu gelap. Setidaknya mungkin masih ada satu hal yang dapat kita lakukan. Melihat ke dalam diri kita sendiri.

Jika semua tempat di luar sana gelap, maka nyalakanlah pelita kebijakan di dalam diri. Lihatlah kehidupan melalui diri kita seutuhnya.

Refleksi - melihat dengan mananggalkan segenap konsep dan paradigma yang kita miliki. Sehingga yang ada hanya kita seutuhnya, dan apa yang hadir selain kita - pastilah masalah. Jika masalah tidak tampak jua, maka bisa jadi, kitalah masalah yang sesungguhnya.

Refleksi - kemampuan menerima kehidupan tanpa upaya membenarkan dan menyalahkan. Cerminan yang selalu memperlihatkan diri kita tanpa menambahkan kemuliaan pun kehinaan.

Namun jika kita masih lari dari kehinaan, takut akan kehinaan, mengejar kemuliaan, melekat pada kemuliaan. Maka cermin kita hanyalah sebuah cermin yang penuh dengan debu. Ia tak akan pernah menjadi kolam tenang yang menggambarkan kehidupan dengan segala keelokannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar