Minggu, 18 Maret 2012

Air dan Kehidupan

Water petal by @Doug88888
Water petal, a photo by @Doug88888 on Flickr.

Aku selalu berkata pada diriku dan dunia, bahwa air adalah sesuatu yang begitu berharga bagi kehidupan - dan bukan hanya kehidupan spesies tunggal manusia itu sendiri. Kurasa bukan hanya aku yang menyuarakan hal ini, namun setiap orang yang menyadarinya dengan segenap akal sehatnya.

Pun demikian, aku selalu dapat menemukan orang yang bisa membuang air dengan mudahnya. Semakin makmur kehidupannya, semakin melimpah air yang ia rasa "dimilikinya", semakin cenderung muncul penyia-nyiaan akan karunia alam ini. Mungkin demikianlah kita, kadang ketenangan dan kemakmuran justru melemahkan akal kita, bahkan nurani kita. Namun semakin sulit pun kadang tidak menambah kesadaran kita.

Manusia selalu membanggakan dirinya sebagai mahluk cerdas, walau tidak jarang cukup sering mengolok-olok kebodohan sesamanya.

Jadi saya sedang tidak ingin mengolok-olok siapapun yang cukup bodoh untuk tidak menyadari bahwa mereka sedang cukup egois untuk membuang-buang air yang begitu berharga bagi kehidupan.

Air di planet ini sangat sedikit meskipun tampak berlimpah. Air yang sedikit ini adalah air yang cukup layak digunakan bagi banyak kehidupan, terutama kita dan hewan/binatang di daratan. Dan jumlah air ini semakin hari semakin berkurang, terutama akibat pemakaian berlebihan dan pencemaran lingkungan.

Aku tidak tahu, berapa lama lagi air akan selalu tersedia bagi kita, yang meski tidak semua - karena tidak semua manusia di atas planet ini memiliki akses untuk air bersih.

Air dan kehidupan adalah hal yang tidak terpisahkan. Saat kita memandangnya sebagai sesuatu yang terpisah, maka mulai saat itulah kiamat bagi umat manusia telah dimulai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar