Jumat, 06 Januari 2012

Yang Di Atas dan Di Bawah Gerbong

Tampaknya PT KAI sudah kehabisan akal menasihati para penumpang nekat yang bukannya berada di dalam gerbong namun justru di atasnya saat menggunakan kereta api. Pelbagai peringatan dan pendekatan telah diberikan.

Spanduk juga sudah ditebar, palang koboi hingga halangan kawat berduri juga ada. Bahkan hingga live event untuk mengetuk hati penumpang bahwa tindakan mereka yang memanjat gerbong itu dapat membahayakan nyawanya dan sesama teman seperjuangan pemanjat gerbong tentunya.

Lha, lalu bagaimana yang di dalam gerbong? Amankah? Ah ya, mungkin itu relatif menurut para pejuang itu. Setidaknya tidak jatuh ke rel dengan kepala terpecah yang menjadi risikonya, mungkin cuma terhimpit sesak, stres, pegal dan banyak lainnya.

Jadi intinya di dalam gerbong juga bukan pilihan baik. Setidaknya demikian yang kulihat dari pengakuan seorang pengguna kereta api listrik sejak tahun 70-an.

Jadi mungkin jika PT KAI memang peduli dengan keselamatan penumpangnya. Maka ada baiknya layanan dan sarana angkutan dibenahi, sehingga para pejuang itu bisa berhenti berperang menantang Maut dan duduk tenang di dalam kereta. Lha, semuanya jadi senang kan jika demikian?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar