Rabu, 11 Januari 2012

Ulang Tahun ke-17, Indosiar Dihujat Penggemar “Legend of Condor Heroes”

Sore ini saya terbawa kebiasaan liburan tahun baru dengan menyalakan televisi berharap menonton serial Legend of Condor Heroes (Pendekar Pemanah Rajawali) di stasiun televisi Indosiar yang biasanya tayang pukul 18.00 WIB. Namun saya kaget, ternyata yang ada adalah sinetron laga lokal – Tutur Tinular jika tidak salah.

Saya ingin tahu, apakah film-nya pindah jam tayang atau memang hilang entah ke mana. Karena saya suka novel aslinya yang merupakan karya Jin Yong. Saya ingin tahu apakah ini merupakan adaptasi dari revisi novelnya di tahun 2000 yang belum sempat saya baca.

Ketika saya melirik ke situs resmi Indosiar, saya malah mendapatkan bahwa jam tayangnya malah tidak ada untuk hari ini, dan adanya untuk tanggal besok.

Indosiar

Tentu saja jadinya aneh, kenapa acara yang ada jam tayangnya justru menghilang.

Namun yang lebih menggelitik saya adalah tumpukan komentar yang memberikan sumpah serapah pada pihak Indosiar, terutama bagi mereka yang kecewa dengan tidak tayangnya serial Pendekar Pemanah Rajawali. Dan semakin kecewa karena diganti dengan serial Tutur Tinular yang menurut banyak pemrotes, kualitasnya jauh dibandingkan serial yang mereka nantikan.

Ya memang Indosiar berulang tahun hari ini, namun bagaimana pun – entah apa yang menjadi pertimbangan. Rasanya tidak pas jika mengganti sebuah acara dengan acara lain, yang tidak berbeda secara hierarki. Saya tidak tahu apakah permintaan tayang Tutur Tinular lebih tinggi dibandingkan dengan serial ini, sehingga digeser begitu saja.

Tentu saja jika kemudian banyak penggemar yang menghujat – meski tidaklah sepantasnya demikian – akan terkesan menjadi wajar.

Saya sendiri bukan penggemar serial Tutur Tinular, ketika saya melihat sekilas ada anjing ras Golden Retriver di serial yang mengambil latar nusantara tempo dulu ini, saya jelas melihat bahwa pembuatnya tidak menghargai silogisme aspek historis. Jika orang yang peduli pendidikan akan mengatakan bahwa sinetron ini berpotensi menimbulkan “kesalahpahaman” sejarah, misalnya apa iya tempo dulu sudah menyebar ras anjing Golden Retriver di Indonesia, karena rasanya Golden Retriver bahkan belum begitu terkenal ke seluruh dunia sebelum perang dunia II.

Bukannya saya tidak suka karya anak bangsa, tapi jangan dibuat konyol-lah, sedih menontonnya.

Jadi ketika tahu bahwa memang sepertinya Legend of Condor Heroes tidak tayang, saya langsung ganti stasiun televisi, Shaun the Sheep lebih menarik. Dan memang saya tidak menonton Indosiar selain untuk serial laga klasik dari negeri Tiongkok itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar