Kamis, 01 Desember 2011

Kue Pertemuan

Saya kira sudah menjadi standar bahwa di manapun ada acara pertemuan yang formal, maka santap camilan setidaknya mesti tersedia. Kuenya pun beraneka jenis, meski mungkin untuk daerah non metropolitan seperti di sekitar saya, maka kebanyakan kue tradisional yang jadi pilihan.

Saya bahkan ingat, pertemuan OSIS zaman SMA pun tak luput dari kebutuhan dalam anggaran konsumsi (camilan). Dan sepertinya budaya atau hal serupa terbawa hingga ke dunia kerja profesional.

Beberapa orang berkata bahwa itu sudah lumrah, tapi tak jarang menuai protes, apalagi jika acara pertemuan tidak memberikan hasil sebagaimana yqng diharapkan - konsumsi pun bisa jadi batu lampiasan.

Saya tidak protes pada hal-hal seperti ini. Memang masuk di akal bahwa orang sulit berkomunikasi apalagi yang memerlukan berpikir jika perutnya kosong, tapi ya mesti diingat juga, hal sebaliknya juga bisa berefek serupa.

Dan tentunya, asal tidak lebih besar pasak daripada tiang, itu sah saja. Meski pun kadang adegan yang ditampilkan dalam rapat-rapat kaum elit di film-film Barat, hanya menyuguhkan segelas besar air putih pada pesertanya, bisa sangat memukau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar