Rabu, 02 November 2011

Air Terjun dan Pengetahuan Umum

Kurasa aku harus kembali ketika ingatan ini membawaku ke bangku sekolah dasar. Kurasa pelajaran ketika itu sangat sederhana, sedikit ilmu pasti (matematika dan pengetahuan alam), ilmu sosial (sejarah, pengetahuan umum), dan termasuk kajian budaya (bahasa, agama).

Yah, setiap anak pada masa itu senang dengan mengumpulkan beberapa pengetahuan umum yang baru, yang ketika itu informasi masih cukup sulit, tidak secanggih zaman Internet saat ini. Pilihannya hanya buku atau surat kabar, dan tentu saja sebagaimana sekarang demikian juga dulu, surat kabar jarang memberikan porsi yang besar untuk ilmu pengetahuan.

Oleh karena sumber-sumber yang berbeda ini, rasanya sering kutemukan ada saja perdebatan yang aneh.

Pernahkah kamu mendengar “Kerepakupai Merú”? Mungkin sangat asing? Kalau begitu pernahkah mendengar nama “Niagara”, wow mungkin lebih banyak tangan yang akan mengacung.

Dua-duanya adalah air terjun yang populer, tapi sayangnya satunya lebih populer dari yang lainnya. Memang anak SD tidak pernah mendapatkan pelajaran tentang air terjun, kecuali kita cukup tahu bahwa itu adalah salah satu fenomena alam yang memukau.

Namun kadang ada saja soal tentang air terjun yang muncul saat ulangan atau ujian.

Jika ada pertanyaan yang bertanya apakah air terjun tertinggi di dunia, kujawab “Kerepakupai Merú” – yang pada saat itu, aku mengenalnya dengan nama “Angel Falls” atau “Salto Angel” – si air terjun malaikat.

Sayangnya – atau mungkin sialnya – kadang guru tidak sepakat, beliau akan lebih memilih “Niagara” karena nama itu cukup terkenal sebagai air terjun yang besar dan tinggi. Bahkan meskipun para ahli di seluruh dunia sepakat bahwa Air Terjun Angel adalah yang tertinggi di dunia, namun jika “pengetahuan umum” si guru bilang air terjun Niagara-lah yang tertinggi, maka jangan harap jawaban kita akan dibetulkan, atau mungkin minta guru mengkaji kembali.

Lha, anehnya kalau ditanya balik, air terjun apa yang terbesar, jawabannya tetap Niagara. Ya ampun, kadang kugeleng-geleng kepala. Setidaknya jawabanku ketika itu mungkin juga tidak sepenuhnya benar. Setahuku dulu “Guaíra” adalah air terjun terbesar. Tapi sekarang ada “Khone” atau “Para” jika dilihat dari lebarnya, dan ada “Inga”, “Livingstone” dan “Wagenia” jika dilihat dari debit volumenya. Lalu Niagara di mana? Ah, lupakan saja, masuk urutan ke-10 saja sudah beruntung.

Waterfall

Jadi belajar dari semua ini, maka jika ada sebaiknya jangan terlalu percaya dengan pengetahuan umum yang kita miliki. Bisa jadi data-data itu perlu diperbarui, sedemikian hingga tidak menyesatkan orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar