Kejadian tabrak lari itu sendiri tak dapat dibenarkan, dan yang lebih menyesakkan lagi adalah lalu lalang orang-orang yang tak acuh akan bocah dua tahun yang tergeletak bersimbah darah.
Ada apa sebenarnya dengan rasa kemanusiaan negeri tirai bambu Cina ini? Mengapa orang bisa menjadi begitu tak bertanggung jawab, dan bahkan tidak peduli.
Meski pun mungkin memang sudah waktunya bagi bocah malang itu untuk berpulang, tapi tidak berarti bukan rada kemanusiaan itu seakan hilang tak berbekas.
Saya tidak tahu, apakah di negeri ini juga demikian. Namun saya harap tidak. Karena hati manusia selayaknya tidak buta.