Kamis, 12 Mei 2011

Malam Tanpa Bintang

Entah karena hidup di zaman yang berbeda, ataukah hidup di peradaban yang telah banyak berubah. Aku menemukan bahwa banyak orang di masa kini, mungkin sebagian besar generasi muda mengalami malam-malam tanpa bintang.

Bukan bintang di angkasa telah hilang, atau karena - meski memang - tak bisa kupungkiri, bahwa cahaya mereka telah lama tercuri oleh sumber-sumber cahaya buatan manusia yang mengusir gelap malam ke dalam hamparan terang. Namun lebih dari itu, aku mungkin yang termasuk kehilangan kepedulian, sehingga melalui malam tanpa bintang.

Kadang bagiku, rasanya hanya sayang jika mesti cuma memandang bintang dari ujung kenangan, atau dari selembar halaman buku atau gambar-gambar di dunia maya, padahal semua itu selalu ada di luar sana jika kuingin menyulang damai bersama mereka pada suatu malam.

Bahkan, mereka yang terpelajar, yang melek dunia maya dan teknologi, yang tak asing dengan si "milky way", nyatanya tidak dapat setiap saat, bahkan mungkin (nyaris) tak pernah memandang melankoli bima sakti sama sekali. Yah, sebagian dari kita hanya cukup puas dengan kata pintar yang tercap resmi dengan hitam di atas putih, sementara tak kenal bahkan tak peduli dengan kehidupan dan nyala semesta yang ada di luar sana.

Kita terkurung dengan rutinitas kita, terkukung kenyamanan kita, dan terhalang ketidakacuhan kita sendiri. Jadi jangan salahkan siapa-siapa jika kita selama ini selalu melewati malam tanpa bintang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar