Selasa, 29 Maret 2011

Gedung Dewan Baru?

Sebenarnya saya rasa tidak terlalu bermasalah jika ada gedung lama yang sudah tidak layak pakai diperbarui, diperbaiki atau diganti dengan bangunan baru yang dapat digunakan untuk tujuan serupa atau meningkatkan fungsinya.

Namun rencana pembuatan gedung DRP RI yang baru memang sudah lama mengundang perdebatan setahun belakangan ini. Banyak yang mengatakan itu tidak perlu, pembuangan sumber daya percuma, dan alasan-alasan lain tentunya.

Rencana Pembangunan Gedung DPR

Saya menonton acara “Sentilan & Sentilun” malam ini, dan rasanya memang agaknya berupa pemborosan. Bayangkan saya jika satu ruang kerja anggota dewan menghabiskan dana delapan ratus juta rupiah, berapa biaya pemeliharaannya, dan berapa yang akan kembali pada rakyat?

Bahkan lihat saja, jika ada pusat rekreasi di dalamnya, memangnya apa Jakarta kekurangan pusat rekreasi? Dan apa uang rakyat memang untuk digunakan berekreasi?

Jakarta katanya hanya memiliki sisa ruang hijau kurang dari 9,6% dari aturan minimal 30% dari RTH yang seharusnya dimiliki oleh kabupaten atau kota. Dan kini mau membuang lagi ruang hijau di dalamnya. Mengapa mereka tidak membangun gedung biasa saja di pedalaman Kalimantan atau Papua yang kondisi masyarakatnya mungkin masih lebih perlu dilihat lagi oleh para anggota dewan?

Dan ada apa dengan desain itu? Nah, orang arsitektur pasti akan banyak mendebatkannya.

Saya secara pribadi tidak mendukung pembangunan gedung DPR yang baru ini. Mungkin ada yang mendukung?

Minggu, 20 Maret 2011

Kampanye Hari Hening Bumi 2011

Bagaimanapun saya rasa kita semua mengetahui bahwa planet ini telah begitu terbebani dengan aktivitas kehidupan manusia yang semakin padat seiring dengan lonjakan populasi planet ini sendiri. Sebagai efek dari daya hidup manusia, kita telah membuang banyak hal negatif pada tanah, air dan udara – mencemari tempat hidup kita sendiri.

Polusi dari kendaraan, limbah rumah tangga, hingga hasil industri kita, termasuk listrik yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil yang tidak teperbaharukan dalam ribuan hingga jutaan tahun. Kita mengurangi dan memangkas hutan-hutan yang layaknya menjadi tempat hidup dan sumber hidup tidak hanya bagi manusia, demikian juga lautan dan kekayaan alam di dalamnya.

Jadi muncul pertanyaan, apa yang akan terjadi jika kita berhenti sejenak dan memberikan bumi waktu untuk bernapas sementara manusia serentak selama beberapa jam hening dari seluruh aktivitasnya? Termasuk memangkas semua kegiatan yang menyita sumber daya alam.

Kampanye Hari Hening Bumi

Mungkin itulah yang hendak di sampaikan dalam “Kampanye Hari Hening Bumi” yang jatuh pada 21 Maret setiap tahunnya.