Sabtu, 19 Februari 2011

Film Asing Ditarik?

Tulisan Mbak Dos yang berjudul “Selamat Tinggal Hollywood?” memberi sebuah celetukan besar tadi pagi. Saya pada awalnya hanya menganggap angin lalu saja, karena toh itu rasanya terlalu ekstrem untuk terjadi.

Tapi nyatanya tidak, kalau kita membaca di pelbagai media dunia maya, ternyata isu ini juga lumayan menggelisahkan banyak pihak. Namun di sisi lain juga melegakan banyak pihak lainnya.

Yang paling terhenyak pastinya penggemar film berkualitas tinggi, mereka tidak lagi bisa menikmati film-film animasi sekelas besutan Pixar, Disney atau DreamWorks. Tidak ada lagi film-film drama berkualitas ala August Rush, atau film-film laga ala Transformer dan keindahan spesial efek Avatar.

Sedangkan tentunya penyedia jasa penjualan film asing pastinya akan merasa lega, karena mereka akan diburu. He he…, terutama sepertinya yang menyediakan film bajakan, karena orang tidak memiliki pilihan lain. Membeli film asing asli akan bisa jadi terlalu mahal (daripada menonton di bioskop atau membeli bajakan), dan film asli setidaknya baru bisa dinikmati jika memiliki sebuah home theater yang mumpuni.

Konon katanya ini bisa mendongkrak produksi film-film lokal (nasional), ha ha…, bisa jadi, tapi mendongkrak penggemar – nanti dulu! Saya sendiri tidak yakin ini bisa mendongkrak penggemar, apalagi melihat perkembangan film nasional yang tidak terlalu banyak kemajuan, komedi, horor atau pun sinema keluarga tidak ada penambahan kualitas bermakna. Belum lagi adanya unsur-unsur peniruan film lokal dari film asing, kesannya belum kreatif mungkin ya.

Entahlah, sepertinya seseorang tengah membangun mimpi di antara penerapan aturan baru.

Saya tidak tahu apakah pemerintah sedang kekurangan dana sehingga membuat aturan bea masuk yang begitu unik (konon tidak ada di negara lainnya di planet ini).

Saya berharap perfilman nasional membaik dari segi kualitas (ndak usah kuantitas-lah), namun bukan berarti membaik karena tidak ada saingan di kandang sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar