Jumat, 12 November 2010

Ada Kepentingan

Kadang kita sangat mudah menuduhkan sesuatunya saat ini. Tidak bisa disalahkan, di saat krisis multidimensional melanda negeri ini, termasuk krisis kepercayaan di dalamnya. Kita bisa dengan mudah mengatakan tidak suka dan/atau tidak percaya pada pihak lain yang bahkan kita tidak memiliki dasar akan hal itu.

Misalnya saja banyak orang saat ini tidak dapat mempercayai kinerja pemerintah dan dewan rakyat yang (konon) terhormat. Karena sering kali tidak melihat kesungguhan mereka dalam menangkap aspirasi rakyat.

Tapi ada juga ketidakpercayaan pada profesi tertentu. Misal ada orang berkata, "Anda pasti punya kepentingan di balik itu, makanya saya tidak percaya orang-orang yang seprofesi seperti Anda ini."

Ya, siapa pun bisa terkena tuduhan ini. Pegawai pajak yang dikatakan menggelapkan pajak, lembaga pertanahan yang menggelapkan akte tanah, guru yang menjual buku dan menggadai kurikulum, dokter yang menjual resep, hingga pemborong yang menyunat bahan bangunan. Hingga Presiden Amerika Barack Obama pun tak lepas dari kecaman ini saat ia berkunjung ke negeri ini beberapa hari yang lalu.

Negeri ini penuh dengan kepercayaan, bahwa masing-masing pihak melihat pihak lain memiliki maksud tersembunyi di balik maksud yang diperlihatkannya. Hasilnya, inilah sebuah negeri yang tidak dapat percaya pada niat baik saudaranya sendiri.

Kamis, 04 November 2010

Kok Sempat Tawuran

Saya melihat di berita televisi bahwa dua kelompok mahasiswa pelayaran (mengadakan) tawuran kerena beberapa hal saja. Padahal negeri ini sedang menghadapi banyak masalah di sana-sini, belum lagi bencana alam yang mengguncang di beberapa wilayah.

Saya rasa kalau punya tenaga untuk tawuran, mengapa tidak sekalian saja jadi sukarelawan. Banyak hidup dan saudara yang masih memerlukan bantuan. Daripada saling tonjok mengapa tidak mengulurkan tangan pada saudara-saudara kita yang memerlukan?

Entah di mana kesadaran generasi penerus bangsa saat ini. Padahal mereka bergelar mahasiswa, dan bukan siswa lho, sungguh, tidak habis pikir saya.