Minggu, 10 Oktober 2010

Apa kita memang damai di dalam?

Dari dulu kita mendengar bahwa kedamaian mesti tercipta dulu di dalam diri seseorang agar ada kedamaian di dunia. Tapi kini kita perlu bertanya dulu, adakah kedamaian di dalam diri kita.

Tubuh kita dirancang lebih banyak bekerja sesuai dengan hukum alam, yaitu mengalahkan atau memunaskah kehidupan lain untuk tetap bertahan hidup. Bayangkan saja, tidak ada kuman - kecuali yang bersifat komensalisme yang akan diampuni oleh sistem pertahanan tubuh jika sudah masuk ke dalam tubuh manusia.

Reaksi pikiran kita juga tidak jauh berbeda. Kita mendirikan kastil pertahanan di sekitar ide dan kepercayaan kita, jangan sampai ada yang merusaknya. Jika ada keyakinan lain yang masuk ke dalam, maka kita bersiap untuk membasminya. Atau setidaknya kita bersiap menolaknya.

Kita - jauh di dalam diri kita, mungkin kita tidak pernah terbuka sepenuhnya pada kehidupan, kita tidak cukup rentan untuk disentuh kehidupan yang beragam rupa ini, kadang kita khawatir akan pergerakan ke sesuatu yang baru atau sesuatu yang tidak kita kenali.

Kita telah memisahkan antara manusia dan kehidupan itu sendiri. Maka mungkin bukan hanya tiadanya kedamaian di dalam diri kita, bahkan kita tidak memahami apa sesungguhnya kedamaian itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar