Rabu, 18 Agustus 2010

Tidak ada pertanyaan bodoh

Saya pernah dengar sebuah pernyataan yang mungkin berasal dari bahasa asing, seperti "Theres no stupid question!" - yang kurang lebih bermakna bahwa tidak ada pertanyaan yang cukup bodoh untuk diajukan.

Kalau dalam kata bijak orang tua dulu bilang, janganlah kita malu bertanya, atau kita akan tersesat di jalan. Ya, kita bertanya karena kita tidak tahu, dan jangan mempersepsikan bahwa ketidaktahuan itu identik dengan kebodohan.

Jika ketidaktahuan tidak diikuti dengan kesadaran untuk menyelidiki kebenaran akan hal yang tidak kita ketahui, atau katakan saja ketidatahuan yang sejalan bersama ketidakacuhan, niscaya itu akan jadi akar kebodohan.

Dan jangan juga mengidentikan bahwa pertanyaan berarti serta merta kita akan mendapat jawaban yang membuat kita berpindah dari sisi yang gelap ke sisi yang terang, karena respons dari pertanyaan belum tentu selalu mencerahkan.

Kadang pertanyaan akan menjadi batu lompatan menuju petunjuk-petunjuk yang dirangkai untuk menemukan jawaban dan kebenarannya. Atau dengan kata lain, respons terhadap pertanyaan awal bisa jadi melahirkan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Pada akhirnya bergeraklah secara perlahan namun tetap waspada, awas terhadap situasi-situasi yang bisa memunculkan petunjuk.

Namun jika pertanyaan itu kemudian justru melahirkan kesemrawutan di mana-mana dan justru menjauhkan titik yang semestinya dituju, apakah kemudian itu pertanyaan bodoh?

No, there is no stupid question, just that you stupid enough to ask that kind of questin :D.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar