Rabu, 11 Agustus 2010

Jenuh

Ada perasaan jenuh di sekitarku, rasanya seperti sesuatu yang lengket dan tidak hendak mengalir. Namun tidak hanya itu, ini seperti senja yang abadi ketika mendayung sampan di tengah lautan lumpur. Sesuatu yang membuat enggan untuk turun dari sampan, namun sama enggannya juga untuk melanjutkan mendayung.

Aku telah kehabisan kata-kata bahkan untuk menyemangati diriku sendiri. Ah, kadang ini menimbulkan warna kejengkelannya tersendiri. Aku hendak menertawakan diriku yang terbaring di atas sampan, memandang langit menjingga yang tak bisa kuraih kecuali melalui tatapan.

Aku tertinggal di batas kaki langit senja yang abadi, dan demikianlah dunia melukiskan kejenuhanku padanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar