Rabu, 18 Agustus 2010

Apakah kita sudah merdeka?

Pagi ini terbangun dengan udara dingin menembus kulit, padahal angin sama sekali tidak bertiup. Aku bertanya-tanya tentang suatu hal yang mungkin selama ini terlewatkan oleh perhatianku yang semakin menumpul.

Hari ini, negeri ini telah memasuki usianya yang 65 tahun sejak proklamasi kemerdekaan dikumandangan di bumi nusantara untuk yang pertama kalinya. Dan sejarah menunjukkan bahkan sejak pertama kali dikumandangkan itu negeri ini masih melalui banyak peristiwa berdarah yang tak kalah menyesakkan sukma dibandingkan ketika memproklamirkan kemerdekaan hanya sebagai cita dan asa belaka.

Kita generasi kita bisa dengan mudah mengucapkan kata dan pekik "MERDEKA" bahkan sembari bergurau pada rekan dan sahabatnya, sebuah kata yang dulu pernah menjadi tanda bahwa kematian bisa jadi sesuatu yang pasti jika para penjajah mendengar para pejuang kita mengucapkan kata-kata itu.

Ya, kita adalah generasi yang menikmati aroma bebas kemerdekaan yang telah ditukar oleh darah, tangis, dan kesedihan yang tak terkira oleh para pendahulu kita yang berjuang dengan penuh pengorbanan. Dan kini, adakah ini hanya menjadi ritualitas kenangan setiap tahun saja.

Kita konon adalah generasi di era kemerdekaan, namun buta dan tuli akan makna kemerdekaan itu sendiri, sementara sesumbar dengan berkata bahwa kita berjiwa nasionalis. Entahlah, saya tidak tahu.

Sungguhkah kita telah benar-benar merdeka, atau setidaknya merdeka dari kebodohan dan ketidakacuhan kita sendiri? Apa jawabnya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar